Di suatu siang tanggal 21 Mei 2025 aku merasa bersemangat
setelah mendengar kabar bahwa Foo Fighters akan mengadakan konser di Jakarta.
Aku mengetahui kabar ini di perjalanan saat aku menyetir sambil mendengarkan
radio di mobil. Senang sekali rasanya mendengar kabar ini karena konser ini
sudah kutunggu-tunggu sejak sangat lama. Foo Fighters sudah pernah mengadakan
konser di Jakarta pada tahun 1995, pada saat itu aku masih sekolaah dasar.
Ketika aku beranjak remaja aku tumbuh dengan menjadi penonton channel MTV
dan Foo Fighters adalah band yang sangat aku nikmati lagu-lagunya, juga video
musiknya yang pada saat itu kebanyakan bernuansa komedi. Ketika lagu mereka
diputar di MTV, aku akan bernyanyi sambil membayangkan bahwa aku sedang
menonton konser mereka. Foo Fighters mulai menjadi band nomor satu yang kusuka,
lagu-lagunya, melodinya, liriknya, dan tentu saja cara Dave Grohl
menyanyikannya. Mungkin bisa dikatakan, meski musiknya bergenre rock, tapi
nada-nada lagunya seperti menghadirkan perasaan semacam saudade untukku.
Pengumuman konser disiarkan hanya beberapa hari sebelum hari
penjualan tiket. Aku tahu momen ini akan datang. Pada saat itu rasanya sangat
bersemangat dan bersiap untuk perang berebut tiket, dan aku tahu aku harus
mendapatkan tiket itu. Mungkin ini berlebihan, tapi rasanya tidak ada orang
yang seingin aku menonton konser itu, karena rasanya konser Foo Fighters kali
ini memang dibuat untukku, haha. Baru pengumuman saja sudah membuatku
bersemangat.
Tanggal 26 Mei 2025, penjualan tiket dibuka. Aku masuk
website penjualan tiket tepat pukul 15.00 WIB. Ada 4137 antrian di depanku. Aku
sudah mempersiapkan segala yang diperlukan, aku sudah mengetik nama lengkap,
nomor ponsel, alamat email, dan nomor identitas terlebih dahulu agar proses
pendaftaran yang kulakukan lebih mudah dan cepat. Aku sudah tahu aku akan
memesan tiket CAT 1A karena aku tahu aku harus ada di kategori paling depan,
tidak bisa tidak. Beberapa saat kemudian setelah aku berhasil masuk website dan
melakukan langkah-langkah pembelian tiket, aku berhasil mendapatkan tiket itu.
Yes, tiket CAT 1A sudah berhasil dibeli, haha, senang sekali!
Hari-hari menuju konser berjalan seperti biasa. Aku tidak
memberi tahu orang-orang, tidak menulis status atau membagikan poster atau
apapun tentang konser Foo Fighters di akun media sosialku, aku juga tidak
terlalu mempersiapkan banyak hal. Aku hanya merasa tenang karena aku tahu aku
akan menjalani sesuatu yang memang aku inginkan beberapa bulan ke depan.
Aku baru membeli tiket kereta dua hari sebelum konser
berlangsung. Beberapa jam sebelum berangkat, aku baru menyiapkan outfit dan
perlengkapan yang kubutuhkan untuk menonton konser, juga perlengkapan lain
untuk mendaki, karena setelah konser selesai aku akan melanjutkan perjalanan ke
Purwakarta untuk mendaki Gunung Lembu. Aku berpikir, aku pergi sedikit jauh
dari rumah, maka sekalian saja aku ingin menjelajahi gunung yang tidak terlalu
jauh dari sana. Aku akan melakukan Dua hal yang kusukai, menonton konseer Foo
Figghters dan mendaki. Aku sangat bersemangat, meski jika kau melihatku secara
langsung, aku terlihat biasa saja. Hehe.
Kamis, 2 Oktober 2025
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku bangun pagi, mandi,
bersiap, berpamitan pada ayah dan ibuku, dan berangkat ke stasiun dengan
memesan ojek online. Syukurlah aku tidak ketinggalan kereta, belakangan ini aku
memang sering bangun pagi, jadi tidak masalah. Kereta berangkat dari Stasiun
Semarang Tawang tepat waktu. Di jalan aku sibuk dengan ponsel, melihat
pemandangan, makan sebungkus roti sisir dan sesekali minum air putih yang
kubeli di stasiun karena ternyata aku lupa membawa air minum dari rumah. Seorang
penumpang laki-laki dengan kaos hitam dan celana cargo yang juga berwarna hitam
duduk di kursi di sisi kiri belakang kursiku . Aku pikir sepertinya dia juga
akan menonton konseer yang sama karena kulihat tulisan Foo Fighters di kaosnya.
Aku sebenarnya ingin menikmati perjalanan sambil mendengarkan lagu-lagu Foo
Fighters, tapi aku pikir aku harus menghemat baterai ponselku meski aku bisa
mengisi ulang daya di kereta dan membawa dua buah bank daya.
Aku sampai di Stasiun Jakarta Pasar Senen sekitar pukul
13.00 WIB. Waktu kedatangan terlambat setengah jam dari jadwal. Tadinya aku
ingin makan siang dulu di Pasar Senen, tapi kubatalkan. Pikirku mungkin aku
nanti makan di sekitar stasiun transit saja. Aku turun dari kereta Menoreh dan
menuju ke peron pemberhentian Commuter Line. Dari Stasiun Pasar Senen aku
menuju Stasiun Kampung Bandan untuk transit dan kemudian kembali naik Commuter
Line menuju Stasiun Ancol. Aku tidak jadi makan siang di Stasiun Kampung Bandan
karena rasanya tidak berselera. Aku sedang ingin makanan yang seperti masakan
rumah, bukan semacam makanan dengan bahan baku makanan beku. Sesampainya di
Stasiun Ancol, aku menggunakan ojek pangkalan menuju ke Gerbang Tiket Ancol.
Dari sana, aku naik Bus Wara-Wiri bersama dengan orang-orang yang akan menonton
konser Foo Fighters lainnya untuk masuk ke dalam area pertunjukan.
Sesampainya di parkiran, aku turun dari bus dan berpikir
untuk mencari makanan, tapi kemudian aku tertarik untuk berkeliling lebih dulu
ke pantai dan duduk-duduk di bawah pohon menikmati suasana sore. Ketika hari
sudah mulai gelap, aku berjalan ke arah area konser dan melewati kantin
karyawan. Kupikir aku akan makan di sana saja. Di kantin itu ada banyak
prajurit TNI yang memang sedang melakukan persiapan untuk hari ulang tahun TNI
pada hari miggunya. Selain tentara, beberapa kulihat juga penonton konser juga
makan malam di kantin tersebut.
Selesai makan aku berjalan ke arah area pertunjukan. Di sana
sudah lumayan ramai, aku mengambil beberapa foto dan video sambil berjalan ke
arah gate. Setelah merasa cukup mengabadikan beberapa gambar, aku masuk
ke dalam. Di pintu masuk ini, petugas memeriksa tasku dan melakukan body
check, kemudian aku menunjukkan tiket untuk di-scan, kartu
identitasku diperiksa untuk mencocokan data pada tiketku, setelah itu petugas
memakaikanku gelang. Aku tidak ingin terlambat masuk agar mendapat tempat yang
tidak terlalu jauh dari panggung. Ada beberapa booth makanan, booth merchandise
yang antriannya sangat panjang, serta beberapa booth sponsor dan berbagai
hiburannya. Aku sempat menonton pertunjukan kecil di salah satu booth. Di dekat
pintu masuk CAT 1A juga ada backdrop di mana orang-orang sampai mengantre untuk
berfoto di situ. Aku tidak ikut mengantre, hanya mengambil video sambil
mengamati saja karena aku ingin segera masuk. Di pintu masuk CAT 1A, petugas
memeriksa tasku kembali untuk memastikan bahwa aku tidak membawa barang-barang
yang dilarang.
Di dalam sudah ramai tapi orang-orang masih duduk-duduk
saja. Aku pun mencari tempat dan duduk, tidak terlalu di depan tapi juga tidak
di belakang dan tidak terlalu pinggir. Tak lama setelah aku duduk tiba-tiba
semua orang berdiri, aku pun ikut berdiri dan maju. Waktu menunjukkan pukul
19.30 WIB. Konser dijadwalkan akan dimulai pukul 20.00 WIB. Kami menyanyikan
lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selesai menyanyi lagu Indonesia Raya bersama,
kami menunggu sambil berdiri. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB tapi
konser tidak juga dimulai, lama sekali. Lagu-lagu bergenre rock diputarkan
sambil menunggu para personel Foo Fighters muncul di atas panggung. Penonton
mulai resah dan tidak sabar, tapi tetap menunggu, beberapa sambil mengatakan
celotehan seperti “Ayoo, besok kerja!”, “Ga dapet cuti nih!”, “Mana abis ini
harus nyetir 4 jam lagi!”.
Sekitar pukul 20.30 WIB para personil Foo Fighters akhirnya
muncul. Penonton berteriak bergemuruh menyambut kehadiran mereka di atas
panggung, tak terkecuali aku, “AAAAAKKKKKK!!!!”. Mereka langsung membawakan
lagu pertama berjudul All My Life. Kami pun bernyanyi dan berteriak bersama,
menggerakkan badan mengikuti tempo, dan hampir semua hafal lagunya. Rasanya
meski saya datang sendiri tapi tidak merasa sendirian. Setelah membawakan
beberapa lagu, Dave baru menyapa penonton. Ia bercerita yang bahwa Foo Fighters
baru kembali ke kota ini setelah 30 tahun. Dia juga memberi tahu bahwa hari ini
adalah hari ulang tahun terbaiknya. Ia berkata, dulu saat pertama kali konser
di Jakarta pada tahun 1995 mereka hanya memiliki 12 lagu, sekarang mereka
memiliki banyak lagu. Para penonton berteriak menyambut cerita Dave. aku sangat
menikmati konser ini, lagu demi lagu dibawakan. Hampir setiap hari aku
mendengarkan lagu-lagu mereka sambil bekerja, sambil bersantai, atau saat harus
menyetir jarak jauh agar tidak mengantuk, kini aku bernyanyi diiringi Foo
Fighters secara langsung bersama banyak orang yang juga menyukai lagu-lagu
mereka. Aku menyukai semua lagu mereka. Sebanyak 25 lagu dibawakan selama 2,5
jam, meski rasanya masih kurang. Setelah Everlong dibawakan sebagai lagu
penutup, tidak lama kemudian mereka berpamitan, dan lampu panggung dimatikan.
Akhirnya kami harus berpisah. Seperti pertemuan, perpisahan juga penting untuk
menjaga sesuatu tetap istimewa. Bayangkan jika setiap hari aku menonton konser
mereka, mungkin rasanya tidak akan sama seperti hari ini.

Konser selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Penonton membubarkan
diri dan berjalan ke arah luar meninggalkan area konser. Semua orang sibuk
bersiap untuk pulang. Beberapa berjalan ke parkiran mobil dan motor, beberapa
lainnya menunggu ojek atau taksi di area penjemputan. Sedangkan aku mencari
seorang kawan yang sudah menungguku. Kami akan mendaki bersama pagi ini.
Sekarang kami harus mengejar kereta terakhir di stasiun Jakarta Kota untuk
menuju ke Purwakarta. Baru berjalan sebentar ke arah pintu keluar, aku menyadari
kemeja yang kugantungkan di tas hilang, jatuh entah di mana. Lalu aku dan
kawanku berkeliling Ancol, mencoba untuk mencarinya, tapi sayang tidak
menemukannya. Sekarang sudah lebih dari pukul 23.30 WIB, aku hanya punya kurang
dari setengah jam untuk mengejar kereta terakhir. Aku mencoba memesan taksi,
tapi tidak juga mendapatkannya sementara waktu terus berjalan. Kawanku mencoba
bertanya kepada tukang ojek, apakah ada yang bisa mengantarkan kami ke stasiun
Jakarta Kota dengan cepat? Kami tidak keberatan jika dia meminta bayaran yang
mahal. Ia bersedia dan mengajak satu temannya.
Naiklah aku dan kawanku ke motor mereka. Aku membonceng
motor butut yang setiap putaran bannya mengeluarkan suara, dengan lampu yang
tidak menyala, dan kami juga tidak memakai helm. Dengan keadaan motor yang
mengenaskan seperti itu, yang kecepatan maksimalnya barangkali hanya 40 - 50
km/jam, tukang ojek ini sungguh berdedikasi, meski rasanya saat itu kami
seperti dikejar penjahat karena kami melawan arah dan menerobos lampu merah
agar bisa secepatnya tiba di Stasiun Jakarta Kota. Bapak ini sungguh cekatan dalam
mencari jalan, sangat sat-set dan percaya diri sekali meski begitu banyak
pelanggaran lalu lintas yang kami lakukan di Kota Jakarta pada tengah malam
ini.
Sementara ojek yang membawa kawanku sering tertinggal dan
kulihat beberapa kali oleng. Ternyata motornya juga sejenis motor butut yang
bermasalah. Bapak ojek yang memboncengku beberapa kali bertanya “Temennya mana
tadi?”, karena tidak terlihat. Bapak tersebut meminta maaf padaku karena bapak
ojek yang membawa kawanku itu lansia sehingga kurang cekatan. Sambil menunggu
ojek kawanku, Bapak ojekku bertanya, “Sekarang jam berapa?” “Hampir jam
12 kataku.” “Keretanya jam berapa?” Kereta terakhir sebelum jam 12” Kemudian ia
terkekeh sambil berkata, “Ga bisa pulang kamu! Wkwk!” Aku menjawabnya dengan
terkekeh juga, “Iya, gpp, wkwk”, jawabku. Tidak lama, kami sampai di Stasiun
Jakarta Kota, sebelum jam 12 malam kurang 4 menit tapi saat itu stasiun sudah
tutup. Lucu sekali, Aku dan kawanku akhirnya menggunakan taksi online dan
melanjutkan perjalanan ke Purwakarta untuk mendaki.
Pengalaman nonton Foo Fighters yang lucu, menyenangkan dan
penuh dinamika, dan tentu saja mengisi energiku untuk beberapa waktu ke depan.
Terima kasih banyak.
Set List:
- All
My Life
- Times
Like These
- Rope
- Pretender
- Stacked
Actor
- La
Dee Da
- These
Days
- Walk
- My
Hero
- Learn
to Fly
- Rescued
- Aurora
- Big
Me
- This
Is A Call
- No
Son of Mine
- Shame
Shame
- White
Limo
- Under
You
- Winnebago
- Best
of You
- Weenie
Beenie
- Alone
& Easy Target
- Monkey
Wrench
- Exhausted
- Everlong