Sabtu, 26 Agustus 2017

Mengambil Jeda

mencoba untuk tidak
menginginkan benda-benda
mengharapkan apa-apa
merindukan siapa-siapa
memikirkan segala

dan tetap merasa hidup

Senin, 21 Agustus 2017

Lalu Lalang Pikiran

Ini hari apa dan tanggal berapa, aku tidak tahu dan tidak peduli. Aku tidak sedang menunggu apapun atau siapapun. Aku lapar tapi tak ingin makan. Sebotol air mineral sudah kuhabiskan. Perutku kembung dan sekarang aku ingin pipis tapi malas berjalan ke kamar kecil. Menahan pipis tak baik untuk kesehatan, aku tahu.

Aku hanya sedang tak tahu apa yang kulakukan, aku bosan. Itu sesuatu yang wajar bukan? Di kepalaku banyak pikiran yang berlalu lalang. Aku berbicara pada diriku sendiri. Mungkin kau berpikir aku gila, tapi kalau iya memangnya kenapa? Aku kan tidak merugikan siapa-siapa. Lagi pula, jika aku mengajakmu berbicara memangnya kau mau mendengarkan?

Baiklah aku mengaku, aku merindukanmu meski aku tak tahu kau ada di mana. Barangkali percuma, tapi orang-orang bijak akan berkata, “semua pasti ada hikmahnya”. Aku hanya merindukanmu, bukan menunggumu. Aku sudah bilang kan, aku sedang tidak menunggu apapun atau siapapun. Aku benci harus merasakan hal seperti ini. Tapi apa boleh buat, harus kuterima meski berat.

Sambil mendengarkan musik aku melihat ke langit-langit. Aku pikir mungkin sudah waktunya aku pergi melihat langit yang sesungguhnya dari tempat yang tenang dan damai, langit yang ketika malam penuh bintang dan siangnya berwarna biru dan meneduhkan, kemudian di antaranya ada fajar dan senja yang menyimpan banyak cerita.

Minggu, 13 Agustus 2017

Jatuh Cinta pada Percakapan Pertama

Saya sering mendengar kalimat "Jatuh cinta pada pandangan pertama", dan saya pun pernah mengalaminya. Dulu, saat kuliah, entah bagaimana saya terpesona pada seorang senior di kampus. Dia berjalan di lorong sendirian dengan efek cahaya di belakangnya yang membuat adegan itu terlihat dramatis. Saya yang sedang duduk di ujung lorong takjub melihatnya dan barangkali dengan mulut sedikit menganga. Suasana mendadak senyap dan waktu berjalan lebih lambat. Aneh sekali rasanya mengalami sendiri adegan yang sering saya lihat di film-film. Sewaktu SMP saya juga pernah mengalaminya, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang kakak kelas, tapi saya tidak mengingat dengan jelas adegannya seperti yang saya ingat semasa kuliah.

Seiring berjalannya waktu, saya tak pernah lagi mengalami hal-hal semacam itu. Barangkali karena saya yang sekarang lebih tertarik pada cara berpikir seseorang ketimbang penampilan fisiknya. Cara berpikir seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia menanggapi suatu obrolan, pendapatnya tentang suatu gagasan dan lain sebagainya. Saya pun mengalaminya beberapa kali dan senang bisa jatuh cinta pada seseorang dari percakapan-percakapan yang kami lakukan. Tentu saya senang, perasaan jatuh cinta adalah sesuatu yang harus disyukuri bukan?

Tidak harus jatuh cinta pada percakapan pertama, tentu saja. Tapi jika itu terjadi, dan yang bersangkutan juga merasakan hal yang sama pasti akan sangat menyenangkan karena akan ada banyak percakapan selanjutnya yang barangkali akan membuat saya ketagihan.

Percakapan membangun keakraban

Percakapan menghilangkan kecanggungan
Percakapan memperkaya pengetahuan
Percakapan menyamarkan perasaan
Percakapan menyembunyikan kesedihan

Percakapan menumbuhkan harapan
Percakapan melahirkan saling pengertian

Percakapan membawa kebahagiaan
Percakapan menunda perpisahan


Saya pikir jika dua orang sudah teramat dekat, percakapan tidak selalu terjadi dalam bentuk bahasa verbal. Adakalanya hanya duduk diam berdua rasanya sudah seperti mempercakapkan banyak hal.