Mungkin begini, otak kita telah melupakan (atau menyimpan ingatan itu ke tempat yang tidak terjangkau) kejadian tak
menyenangkan tersebut. Kita telah melepaskan ingatan tentang sesuatu yang
menyakitkan itu meski tanpa sadar perasaan sakit itu tetap tinggal selamanya
dan bisa kambuh sewaktu-waktu. Ketika kambuh, kita seringkali tak mengetahui
penyebabnya. Kita melampiaskannya pada sesuatu yang lain yang tak ada
hubungannya seperti misalnya marah pada
hal-hal sepele. Kita marah pada sesuatu padahal bisa jadi kemarahan itu berasal
dari sesuatu yang lain di masa lalu. Mungkin dulu kemarahan itu muncul pertama kali saat kita
belum mampu mengingatnya dengan sadar, atau kita ingat dengan sadar tapi merasa
telah melupakannya. Dulu mungkin kita pernah terluka, kita lupa pada apa yang
menyebabkan luka, tapi bekas lukanya tak pernah hilang, bahkan dapat memunculkan kembali kemarahan yang telah lalu.
Setiap orang pada dasarnya baik, setiap bayi dilahirkan
dalam keadaan suci dan tak berdosa. Manusia tumbuh besar dengan melalui
berbagai macam keadaan yang akan membentuknya menjadi seorang yang berbeda satu
sama lain. Kita dibentuk dengan cara yang berbeda, dididik oleh orang-orang
yang berbeda, di lingkungan dan situasi yang berbeda. Setiap kita memiliki
sejarah yang tak sama. Itulah sebabnya kita dapat merespon sesuatu yang sama
dengan berbeda.
Saya banyak bertemu dengan orang-orang. Ada yang ketus, ada
yang ramah, ada yang setiap kali mengucapkan sesuatu seperti orang yang mau
marah, ada yang baik hati, ada yang meremehkan. Jika ada orang yang bersikap
buruk pada orang lain, saya sering berpikir, mungkin beban hidupnya berat, mungkin
dia mempunyai masalah, mungkin dia sering disakiti dan belum mampu berdamai
dengan masa lalunya yang pahit. Padahal setiap orang pasti punya masalah, pernah terpuruk dan jatuh, hanya
saja tak semua orang pandai menutupi bahwa hidupnya bermasalah, beberapa malah
menunjukkannya dengan memperlihatkan kebencian tanpa dasar yang jelas. Kadang
orang bisa bersikap baik karena dia mempunyai kepentingan, tapi yang lebih baik
tentu saja yang tak punya kepentingan apapun tapi tetap mau bersikap baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar