Rabu, 29 Maret 2017

April Menggambar

Dulu waktu masih di Taman Kanak-kanak, saya pernah mewakili sekolah dalam perlombaan menggambar. Saya lupa di mana perlombaan itu berlangsung, tapi saya ingat kalau waktu itu saya tidak menjadi juara. Meski begitu, bisa dikatakan bahwa itu adalah prestasi tertinggi saya di bidang menggambar, menjadi wakil sekolah dalam perlombaan menggambar. Selanjutnya saya tidak menekuni bidang tersebut. Setiap kali mata pelajaran seni rupa dan guru memberi kami tugas menggambar, saya memang menyukainya, tapi saya tidak pernah berniat untuk menggambar dengan serius. Setiap adik saya mendapat tugas menggambar, biasanya saya jugalah yang mengerjakannya dengan senang hati. Meski hasilnya biasa-biasa saja, tapi saya senang melakukannya, tentu adik saya juga merasa senang karena dia tidak suka menggambar.

Setelah menyelesaikan proyek menulis selama bulan Februari 2017, saya ingin membuat lagi proyek sejenis, tapi kali ini adalah proyek menggambar. Sama seperti proyek menulis yang saya lakukan setiap hari, saya juga akan menggambar setiap hari selama bulan April 2017. Hanya saja saya tidak akan memposting gambar saya setiap hari di blog ini, saya akan mengunggahnya beberapa sekaligus secara bertahap yaitu pada tanggal 8, 16, 24 dan 30 April 2017. Saya tidak akan menggambar sesuatu yang rumit, yang sederhana saja. Saya juga tidak akan mewarnainya, hitam putih saja. Oh iya, proyek ini saya beri nama #aprilmenggambar saja. Iya, terlalu banyak kata saja. Ya sudah, begitu saja.

Jumat, 24 Maret 2017

Barangkali Kita Tidak Pernah Sembuh dari Patah Hati

Barangkali tidak ada orang yang benar-benar sembuh dari patah hati, entah itu karena cinta, kecewa pada seseorang, atau suatu keadaan. Kita hanya mengira kita sudah sembuh, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah kita hanya berangsur-angsur melupakan kejadian yang tak menyenangkan itu. Bisa jadi kita mengingat kejadian itu dan sudah tak merasakan sakit lagi. Kita kira kita telah sembuh.

Mungkin begini, otak kita telah melupakan (atau menyimpan ingatan itu ke tempat yang tidak terjangkau) kejadian tak menyenangkan tersebut. Kita telah melepaskan ingatan tentang sesuatu yang menyakitkan itu meski tanpa sadar perasaan sakit itu tetap tinggal selamanya dan bisa kambuh sewaktu-waktu. Ketika kambuh, kita seringkali tak mengetahui penyebabnya. Kita melampiaskannya pada sesuatu yang lain yang tak ada hubungannya seperti misalnya marah pada hal-hal sepele. Kita marah pada sesuatu padahal bisa jadi kemarahan itu berasal dari sesuatu yang lain di masa lalu. Mungkin dulu kemarahan itu muncul pertama kali saat kita belum mampu mengingatnya dengan sadar, atau kita ingat dengan sadar tapi merasa telah melupakannya. Dulu mungkin kita pernah terluka, kita lupa pada apa yang menyebabkan luka, tapi bekas lukanya tak pernah hilang, bahkan dapat memunculkan kembali kemarahan yang telah lalu.

Setiap orang pada dasarnya baik, setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci dan tak berdosa. Manusia tumbuh besar dengan melalui berbagai macam keadaan yang akan membentuknya menjadi seorang yang berbeda satu sama lain. Kita dibentuk dengan cara yang berbeda, dididik oleh orang-orang yang berbeda, di lingkungan dan situasi yang berbeda. Setiap kita memiliki sejarah yang tak sama. Itulah sebabnya kita dapat merespon sesuatu yang sama dengan berbeda.

Saya banyak bertemu dengan orang-orang. Ada yang ketus, ada yang ramah, ada yang setiap kali mengucapkan sesuatu seperti orang yang mau marah, ada yang baik hati, ada yang meremehkan. Jika ada orang yang bersikap buruk pada orang lain, saya sering berpikir, mungkin beban hidupnya berat, mungkin dia mempunyai masalah, mungkin dia sering disakiti dan belum mampu berdamai dengan masa lalunya yang pahit. Padahal setiap orang pasti punya masalah, pernah terpuruk dan jatuh, hanya saja tak semua orang pandai menutupi bahwa hidupnya bermasalah, beberapa malah menunjukkannya dengan memperlihatkan kebencian tanpa dasar yang jelas. Kadang orang bisa bersikap baik karena dia mempunyai kepentingan, tapi yang lebih baik tentu saja yang tak punya kepentingan apapun tapi tetap mau bersikap baik.

Kamis, 09 Maret 2017

Keinginan yang Menanti untuk Terwujud

Salah satu hal yang kadang terasa berat dalam hidup adalah bagaimana kita tersiksa oleh keinginan kita sendiri. Keinginan-keinginan yang perlu usaha ekstra keras untuk mewujudkannya. Ada kalanya saya merasa bingung dengan keinginan-keinginan saya sendiri, bagaimana keinginan itu seringkali membuat saya merasa lelah dan kadang putus asa dalam menjalani kehidupan. Meski rasanya sudah berusaha keras tapi kenyataannya ada faktor-faktor lain di luar diri yang terasa menghalangi karena saya tidak punya kuasa mengaturnya mempermudah jalan saya. Padahal hal tersebut sangat saya butuhkan keberadaannya untuk membantu memudahkan terwujudnya keinginan saya.

Kadang saya berpikir, bagaimana orang lain bisa mendapatkan sesuatu yang saya inginkan dengan mudah padahal rasanya bagi saya sepertinya tidak pernah semudah itu. Memang rasanya orang-orang lain bisa mendapatkan sesuatu yang sangat kita inginkan dengan begitu saja, namun belum tentu dia tidak berusaha, seringkali kita tidak pernah mengetahui seberapa kerasnya dia berusaha. Memang ada yang benar-benar mendapatkannya dengan sangat mudah dan pada kenyataanya memang tanpa banyak berusaha. Tapi saya pikir dunia ini adil, hidup manusia tidak selalu mudah pun tidak selalu susah. Kita diberi kemudahan dalam satu hal dan diberi kesusahan pada hal lain. Ketika kita diberi kesusahan atau kemudahan pasti karena ada sesuatu yang harus kita pelajari dari kesusahan dan kemudahan itu.

Yang sering terasa melelahkan adalah penantian yang rasanya tak berkesudahan. Sudah berusaha keras dengan melakukan semua hal yang saya bisa, tapi tak kunjung mendapatkan apa yang saya inginkan. Rasanya satu-satunya pilihan yang bisa saya lakukan adalah bertahan, menjaga kondisi fisik dan mental yang meski telah jatuh berkali-kali harus tetap punya kekuatan untuk bangkit lagi dan lagi. Setelah lelah melakukan usaha yang kita kira sudah maksimal, pada akhirnya yang harus dilakukan selanjutnya adalah menambah daya upaya untuk mewujudkan keinginan, cita-cita dan impian itu, tak lupa diiringi dengan doa agar selalu diberi kemudahan. Yang paling menyenangkan adalah munculnya perasaan lega setelah keinginan-keinginan itu terwujud.