Senin, 13 Februari 2017

Saya Ingin Mendengarkan Lagu Sedih

#februaringeblogtiaphari | 13

Tau lagunya Efek Rumah Kaca yang Cinta Melulu? Lagu ini adalah single yang release pada tahun 2008. Jika mendengar liriknya, jelas sekali itu adalah lagu kritikan untuk industri musik Indonesia yang kebanyakan lagu-lagunya bertemakan cinta. Sejak awal kemunculannya, band ini memang membuat lagu-lagu yang menyampaikan kritik, dari kehidupan sosial hingga politik. Salah satu sindiran pada lagu Cinta Melulu terlihat pada liriknya, “Elegi patah hati… Ode pengusir rindu… Atas nama pasar semuanya begitu banal”. Bagaimana lagi, kebanyakan lagu-lagu laris memang yang bertemakan cinta, terutama yang sedih-sedih. Dulu saya tak terlalu suka mendengar lagu-lagu sedih, apalagi yang membuat orang tak bersemangat dan terpuruk dalam keputusasaan. Saya tidak mau menjadi orang putus asa yang sedih berkepanjangan. Itu dulu.

Sejak beberapa tahun saat saya merasa sedih, saya jadi ingin mendengar dan menikmati lagu-lagu sedih. Oh iya, ngomong-ngomong lagu-lagu sedih tidak hanya ada di genre musik pop atau melayu. Karena genre musik yang lebih sering saya dengar adalah rock, folk dan sejenisnya, jadi saya mendengar lagu sedihnya dari genre itu. Sebenarnya kebanyakan musik rock atau slow rock justru memiliki lirik yang dalam dan melodi yang menyentuh, hanya saja karena musiknya rock dan suara vokalisnya terdengar maskulin jadi sering dipersepsikan garang, sehingga menjadi terkesan macho dan tidak menye-menye padahal melodi dan liriknya kadang malah lebih menyesakkan perasaan. Nah, pada saat saya sedang sedih, biasanya saya jadi ingin mendengarkan lagu-lagu sedih agar kesedihan saya cepat habis. Intinya saya ingin mengekspresikan dengan total kesedihan saya melalui lagu-lagu sedih tersebut. Saat emosi kesedihan saya sudah habis, saya berharap perasaan saya akan menjadi normal kembali.

Kembali ke Cinta Melulu dari Efek Rumah Kaca, saya pikir ada benarnya bahwa seharusnya industri musik menghasilkan warna musik dan tema yang bervariasi, agar tidak monoton, misalnya seperti lagu tentang mimpi dan cita-cita atau tentang lingkungan. Memang sudah ada lagu dengan tema-tema tersebut, hanya saja tidak banyak dan kurang populer. Kebanyakan penikmat musik memang menyukai lagu-lagu jenis cinta-cintaan, sehingga perusahaan recording mau tidak mau mengikuti selera pasar demi keberlangsungan perusahaannya. Sesuai rumusnya bahwa permintaan dan penawaran selalu berbanding lurus. Mengapa lagu-lagu cinta yang sedih lebih laris dibandingkan lagu jenis lain? Saya pikir karena lagu seperti itu menyentuh insight kebanyakan orang. Karena pada dasarnya hidup ini didominasi oleh kesedihan, sehingga manusia sering ingin mendapatkan hiburan, mencari pengalihan, memburu kebahagiaan dengan berbagai cara. Nah ketika mendengar lagu sedih, setidaknya mereka merasa tidak sendirian, merasa bahwa mereka bukan satu-satunya yang merasakan kesedihan itu. Atau bisa saja mereka jadi merasa lebih baik dari pada kesedihan yang digambarkan dalam lagu itu.

Menurut para peneliti dari Jepang, ada manfaat positif dari mendengarkan musik sedih, bahwa musik yang sedih dapat membangun emosi positif. Para peneliti menjelaskan musik sedih mampu membangkitkan emosi yang berlawanan. Hal ini karena kita merasa musik sedih lebih tragis, kurang romantis, dan kurang gembira ketimbang kondisi kita saat mendengarkan musik tersebut. Dalam penelitian, umumnya musik sedih menginduksi kesedihan pendengar. Nah, kesedihan dianggap sebagai emosi yang tidak menyenangkan. Jika musik sedih hanya membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan, tentu tidak ada yang mau mendengarkan. Tapi ternyata ditemukan bahwa musik yang dianggap sedih sebenarnya juga menginduksi emosi romantis dan membangun suasana positif. Inilah yang kemudian membuat beberapa orang menyukai alunan musik sedih (mengenai penelitian ini lengkapnya bisa dibaca di sini). Jadi sebenarnya tidak apa-apa jika ingin menikmati kesedihan dengan mendengarkan lagu-lagu sedih karena itu justru membantu kita membangun emosi positif dan membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar