Setelah lama sekali hari-hariku tidak diisi dengan membaca buku, akhirnya aku berkawan lagi dengan buku. Buku sebelumnya di akhir tahun 2018 yang baru separuh aku baca belum kulanjutkan. Aku mungkin akan mengulang dari awal untuk buku itu, tapi kapan-kapan. Tidak tahu juga kapan tepatnya.
Buku yang kubaca setelah enam tahun tidak membaca itu berjudul ‘Laut Bercerita’ yang ditulis oleh Leila S. Chudori. Selama ini aku sudah sering melihat buku itu di toko buku dan bersliweran di linimasa media sosial para pecinta buku. Namun karena belum berjodoh, aku belum sempat membacanya. Seorang kawan yang sebelumnya membaca buku tersebut menawarkan bukunya padaku untuk kupinjam. Akupun mengiyakan.
![]() |
| Buku "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori |
Ternyata buku 'Laut Bercerita' adalah salah satu jenis buku dengan
gaya penulisan yang aku suka. Tokoh-tokoh di dalamnya memiliki karakter yang
kuat dan terasa nyata. Buku ini menceritakan tentang kegiatan aktivisme sekelompok mahasiswa di tahun 90-an. Untukku, dunia aktivisme merupakan perihal yang sulit dan sangat
menyita tenaga. Aku selalu salut pada orang-orang yang mau menyediakan waktu, pikiran,
tenaganya, dan bahkan tanpa dibayar untuk selalu siap membela dan berpihak kepada
masyarakat rentan dan membutuhkan pertolongan.
Di luar kegiatan aktivisme yang dilakukan dengan sangat
serius oleh para tokoh di dalam buku, mereka juga menjalankan hidup mereka dengan sepenuh
hati. Hubungan antar keluarga dan pertemanan mereka juga terasa hangat. Di
tengah dinamika konflik yang terjadi, aku bisa merasakan bahwa mereka tetap
menikmati hidup dengan menghasilkan karya dan menuangkan perasaan yang mereka
miliki di dalamnya.
Selalu menyenangkan melihat orang-orang memiliki gairah
untuk berkarya dengan bersungguh-sungguh dan menjalankannya sebagai bagian dari
hidup. Aku bisa merasakan bagaimana tokoh Laut bersungguh-sungguh saat membuat tulisan
dan memasak makanan untuk keluarga dan kawan-kawannya, atau tokoh Alex yang digambarkan
seolah memberi nyawa pada gambar-gambar yang dihasilkan dari kameranya.
Energi yang disampaikan penulis melalui tokoh-tokohnya dapat dirasakan hanya
dengan membacanya saja.
Sudah lama aku tidak merasakan kesan yang dalam saat
membaca, jadi aku bersyukur 'Laut Bercerita' menjadi buku pertama yang kubaca
setelah hiatus beberapa lama. Tentu saja aku berharap masih ada banyak buku
yang akan kubaca selanjutnya.
