Senin, 29 Februari 2016

Melayang Terlalu Pagi

Saya baru saja tiba di Semarang pukul 02:00 dini hari setelah melalui kurang lebih lima jam perjalanan dari kota Cirebon. Saya dan beberapa teman kerja menghabiskan waktu sekitar dua hari mengerjakan suatu project di Cirebon. Saya beristirahat sebentar di kantor setelah melalui perjalanan yang lumayan melelahkan. Saya memutuskan untuk pulang pagi nanti karena jalanan masih terlalu sepi saat dini hari. Lagi pula saya tak ingin mengganggu keluarga yang sedang tidur untuk membukakan saya pintu karena saya tak membawa kunci rumah. Sambil menunggu matahari terbit, saya membuat post ini di kantor sambil mendengarkan lagu-lagu dari Float dan 4.20. Belakangan ini saya senang mendengarkan lagu-lagu mereka. Berikut ini saya tuliskan gabungan lirik beberapa lagu mereka.


Berlari-lari di taman mimipiku
imajinasi t'lah menghanyutkanku 
mimpiku sempurna tak seperti orang biasa

Sementara lupakanlah rindu
Sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku

Ku yakin kita kan terbiasa
walau inti jiwa tak terima

Waktu berpacu, harap pun jadi hasrat 'tuk memiliki
Kini tersisa reka semata cara untuk kembali

Masih disini dan tetap disini
lewati senja berganti malam
diskusi sampai di sini

Bawa aku pulang, rindu
Bersamamu

***

Jumat, 12 Februari 2016

Hari Pelukan

Pernah mendengar tentang Hari Pelukan? Saya baru mendengar beberapa tahun belakangan bahwa Hari Pelukan jatuh pada tanggal 12 Februari, itu artinya hari ini (sumber lain menyebutkan hari pelukan diperingati pada tanggal 21 Januari). Tentu saya senang karena 12 Februari adalah hari ulang tahun saya. Saya pikir, meski saya tak merayakan hari ulang tahun, dan terlepas dari penting atau tidaknya ada hari pelukan, saya senang jika hari ini ada lebih banyak orang berpelukan.

Secara psikologis pelukan memiliki banyak manfaat. Pelukan dapat memberikan rasa aman, tenang, bahagia, meningkatkan rasa percaya diri karena kita akan merasa dicintai dan meningkatkan empati. Pelukan juga mengajarkan kita tentang memberi dan menerima, bagaimana kasih sayang berjalan dari dua arah.

Pelukan pertama hari ini saya dapatkan dari Ibu saya. Tadi pagi dia mengucapkan selamat ulang tahun sambil mencium dan memeluk saya diiringi dengan do’a-do’a yang otomatis saya Aamiin-i semuanya. Saya senang, sekaligus sedih. Senang karena Ibu saya memperlihatkan rasa sayangnya kepada saya. Sedih saat dia berkata maaf karena tidak bisa memberikan apa-apa untuk saya. Padahal yang dia berikan selama ini sudah lebih dari cukup. Semua kasih sayang dan perhatiannya, dukungan penuh untuk cita-cita saya. Dia adalah orang yang selalu percaya dan yakin bahwa saya akan sukses dan menjadi orang yang berguna. Dia juga teman mengobrol yang asik. Kami sering berbicara tentang banyak hal, tentang keluarga, isu-isu sosial, musik, hingga politik. Yang membuat saya lebih sedih lagi adalah saat menyadari kenyataan bahwa saya belum mampu memberi banyak untuknya. Belum bisa membantunya menghilangkan kegelisahannya, kekhawatirannya terhadap banyak hal. Belum bisa memenuhi harapan-harapannya. Tapi saya berusaha agar dia selalu bahagia.

Ayah saya juga mengucapkan selamat ulang tahun tadi pagi sebelum saya berangkat bekerja. Dia mengucapkannya dengan cool, saya pikir dia tak suka jika harus mengucapkannya dengan manis. Sayapun menanggapinya juga dengan cool. Haha… tapi saya tahu, dia sayang saya, saya juga sayang dia. Kadang kita mengekspresikan rasa sayang yang sama dengan cara yang berbeda. Salah satu harapan Ayah saya adalah, dia ingin saya menikah. Baiklah. Saya hanya bisa berdo’a agar dia tak terlalu mencemaskan banyak hal dalam hidup. Sama seperti harapan saya untuk Ibu, saya ingin dia selalu bahagia.

Hari ini banyak keluarga dan teman-teman yang memeluk saya dengan ucapan-ucapan, harapan dan do’a. Kami saling mendo’akan. Saya senang mereka mengingat saya. Terima kasih. Saya sayang kalian.

Selamat Hari Pelukan!

Selasa, 09 Februari 2016

Tentang Baper

Setuju nggak kalo istilah ‘baper’ booming banget tahun 2015 lalu mengalahkan istilah ‘galau’ yang sudah booming tahun-tahun sebelumnya? Kalau menurut KBBI, galau(a) berarti sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Namun dalam prakteknya kata galau mengalami penyempitan makna karena seringkali digunakan sebagai pengganti kacaunya pikiran karena patah hati, merindukan seseorang yang disukai, atau perasaan sedih karena jomlo. Pokoknya kata galau sering diidentikkan dengan kegelisahan tentang cinta.

Sedangkan ‘baper’ adalah akronim dari ‘bawa perasaan’. Penyebab baper tentunya karena seseorang mempunyai perasaan yang sensitif terhadap suatu hal. Dalam hal ini nggak jauh berbeda dengan kata galau yang sering digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kegelisahan dunia percintaan. Nah biasanya ketika kita sedang melihat atau mendengar sesuatu yang dapat mengingatkan kita tentang seseorang yang kita suka seperti gebetan, pacar atau mantan pacar yang seringkali membuat perasaan menjadi melankolis, kita akan menyebutnya sebagai ‘baper’.

Kemarin siang saya mengajak beberapa teman melalui multichat untuk menonton film di bioskop. Salah satu teman saya yang bernama Maulina menolak dengan alasan bahwa itu adalah film Indonesia yang berpotensi baper. Padahal setahu saya salah satu hobi teman saya itu adalah membaca buku-buku yang menurut saya berkali lipat lebih baper dari film-film yang saya sebutkan (semoga dia nggak marah waktu membaca tulisan ini :p). Akhirnya mulailah chat gaje (gak jelas) antara saya dan dia yang saling berbalas sajak bertema baper.

Saya            : “Sesungguhnya baper ada di apa yang terlihat matamu dan apa yang terdengar telingamu, di manapun, kapanpun.”

Maulina       : “Sesungguhnya rindu bukan diciptakan oleh jarak namun karena ia telah ada dan menetap di dalam kamu.”

Saya            : “Mungkin dia tak punya tempat mengungsi, kutampung saja sampai dia pergi sendiri. Mungkin baper itu perlu, siapa tahu aku bosan, dan bisa mulai dengan yang baru.”

Ya, sepertinya kami sedang kumat baper-nya. Kemudian topik obrolan kami berganti lagi dengan tema yang lain, kadang penting kadang nggak sama sekali. Tak perlu tema yang berat-berat, yang penting kami stay in touch, saling ada untuk satu sama lain dan semoga long lasting. Hidup baper!