Seorang diri berwajah kelabu
Pandangannya mengarah pintu
Entah siapa yang ditunggu
Yang pasti bukan masa lalu
Ingin hari segera berganti
Oleh hangat pendar mentari
Terangi sepi di sanubari
Halau gelisah tiada tepiTetiba hujan turun menderas
Perlahan sikapnya berubah cemas
Rautnya tampak berpikir keras
Energi pun lemas terkuras
Ah, baiknya kini berdiam diri
Menanti jumpa kekasih hati
Sembari menghirup aroma wangi
Dari cangkir di kedai kopi
Semarang, 2015