#februaringeblogtiaphari | 23
Kupikir tak seorang pun mau diingat sebagai seseorang yang
buruk. Semua orang, kupikir, ingin diingat sebagai orang yang baik. Masalahnya,
banyak orang yang lupa atau tidak terpikir untuk berbuat baik pada sesamanya,
pada lingkungannya. Sebagian lain malah dengan sadar dan terang-terangan
melakukan sesuatu yang buruk pada lingkungan, menyakiti perasaan dan merugikan
orang lain, entah karena ego yang terlalu besar, minimnya rasa tanggung jawab,
kurangnya empati, atau ingin mendapatkan keuntungan lain. Mereka barangkali
tidak pernah berpikir bahwa perbuatan mereka akan memengaruhi jalan hidup
mereka di kemudian hari.
Contoh kasus :
1. Suatu hari kau meremehkan seorang teman karena
suatu hal. Di masa depan bukan
tak mungkin teman yang kau remehkan itu menjadi satu-satunya
orang yang kau
butuhkan bantuannya. Jika kau punya perasaan, kau akan merasa
sangat malu
karena dulu pernah meremehkannya. Jika dia berniat membalasmu, kau
sendiri yang
akan susah.
2. Kau terbiasa berbohong, mengingkari janji atau
melakukan hal buruk yang membuat
temanmu takkan percaya padamu lagi. Suatu hari
ada saat di mana kau memutuskan
untuk memulai bisnis dan ingin bekerjasama
dengan temanmu itu, Menurutmu
apakah temanmu mau memercayaimu untuk menjadi
partner bisnisnya? Kepercayaan
itu sangat penting, sekali rusak, maka akan
susah diperbaiki.
3. Kau memutuskan untuk berdagang dan berpikir
untuk mempublikasikan usahamu
pada teman-temanmu dengan harapan mereka bisa
menjadi pelanganmu. Jika di
masa lalu kau melakukan hal buruk pada mereka
apakah mereka akan tertarik untuk
membeli, atau bahkan menyebarluaskan
informasi tentang usahamu itu? Sementara
berteman dekat denganmu saja mungkin
mereka sudah tak ingin lagi.
4. Kau melakukan kesewenang-wenangan pada alam
seperti membuang sampah di
sungai atau menebang pohon sembarangan sehingga membuat
alam merasa perlu
menyeimbangkan dirinya kembali. Manusia menyebutnya sebagai
bencana alam,
seperti banjir atau tanah longsor. Kau mengambil keuntungan dari
alam, tapi tak
sadar bahwa suatu hari kau harus membayar mahal untuk itu.
Jadi kira-kira begini, ketika seseorang melakukan perbuatan
buruk, maka orang itu juga yang akan merasakan akibatnya kelak. Bahkan bisa
jadi orang lain yang tak bersalah juga ikut menanggung akibatnya. Ketika kita
melakukan hal buruk pada lingkungan dan makhluk hidup lain, itu artinya kita
sedang melakukan hal buruk pada diri kita di masa depan. Itu menandakan bahwa
apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada hari-hari kemudian.
Beberapa contoh kasus di atas mengajarkan bahwa untuk berbuat
baik tidak perlu menunggu saat kita membutuhkan bantuan, memulai bisnis, memulai
berdagang atau ketika mengalami musibah. Kita berbuat baik karena memang sudah
seharusnya berbuat baik, Kita berbuat baik karena kita juga ingin diperlakukan
dengan baik. Kita berbuat baik pada orang lain karena mereka adalah orang-orang
yang berarti bagi keluarga dan teman-teman mereka, jadi ketika kita berbuat
buruk pada mereka, kita juga menyakiti keluarga dan teman-teman mereka,
sebaliknya jika kita berbuat baik, keluarga mereka pun akan ikut berterima kasih.
Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu berusaha berbuat baik dan adil,
dimulai dari diri sendiri, agar kebaikan selalu bersama kita, keluarga kita,
teman-teman dan anak-cucu kita kelak.