Beberapa hari menuju Lebaran biasanya saya menghindari
tempat-tempat ramai. Jadi kalau nggak perlu-perlu banget ya saya nggak keluar
rumah, di mana-mana ramai soalnya. Orang-orang dengan segala keperluannya
memenuhi jalanan, pasar, mall. Pusing lihatnya. Tapi ya tetep aja ada saat di
mana saya harus berada di keramaian itu. Misalnya pas pulang kerja di sore
hari (belum libur soalnya), harus menjadi satu dengan banyak orang di jalanan
yang lebih padat dari pada hari biasa, padahal hari biasa aja udah padat. Emang sih sore hari selama bulan Ramadan biasanya
ramai banget, tapi pas mendekati Lebaran biasanya tambah ramai lagi. Meski
menghindari keluar rumah, tapi saya nggak keberatan kalau ibu saya meminta
tolong untuk diantar ke pasar atau ke supermarket untuk membeli bermacam
kebutuhan selama libur Lebaran.
Kalau dipikir-pikir, saya juga udah lama nggak mengikuti
tradisi membeli baju baru untuk Lebaran. Alasannya ya karena saya udah
keseringan beli baju sampai menuh-menuhin lemari, ditambah lagi selalu ada
baju-baju yang dibeli entah kapan tapi belum pernah dipakai. Kalau orang kayak
saya sih aman soalnya baju-baju saya modelnya standart dan yang penting nyaman
dan saya suka, jadi nggak mikirin soal ketinggalan zaman atau nggak ngetren
lagi. Ditambah lagi, saya pengen mengurangi membeli sesuatu yang sebenernya
nggak perlu. Kalau edisi Lebaran paling tinggal ditambah kerudung sederhana yang cuma ditempelin aja di kepala, kayak pake topi atau capuchon, simple dan
nggak mengganggu mobilitas. Buat saya yang penting kenyamanan, dan nggak
merugikan orang lain. Alasan lain nggak beli baju Lebaran ya karena males
berdesakan sama orang-orang, belum lagi ngantre kasirnya.
Dulu setiap Lebaran, saya ikut ibu saya mudik ke kampung halamannya.
Sejak kakek dan nenek saya meninggal, kadang-kadang kami masih mudik, tapi
suasananya tentu saja nggak seindah dulu. Suasana Lebaran sekarang nggak
seindah suasana Lebaran pas saya masih kecil dulu. Ada banyak faktor memang,
beberapa diantaranya mungkin keadaan sosial yang sudah banyak berubah dan kondisi
psikologis orang-orangnya, termasuk saya. Ya dunia memang selalu berubah sih, sesuatu yang
dulu ada, sekarang nggak ada, dan sebaliknya. Saya yang sekarang semakin
ngerasa nggak suka dengan ingar-bingar perayaan. Ya bagus sih ada perayaan
semacam itu, bisa bertemu dengan keluarga di luar keluarga inti, saling
beramah-tamah. Masalahnya saya suka nggak cocok sama gaya basa-basi mereka yang
cenderung bikin nggak nyaman. Mungkin mereka pengen akrab, tapi topik yang mereka pilih sering
nggak menarik sama sekali dan justru bikin saya pengen kabur. Rasanya jadi
pengen pergi ke tempat tenang dan menyendiri saja.