Selasa, 28 Februari 2017

Misi Selesai

#februaringeblogtiaphari | 28

Ini adalah hari ke-28, hari terakhir di bulan Februari yang bukan tahun kabisat. Artinya hari ini adalah hari terakhir proyek menulis #februaringeblogtiaphari. Lega akhirnya bisa menjalankan proyek menulis ini dengan lancar. Lancar dalam arti, saya bisa konsisten menulis setiap hari, tidak pernah bolos. Mengenai kualitasnya, tentu saja masih perlu banyak belajar.

Saat akan memulai proyek menulis ini saya sangat bersemangat, tak sabar ingin segera menjalankannya. Beberapa hari setelah proyek ini berjalan, rasa malas mulai menggoda, tapi tentu saja saya harus menang melawan rasa malas itu, dan saya berhasil. Dalam hal ini saya belajar bahwa komitmen yang kuat itu penting dalam berlangsungnya suatu rencana.

Selama satu bulan ini ada kalanya saya bisa menulis dengan lancar, ada kalanya juga saya merasa malas menulis meski sudah terpikir beberapa ide tulisan. Yang paling susah tentu saja ketika saya sedang tak punya ide sama sekali tapi tetap harus menulis dan hal ini sering terjadi. Saat tak tahu harus menulis apa, saya tetap berusaha menuangkan apapun yang ada di pikiran saya, intinya saya harus tetap menulis, apapun itu. Seringkali malah hanya tulisan pendek, atau beberapa baris kalimat sederhana.

Kesimpulan saya setelah menjalankan proyek menulis ini adalah, menulis itu bukan pekerjaan mudah, perlu banyak latihan, konsistensi, referensi dan kesungguhan.

Senin, 27 Februari 2017

Seakan Dunia kan Hilang

#februaringeblogtiaphari | 27

Selalu ada hari di mana aku terus bertanya "Aku harus bagaimana?", meski seringkali aku sudah tahu jawabannya. Kadang aku tahu, tapi karena suatu hal sehingga tak mampu melakukannya. Kadang aku tahu, tapi banyak memikirkan konsekuensi-konsekuensi yang mengikutinya. Pada waktu yang lain aku tahu, tapi sedang merasa ingin diyakinkan atau ingin mendapat dukungan.

Kadang aku merasa tak tertarik pada apapun, saking lelahnya, saking seringnya kecewa. Dalam menjalani hidup yang tak seberapa lama tapi terasa panjang ini, ada saat di mana aku merasa semua orang seperti berusaha membuatku kecewa, marah, sedih. Padahal rasanya aku sudah tak berharap apa-apa, tapi entah bagaimana mereka selalu punya cara untuk mengganggu kedamaian hidupku.

Kurasa saat ini aku sedang berpikir negatif saja. Aku tahu, aku bukanlah orang paling menderita di dunia. Semua orang punya masalahnya sendiri, tentu saja. Memang kadang ada saat-saat di mana aku seperti ingin menjelajahi rumitnya pikiranku sendiri.


*Setelah bingung mencari judul tulisan ini akhirnya aku meminjam sebaris lirik lagu Kikan Namara yang berjudul 'Serasa' yang kudengarkan sambil menulis.

Minggu, 26 Februari 2017

Jalanan Malam yang Basah

#februaringeblogtiaphari | 26


pic source : here
Sepulang dari sebuah acara di tengah kota, aku mengendarai sepeda motor menuju rumah. Kulihat jalanan basah karena beberapa saat sebelumnya hujan. Hari baru saja menjelang malam, lampu-lampu jalan mulai dinyalakan. Aku melihat jejak-jejak ban di jalan. Entah sudah berapa banyak kendaraan yang melalui jalan yang pertama dibangun pada masa kolonial itu. Beberapa kendaraan selalu terlihat terburu-buru, dan seringkali membunyikan klakson yang tak perlu. Selalu ada genangan setiap habis hujan yang lumayan deras selama beberapa jam. Beberapa orang menghindarinya, beberapa melaluinya dengan pelan, beberapa yang lain melaluinya dengan kencang, tak peduli efek cipratan air yang mungkin mengenai pejalan kaki di pinggir jalan atau pemotor yang dilaluinya. Salah satu hal yang aku suka di jalanan malam sehabis hujan adalah lampu-lampu yang terpantul dengan lembut di jalanan aspal yang basah.

Sabtu, 25 Februari 2017

Selalu Ada Tapi

#februaringeblogtiaphari | 25

Tak kuingat-ingat tapi ingat
Ingin lupa tapi tak lupa
Terjadi sesuatu tapi tak ada apa-apa
Tak ada apa-apa tapi sesak
Tak bahagia tapi tersenyum
Sedih tapi tak menangis
Ada banyak orang tapi sepi
Sendiri tapi banyak penghuni
Menatap tapi menutup
Bersalaman tapi tak bergandengan
Bertemu tapi berlalu
Sebentar tapi tuk selamanya

Jumat, 24 Februari 2017

Anak Kecil di Tubuh Orang Dewasa

#februaringeblogtiaphari | 24

Kita adalah anak kecil yang terjebak di tubuh orang dewasa. Seperti anak kecil kita akan sedih dan menangis ketika sesuatu berjalan tak sesuai dengan keinginan, bedanya anak kecil akan menangis terang-terangan sedangkan orang dewasa akan menangis diam-diam.

Kita mencari hiburan, membeli mainan, mencari pengalihan-pengalihan, berpikir akan menghabiskan waktu dengan cara bagaimana, ingin sendiri saja atau dengan siapa untuk melupakan kesedihan kita. Mencari kesenangan-kesenangan, menyanyi, menonton film, mendengarkan musik, menulis atau menggambar, memainkan games, menonton pertandingan olahraga, jalan-jalan, bermain air, memanjat pohon, hujan-hujanan, berteriak, berlari, melamun, tidur, apapun. Hal-hal yang membuat bahagia akan otomatis membuat kita lupa akan kesedihan kita meski untuk sementara.

Ketika merasa tak mampu melakukan sesuatu sendiri kita akan berusaha mencari pertolongan. Kita selalu membutuhkan pertolongan. Kita masih anak kecil yang terjebak di tubuh orang dewasa.

Kamis, 23 Februari 2017

Menjadi Manusia yang Berbuat Baik

#februaringeblogtiaphari | 23

Kupikir tak seorang pun mau diingat sebagai seseorang yang buruk. Semua orang, kupikir, ingin diingat sebagai orang yang baik. Masalahnya, banyak orang yang lupa atau tidak terpikir untuk berbuat baik pada sesamanya, pada lingkungannya. Sebagian lain malah dengan sadar dan terang-terangan melakukan sesuatu yang buruk pada lingkungan, menyakiti perasaan dan merugikan orang lain, entah karena ego yang terlalu besar, minimnya rasa tanggung jawab, kurangnya empati, atau ingin mendapatkan keuntungan lain. Mereka barangkali tidak pernah berpikir bahwa perbuatan mereka akan memengaruhi jalan hidup mereka di kemudian hari.

Contoh kasus :
        1. Suatu hari kau meremehkan seorang teman karena suatu hal. Di masa depan bukan 
            tak mungkin teman yang kau remehkan itu menjadi satu-satunya orang yang kau 
            butuhkan bantuannya. Jika kau punya perasaan, kau akan merasa sangat malu 
            karena dulu pernah meremehkannya. Jika dia berniat membalasmu, kau sendiri yang 
            akan susah.
        2.  Kau terbiasa berbohong, mengingkari janji atau melakukan hal buruk yang membuat 
            temanmu takkan percaya padamu lagi. Suatu hari ada saat di mana kau memutuskan 
            untuk memulai bisnis dan ingin bekerjasama dengan temanmu itu, Menurutmu 
            apakah temanmu mau memercayaimu untuk menjadi partner bisnisnya? Kepercayaan 
            itu sangat penting, sekali rusak, maka akan susah diperbaiki.
        3.  Kau memutuskan untuk berdagang dan berpikir untuk mempublikasikan usahamu 
            pada teman-temanmu dengan harapan mereka bisa menjadi pelanganmu. Jika di 
            masa lalu kau melakukan hal buruk pada mereka apakah mereka akan tertarik untuk 
            membeli, atau bahkan menyebarluaskan informasi tentang usahamu itu? Sementara 
            berteman dekat denganmu saja mungkin mereka sudah tak ingin lagi.
        4.  Kau melakukan kesewenang-wenangan pada alam seperti membuang sampah di 
            sungai atau menebang pohon sembarangan sehingga membuat alam merasa perlu 
            menyeimbangkan dirinya kembali. Manusia menyebutnya sebagai bencana alam, 
            seperti banjir atau tanah longsor. Kau mengambil keuntungan dari alam, tapi tak 
            sadar bahwa suatu hari kau harus membayar mahal untuk itu.

Jadi kira-kira begini, ketika seseorang melakukan perbuatan buruk, maka orang itu juga yang akan merasakan akibatnya kelak. Bahkan bisa jadi orang lain yang tak bersalah juga ikut menanggung akibatnya. Ketika kita melakukan hal buruk pada lingkungan dan makhluk hidup lain, itu artinya kita sedang melakukan hal buruk pada diri kita di masa depan. Itu menandakan bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada hari-hari kemudian.

Beberapa contoh kasus di atas mengajarkan bahwa untuk berbuat baik tidak perlu menunggu saat kita membutuhkan bantuan, memulai bisnis, memulai berdagang atau ketika mengalami musibah. Kita berbuat baik karena memang sudah seharusnya berbuat baik, Kita berbuat baik karena kita juga ingin diperlakukan dengan baik. Kita berbuat baik pada orang lain karena mereka adalah orang-orang yang berarti bagi keluarga dan teman-teman mereka, jadi ketika kita berbuat buruk pada mereka, kita juga menyakiti keluarga dan teman-teman mereka, sebaliknya jika kita berbuat baik, keluarga mereka pun akan ikut berterima kasih. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu berusaha berbuat baik dan adil, dimulai dari diri sendiri, agar kebaikan selalu bersama kita, keluarga kita, teman-teman dan anak-cucu kita kelak.

Rabu, 22 Februari 2017

Hari Ini

#februaringeblogtiaphari | 22

Hari ini aku sarapan telur dadar
Hari ini aku minum susu coklat
Hari ini aku makan gorengan
Hari ini aku melihat langit yang gelap
Hari ini aku kehujanan
Hari ini aku pakai jas hujan warna merah
Hari ini aku ketiduran setelah mandi sore
Hari ini aku hampir lupa menulis
Hari ini aku berbicara denganmu
Hari ini aku ingat masa lalu
Hari ini aku senang⁠⁠⁠⁠

Selasa, 21 Februari 2017

Menangis-Tersenyum

#februaringeblogtiaphari | 21

Menyadari perpisahan dan ingin menangis
Meringkuk di tempat tidur dan ingin menangis
Membayangkan pertemuan kelak dan ingin menangis
Memutar lagu-lagu sedih dan ingin menangis
Duduk di pinggir pantai dan ingin menangis
Mendengarkan suara ombak dan ingin menangis
Memandang matahari terbenam dan ingin menangis

Mengingat percakapan-percakapan kemudian tersenyum
Meminum coklat dingin kemudian tersenyum
Merasakan embusan angin di punggung bukit kemudian tersenyum
Mendengarkan gemerisik pohon kemudian tersenyum
Berbaring di atas rumput menatap langit cerah kemudian tersenyum
Menikmati bebintang di gelap malam kemudian tersenyum
Memandang matahari terbit kemudian tersenyum


2016




*saya menulis ini pada hari ke-19 di bulan September tahun lalu dan saat mem-posting-nya hari ini tiba-tiba saya ingin menyanyi "Waktu yang Tepat Untuk Berpisah" dari Sheila On 7

Senin, 20 Februari 2017

Rasa yang Terbit dan Terbenam

#februaringeblogtiaphari | 20

Prau, 2015
Pagi tadi saya merasa bahagia, entah karena mengingat seorang kawan atau memang mood saya sedang bagus. Yang pasti hampir seharian ini kepala saya dipenuhi bayangan-bayangannya. Ada banyak hal yang ingin saya biacarakan dengannya, tapi tentu saja pembicaraan itu hanya terjadi di dalam kepala saya saja. Saya sudah lama tidak bertemu dengannya, saya pun tak mencarinya.

Saya jadi berpikir, ingatan saya tentangnya seperti matahari, yang terbit di pagi hari dengan semangat dan terbenam dengan tenang saat menjelang malam. Di pagi hari saya bahagia karena mengingat seseorang, sorenya saya merasa sedih karena mengingat orang yang sama. Seperti rasa bahagia saat bertemu dengannya, dan rasa sedih ketika harus berpisah. Barangkali saya memang sedang merindukannya.

Minggu, 19 Februari 2017

Tips Saat Dikejar Deadline

#februaringeblogtiaphari | 19

Bagi para pekerja di dunia kreatif pasti sudah tak asing lagi dengan istilah deadline. Deadline adalah istilah yang digunakan untuk menyebut batas waktu yang diberikan dalam menyelesaikan pekerjaan, seringkali pekerjaan yang berhubungan dengan kreativitas. Biasanya kalau deadline-nya cukup lama, kita justru terlena saking santainya. Padahal saat pertama kali mendapatkan brief pekerjaan tersebut bisa jadi kita merasa sangat bersemangat untuk mengerjakannya dan tak sabar untuk segera bermain dengan ide-ide yang ada di kepala.

Bekerja di bidang kreatif brarti kita harus bisa menemukan ide-ide segar yang akan membuat klien kita senang agar mau terus bekerja sama dengan kita. Masalahnya ide kadang tidak muncul ketika dicari-cari. Saking asiknya menghabiskan hari demi hari mencari-cari ide, tahu-tahu deadline sudah di depan mata. Bahaya sekali jika kita sampai tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline yang telah ditentukan. Selain membuat reputasi kita buruk, melewatkan deadline juga dapat membuat klien kecewa dan bisa-bisa tidak dipercaya lagi oleh klien untuk mengerjakan proyek-proyek selanjutnya.

Nah, gimana caranya agar kita bisa ngebut menyelesaikan pekerjaan ketika deadline sudah sangat mepet? Simak tips berikut ini:

      1.  Persiapkan diri
     Sebelum mengerahkan segala kemampuan (tenaga dan pikiran), terlebih dulu 
     persiapkan diri dengan sebaik-baiknya, misalnya makan dan minum yang cukup,   
     buang air kecil (atau besar), cuci muka, stretching, dan hal-hal lain yang membuat 
     kita bisa mengerjakan pekerjaan dengan lancar tanpa ada interupsi seperti rasa lapar          atau tiba-tiba ingin buang air.
      2.  Persiapkan peralatan
     Siapkan semua peralatan yang diperlukan, misalnya laptop, akses internet, notes,     
     pulpen, dll. Pastikan semua dalam kondisi yang baik agar tidak mengganggu 
     pekerjaan yang akan diselesaikan.
      3.  Matikan telepon
     Matikan telepon dan semua alat komunikasi yang dapat mengganggu saat kita sedang          mengerjakan pekerjaan kita. Hindari membuka socmed karena biasanya kita mudah 
     tenggelam dalam keriuhan sosial media, apalagi kalau sedang ada topik seru, saking
     asiknya kita jadi lupa bahwa sedang ada deadline yang menanti.
      4.  Kumpulkan semua data
     Kumpulkan semua data dan informasi yang diperlukan yang berkaitan dengan       
     pekerjaan sehingga kita tak perlu terhenti saat sedang bekerja karena kurangnya   
     data.
      5.  Fokus
     Untuk sementara, lupakan deadline yang sudah mepet. Fokus pada apa yang harus 
     dikerjakan membuat kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat.                Kerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk mengolah data dan informasi. Pikirkan   
     semuanya secara sederhana agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efekif dan   
     efisien.
      6.  Tetap tenang
     Penting sekali untuk tetap tenang. Memang deadline sudah mepet, tapi terlalu 
     terburu-buru menyelesaikannya tidak akan membuat pekerjaan menjadi cepat 
     selesai, salah-salah malah membuatnya justru menjadi kacau. Ketika tiba-tiba pikiran
     sedang buntu tak ada salahnya berhenti sebentar dan tarik nafas dalam-dalam. Hal
     ini membantu kita tetap tenang dan mengalirkan oksigen ke otak sehingga dapat
     menjadi lebih lancar dalam berpikir.
      7.  Pasang Musik
     Beberapa orang bisa bekerja dengan lebih nyaman dengan diiringi musik. Untuk jenis
     orang seperti ini bukan tak mungkin alunan musik dapat memberikan tambahan ide-
     ide segar bagi pekerjaan kreatif yang sedang dikerjakan.
      8.  Motivasi diri
     Terus memotivasi diri untuk menumbuhkan semangat. Tak ada salahnya memberi
     hadiah pada diri sendiri ketika berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik
     sebelum deadline, misalnya mentraktir diri sendiri makan makanan favorit atau
     memberi treatment spa atau pijat pada tubuh setelah lelah bekerja.

Demikian tips yang dapat dicoba untuk dilakukan ketika kita harus ngebut mengejar deadline pekerjaan. Jangan lupa untuk selalu berusaha meningkatkan kreativitas, agar kemampuan kreatif kita semakin berkembang pada proyek-proyek selanjutnya.

*tulisan ini sebenarnya saya buat untuk dikirimkan ke media online, tapi tidak jadi. Karena sedang tidak tahu mau posting apa, maka saya mempostingnya di sini.

Sabtu, 18 Februari 2017

Tak Ingin

#februaringeblogtiaphari | 18

Tak ingin
Berjumpa denganmu lagi
Senyumku sepenuh hati
Wajahku terlalu berseri
Tatapanku penuh arti

Tak ingin
Punya kepentingan
Yang tak sekadar berteman
Kemudian mencari-cari alasan
Agar tetap berhubungan

Tak ingin
Kamu menyadari
Namun berdiam diri
Karena tak sehati
Kemudian berangsur pergi


2016

*karena saya nggak tau mau posting apa, ini puisi yang saya tulis pada bulan Mei tahun lalu

Jumat, 17 Februari 2017

Hari Ini Saya Cerewet Sekali

#februaringeblogtiaphari | 17

Kalau kemarin saya menulis tentang berpikir terlalu banyak, sepertinya hari ini saya berbicara terlalu banyak. Hari ini saya bertemu dengan beberapa teman, selain mengobrol langsung, saya juga chat dengan beberapa teman yang lain. Pokoknya hari ini saya cerewet sekali.

Ini bukan hal yang aneh sih jika saya mengobrol atau chat dengan beberapa teman, tapi hari ini tidak seperti biasanya. Saya merasa mungkin sedikit terlalu bersemangat. Saya berbicara tentang banyak hal pada banyak orang. Saya pikir saya mengetahui penyebabnya, tapi sedang tak ingin membahasnya.

Saking semangatnya, saya sampai hampir lupa menulis hari ini, untung segera teringat. Tentu saja saya senang punya teman yang mau mendengarkan dan menyimak kata-kata saya. Kemudian saya berpikir, sepertinya saya sedikit aneh hari ini, tapi saya bersyukur. Apapun itu semoga hari ini membawa manfaat untuk saya dan teman-teman saya.

Kamis, 16 Februari 2017

Berpikir Terlalu Banyak

#februaringeblogtiaphari | 16

Saya termasuk tipe orang yang terlalu banyak berpikir. Sepertinya dalam 24 jam sehari saya terus-terusan berpikir tentang banyak hal, tentang apapun. Sesuatu yang telah saya lakukan, sedang saya lakukan bahkan yang belum saya lakukan. Barangkali saya baru bisa berhenti berpikir saat saya sedang tidur. Berpikir itu bagus, tentu saja. Tapi jika berlebihan sepertinya itu tidak baik. Seperti yang sering dikatakan oleh banyak orang, bahwa sesuatu yang berlebihan meskipun baik itu tidak ada bagusnya. Kegiatan berpikir dan tidak berpikir harus sama banyaknya, karena tentu saja dunia ini perlu keseimbangan agar tidak timpang. Saya pun bisa merasakan hal-hal negatif akibat terlalu banyak berpikir.

Saya memikirkan hampir semua hal, dari yang penting sampai ke yang tidak penting sama sekali, dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Rasanya apa yang saya pikirkan itu tak habis-habis. Apalagi saya orang yang mudah terdistraksi. Misalnya saat sedang berpikir tentang sesuatu, saya bisa tiba-tiba teralihkan pada pikiran lain. Ketika saya sedang atau akan mengerjakan sesuatu kemudian teralihkan, saya tiba-tiba lupa apa yang baru saja akan saya lakukan. Saya harus mengingat-ingatnya dulu, atau bisa tiba-tiba ingat sendiri.

Terlalu banyak berpikir juga mengganggu produktivitas. Waktu menjadi habis hanya untuk berpikir saja sehingga saat akan mengerjakan apa yang kita pikirkan, kita sudah lelah karena energi habis untuk berpikir. Saya membaca artikel di sana dan di sini bahwa berpikir berlebihan bisa berbahaya untuk kesehatan, misalnya menjadi miskin ingatan dan menjadi depresi. Selain itu terlalu banyak berpikir membuat kita kesulitan mengerjakan sesuatu yang sederhana. Hal ini saya rasa ada hubungannya dengan sikap sering menunda. Sepertinya saya harus mulai berusaha mengendalikan pikiran saya agar bisa berpikir secukupnya.


Rabu, 15 Februari 2017

Bertemu Kawan

#februaringeblogtiaphari | 15

Sudah lama tak mengobrol panjang dengan seseorang. Tadi siang bertemu dengan seorang kawan, mengobrol kesana-kemari, membahas tentang masa lalu, kenangan-kenangan, hari-hari belakangan, sampai masa depan yang masih terlihat abu-abu.

Kami bertemu di sebuah tempat nongkrong yang menjadi satu dengan mini market. Kami kadang bertemu jika sedang sama-sama tak sibuk. Kemarin aku berpesan kepadanya untuk membawa sebuah buku yang akan kupinjam, aku juga meminjaminya buku yang baru saja selesai kubaca kemarin.

Kami makan es krim dan semacam sup. Sayang supnya kurang hangat, tapi tetap enak. Kami mengobrol lama sambil menunggu hujan reda. Hari belum terlalu malam dan masih gerimis saat kami pulang.

Selasa, 14 Februari 2017

Rindu Bertemu

#februaringeblogtiaphari | 14

Aku ingin bertemu denganmu, duduk berdua, saling bercerita dan saling mendengarkan, di mana saja bukan masalah. Kita bisa berbicara tentang musik, film terbaru, atau buku-buku. Kadang kita menghabiskan waktu di kedai kopi yang nyaman dan tidak terlalu ramai. Aku akan memesan coklat dingin. Minuman favoritmu, aku belum tahu. Kita menghabiskan berjam-jam di situ, aku tak merasa bosan yang penting aku denganmu. Aku juga ingin mengajakmu ke tempat dengan suasana alam, seperti gunung atau pantai. Kau suka yang mana?

Bagaimana kalau sebulan sekali kita berlibur ke tempat yang sedikit jauh? Aku ingin naik kereta. Kita belum pernah naik kereta berdua. Ke manapun tujuannya, asal kita bersama. Aku akan duduk di dekat jendela, melihat pemandangan yang terus bergerak dan berganti dengan pemandangan lain. Di separuh perjalanan, kita berdua merasa lapar, kau memesan nasi goreng dan aku memesan satu cup mie instan, kita makan berdua. Aku minum air mineral saja, kau mau kopi atau teh?

Kemarin aku membeli buku baru, sebuah novel remaja, tokoh utama laki-lakinya senang berkhayal dan pintar melucu, mengingatkanku padamu. Kau tahu, aku selalu senang dengan seseorang yang tahu bagaimana cara berkomunikasi. Kau tahu menempatkan diri. Apakah semua orang tahu bahwa mengobrol denganmu itu menyenangkan? Jika tidak, maka aku sangat berterima kasih kau membiarkanku mengetahuinya. Kita akan terus saling bercerita dan mendengarkan sampai kita tua. Tapi sekarang aku masih harus menunggu, meski sangat rindu bertemu.

Senin, 13 Februari 2017

Saya Ingin Mendengarkan Lagu Sedih

#februaringeblogtiaphari | 13

Tau lagunya Efek Rumah Kaca yang Cinta Melulu? Lagu ini adalah single yang release pada tahun 2008. Jika mendengar liriknya, jelas sekali itu adalah lagu kritikan untuk industri musik Indonesia yang kebanyakan lagu-lagunya bertemakan cinta. Sejak awal kemunculannya, band ini memang membuat lagu-lagu yang menyampaikan kritik, dari kehidupan sosial hingga politik. Salah satu sindiran pada lagu Cinta Melulu terlihat pada liriknya, “Elegi patah hati… Ode pengusir rindu… Atas nama pasar semuanya begitu banal”. Bagaimana lagi, kebanyakan lagu-lagu laris memang yang bertemakan cinta, terutama yang sedih-sedih. Dulu saya tak terlalu suka mendengar lagu-lagu sedih, apalagi yang membuat orang tak bersemangat dan terpuruk dalam keputusasaan. Saya tidak mau menjadi orang putus asa yang sedih berkepanjangan. Itu dulu.

Sejak beberapa tahun saat saya merasa sedih, saya jadi ingin mendengar dan menikmati lagu-lagu sedih. Oh iya, ngomong-ngomong lagu-lagu sedih tidak hanya ada di genre musik pop atau melayu. Karena genre musik yang lebih sering saya dengar adalah rock, folk dan sejenisnya, jadi saya mendengar lagu sedihnya dari genre itu. Sebenarnya kebanyakan musik rock atau slow rock justru memiliki lirik yang dalam dan melodi yang menyentuh, hanya saja karena musiknya rock dan suara vokalisnya terdengar maskulin jadi sering dipersepsikan garang, sehingga menjadi terkesan macho dan tidak menye-menye padahal melodi dan liriknya kadang malah lebih menyesakkan perasaan. Nah, pada saat saya sedang sedih, biasanya saya jadi ingin mendengarkan lagu-lagu sedih agar kesedihan saya cepat habis. Intinya saya ingin mengekspresikan dengan total kesedihan saya melalui lagu-lagu sedih tersebut. Saat emosi kesedihan saya sudah habis, saya berharap perasaan saya akan menjadi normal kembali.

Kembali ke Cinta Melulu dari Efek Rumah Kaca, saya pikir ada benarnya bahwa seharusnya industri musik menghasilkan warna musik dan tema yang bervariasi, agar tidak monoton, misalnya seperti lagu tentang mimpi dan cita-cita atau tentang lingkungan. Memang sudah ada lagu dengan tema-tema tersebut, hanya saja tidak banyak dan kurang populer. Kebanyakan penikmat musik memang menyukai lagu-lagu jenis cinta-cintaan, sehingga perusahaan recording mau tidak mau mengikuti selera pasar demi keberlangsungan perusahaannya. Sesuai rumusnya bahwa permintaan dan penawaran selalu berbanding lurus. Mengapa lagu-lagu cinta yang sedih lebih laris dibandingkan lagu jenis lain? Saya pikir karena lagu seperti itu menyentuh insight kebanyakan orang. Karena pada dasarnya hidup ini didominasi oleh kesedihan, sehingga manusia sering ingin mendapatkan hiburan, mencari pengalihan, memburu kebahagiaan dengan berbagai cara. Nah ketika mendengar lagu sedih, setidaknya mereka merasa tidak sendirian, merasa bahwa mereka bukan satu-satunya yang merasakan kesedihan itu. Atau bisa saja mereka jadi merasa lebih baik dari pada kesedihan yang digambarkan dalam lagu itu.

Menurut para peneliti dari Jepang, ada manfaat positif dari mendengarkan musik sedih, bahwa musik yang sedih dapat membangun emosi positif. Para peneliti menjelaskan musik sedih mampu membangkitkan emosi yang berlawanan. Hal ini karena kita merasa musik sedih lebih tragis, kurang romantis, dan kurang gembira ketimbang kondisi kita saat mendengarkan musik tersebut. Dalam penelitian, umumnya musik sedih menginduksi kesedihan pendengar. Nah, kesedihan dianggap sebagai emosi yang tidak menyenangkan. Jika musik sedih hanya membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan, tentu tidak ada yang mau mendengarkan. Tapi ternyata ditemukan bahwa musik yang dianggap sedih sebenarnya juga menginduksi emosi romantis dan membangun suasana positif. Inilah yang kemudian membuat beberapa orang menyukai alunan musik sedih (mengenai penelitian ini lengkapnya bisa dibaca di sini). Jadi sebenarnya tidak apa-apa jika ingin menikmati kesedihan dengan mendengarkan lagu-lagu sedih karena itu justru membantu kita membangun emosi positif dan membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Minggu, 12 Februari 2017

Selamat Hari Hujan

#februaringeblogtiaphari | 12

Hari ini masih seperti hari-hari kemarin, mendung seharian. Air hujan tumpah dari awan mendung berwarna putih kadang-kadang, dari pagi hingga malam. Aku suka hujan, aku suka suasana yang dibawanya, sejuk, menenangkan. Bagiku hujan adalah pembawa kebahagiaan, semoga selalu. Dulu aku pernah menanti sebuah kabar gembira. Kabar itu datang kemudian, bersamaan dengan hujan pertama setelah kemarau yang terasa panjang. Aku senang sekali, bahagiaku bertambah menjadi dua kali lipat.

Aku memang suka hujan, tapi bukan berarti aku membenci kemarau, bukan berarti aku tak menyukai hari yang panas atau hari yang cerah. Menyukai sesuatu, bukan berarti membenci sesuatu lain yang berlawanan. Tentu saja aku selalu menikmati suasana apapun, aku menikmati hari yang cerah, langit yang berwarna biru dan angin yang hangat, tapi aku memang lebih menikmati suasana hujan dan angin yang terasa sejuk.

Dalam hidup ini memang ada hal-hal yang tak sesuai keinginanku. Tapi kupikir memang harus begitu, agar ada keseimbangan, jadi santai saja. Yang penting tidak lupa mengingatkan diri untuk selalu bersikap baik. Meski banyak hal yang tak sesuai keinginan, ada lebih banyak lagi hal yang patut disyukuri. Aku tidak ingin menghitung-hitungnya, tapi kukira memang lebih banyak.

Aku bersyukur untuk semua hal yang terjadi pada hidupku, dari aku lahir sampai hari ini, dan sampai hari-hari setelah hari ini. Terima kasih untuk keluargaku, teman-temanku dan semua yang sempat dan masih menjadi bagian dalam hidupku. Semoga hidup kita bermanfaat dan kita selalu bisa menyelesaikan setiap persoalan dengan baik. Semoga hati kita selalu damai, tenang dan bahagia, seperti hujan yang sering menghadirkan suasana nyaman untukku.

Selamat hari hujan, semoga banjir kebahagiaan.

Sabtu, 11 Februari 2017

Mendung dan Ingin Sendiri

#februaringeblogtiaphari | 11

Hari ini mendung seharian. Tadi pagi, saat bangun tidur, di luar sudah hujan entah sejak kapan. Selanjutnya berselang seling hujan reda-turun-reda, beberapa kali, sampai saat aku mau tidur lagi. Hujannya tidak deras, jadi semoga tak ada daerah yang banjir. Udara di kota Semarang jadi seperti di pegunungan, sejuk. Aku suka. 

Kemarin aku mempunyai rencana berkemah malam ini untuk esok paginya mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama di gunung Ungaran. Niat itu kuurungkan, karena di sana pasti ramai. Kupikir aku sedang ingin sendiri saja malam ini. Mungkin aku justru akan merindukan kamarku jika aku jadi pergi, tapi untung tidak jadi.

Aku keluar rumah hanya tadi pagi, ada acara di Balaikota, sempat hujan-hujanan juga. Saat siang, aku sudah kembali ke rumah. Selanjutnya, sisa hari kuhabiskan hanya di rumah saja. Tidur siang, sore bangun, mandi, makan malam di depan televisi menyala yang acaranya entah apa. Setelah itu, di kamar saja, menyelesaikan bacaan, meminum dua mug coklat hangat, dan sedikit menulis.

Jumat, 10 Februari 2017

Hidup dengan Pelan

#februaringeblogtiaphari | 10

Hidup saya berjalan lebih pelan dari pada kebanyakan orang. Namun ada kalanya saya bergerak lebih cepat ketika, 1. Terlambat menghadiri acara penting; 2. Saya tahu saya sedang ditunggu. Itu pun tetap jenis terburu-buru yang aman, tidak sampai hilang fokus apalagi ugal-ugalan. Selebihnya saya bergerak dengan santai, tidak terburu-buru. Kadang berhenti beberapa waktu, karena menyadari bahwa jeda itu perlu. Meski santai, saya tahu saat saya harus melakukan ini dan itu. Saya tahu saat saya harus terus berjalan atau berhenti, berbelok ke kanan atau ke kiri. Saya berusaha tak mengabaikan tanggung jawab saya.

Waktu bergerak dengan cepat, dunia berubah seperti dalam sekerjap mata. Apa yang hari ini menjadi sesuatu yang hits, di hari esok bisa menjadi sesuatu yang basi. Apa yang hari ini diagung-agungkan orang, esok bisa menjadi sesuatu yang tak ada harganya sama sekali. Masih ingat fenomena ikan lohan, tanaman gelombang cinta dan batu akik yang pernah dihargai ratusan juta itu? Sekarang bagaimana kabarnya? Fenomena-fenommena tersebut adalah beberapa contoh yang menunjukkan bahwa waktu dapat dengan mudah membolak-balikkan keadaan. Sesuatu yang kita punya dan banggakan di depan orang-orang hari ini bisa jadi hilang dan tak berarti bagi mereka di kemudian hari. Ini juga merupakan salah satu bukti bahwa sesuatu yang mengalami kejayaan dalam proses yang terlalu cepat dan tergesa seringkali tak dapat bertahan lama.

Hidup saya berjalan lebih pelan jika dibandingkan teman-teman lain seusia saya. Entah mengapa tapi saya butuh waktu lebih lama untuk menerima bahwa sesuatu itu perlu. Saya merasa lebih menikmati hidup dengan berjalan pelan, merasakan embusan angin, melihat pohon-pohon menari dengan suara daun-daunnya yang bersentuhan satu sama lain. Bayangkan jika pemandangan seperti itu terjadi dengan pelan. Seperti yang sering kita lihat di film-film, adegan apapun dengan slow motion terasa lebih puitis. Entah itu adegan dua orang yang bertemu untuk pertama kalinya dan kelak saling jatuh cinta, adegan seorang jagoan berjalan pelan menjauhi ledakan besar yang ada di belakangnya, atau rumput yang bergoyang pelan tertiup angin. Bahkan saya percaya ketika seseorang memutar ulang kenangan dia akan melihat adegan di masa lalu dalam gerak lambat di dalam kepalanya. Mengapa? Karena kita mengingat setiap detail kenangan itu. Jadi, bergerak lebih pelan salah satunya adalah untuk merasakan suatu kejadian secara keseluruhan, mengambil pelajaran pada setiap detailnya, karena hidup adalah pengetahuan. Intinya meskipun hidup saya berjalan pelan, saya justru lebih menikmatinya dan yang penting saya yakin, saya selalu sampai ke titik di mana saya seharusnya berada, tepat pada waktunya. Tepat waktu untuk setiap orang kan berbeda, karena yang sedang kita jalani adalah kehidupan.

Karena saya tahu persis bahwa saya tak mungkin melawan ganasnya waktu, saya memilih untuk pelan saja. Karena secepat apapun kita, waktu terus berjalan dengan lebih cepat, tak pernah berhenti. Jika kita menghabiskan hidup hanya untuk berlomba dengan waktu, kita justru akan kehilangan makna. Kadang saya merasa terjebak di masa lalu atau bingung mencemaskan hari esok, sehingga mengabaikan hari ini, padahal saya tahu bahwa saya hidup pada hari ini, saat ini. Kadang juga saya lupa, hal-hal yang ada pada hari ini adalah hasil dari keputusan-keputusan saya di masa lalu. Pada akhirnya saya harus selalu ingat untuk berusaha melakukan hal yang benar hari ini, sehingga hari esok tak perlu dicemaskan lagi. Hidup dengan pelan, bisa jadi merupakan wujud rasa syukur pada setiap detik yang kita punya dalam hidup ini. Hidup dengan pelan membuat saya lebih tenang, mampu berpikir dengan jernih dan dapat meminimalisir kecemasan-kecemasan.

Kamis, 09 Februari 2017

Selalu Ada Puncak untuk Dituju

#februaringeblogtiaphari | 9

Mengejar impian memang menyenangkan. Dalam perjalanannya bisa jadi kita akan merasa lelah dan ingin menyerah, tapi bayangan tentang puncak membuat kita ingin segera sampai di sana. Kita pikir kita akan merasa menjadi manusia paling bahagia ketika berada di sana. Selalu mengingat-ingat tujuan memang penting agar kita tetap fokus dan semangat meski telah jatuh berkali-kali.

Saat sudah di puncak setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan tentu kita akan merasa bahagia. Energi yang sebelumnya terkuras rasanya kita dapatkan kembali, lebih besar malah. Di puncak kita bisa beristirahat, bersyukur, menikmati kemenangan, tapi kemudian kita harus turun lagi. Di puncak memang indah, menyenangkan, kita bisa berteriak sekencang-kencangnya saking senangnya. Tapi kita tak bisa selamanya ada di sana. Kita harus turun kembali ke bawah, ke tempat asal, pulang ke rumah, karena sumber energi ada di sana.

Setelah turun, selanjutnya kita kumpulkan energi untuk mengejar puncak lagi. Intinya, ketika satu impian telah tercapai, kita kejar impian yang lain lagi. Harus selalu ada puncak untuk dituju, karena hidup tanpa punya tujuan sungguhlah hampa.

Rabu, 08 Februari 2017

Semoga

#februaringeblogtiaphari | 8

yang rajin meminta
tak malas memberi

yang rajin meminjam
tak malas mengembalikan

yang rajin bepergian
tak malas berpamitan

yang rajin berjanji
tak malas menepati

yang rajin bercita-cita
tak malas berusaha

yang rajin bertualang
tak malas pulang

semoga....

Selasa, 07 Februari 2017

Cita-Cita Saya Banyak

#februaringeblogtiaphari | 7

Saya nggak tau mau bahas apa hari ini, yang pasti saya pengen bahas yang ringan-ringan aja. Rasanya saya kayak orang nggak punya banyak energi buat nulis. Powerless banget. Iya saya tau, hampir nggak ada bedanya sama alesan yang kemarin. Tapi… begitulah. Malah sepertinya hari ini lebih parah. Tentu aja proyek menulis ini harus tetep jalan terus. Karena kalo nggak nanti malah saya tambah lemes, karena merasa telah merusak rencana saya sendiri. Saya harus tetep nulis, kecuali kalo saya lupa atau ada alesan penting lain, tapi semoga nggak.

Kali ini saya pengen bahas cita-cita. Setiap anak kecil kan pasti sering ditanya kalo udah gede nanti mau jadi apa. Jawaban saya dulu adalah, saya pengen jadi arsitek dan bikin rumah sakit, buat tempat kerja temen-temen saya yang cita-citanya jadi dokter. Alesannya ya karena dulu saya suka menggambar meski nggak jago. Kalo jaman sekarang, anak-anak yang suka menggambar, pilihannya udah banyak, bisa jadi graphic designer, animator, illustrator atau profesi lain yang berhubungan dengan menggambar dan punya masa depan yang menjanjikan.

Pas lulus SMA, saya pernah selintas kepikiran mau kuliah di Fakultas Seni Rupa, tapi ibu saya bilang, “di seni rupa mau ngapain?”. Saya nggak yakin juga sebenernya, jadi ya udah saya nggak mendaftar. Saya juga dulu sempat disuruh mendaftar jurusan ekonomi, katanya sih biar gampang cari kerja. Sebenernya saya nggak suka, tapi ya udah kan cuma mendaftar aja. Untunglah saya nggak lolos. Akhirnya saya kuliah di jurusan komunikasi dan saya senang. Meski melalui beberapa proses yang nggak mudah, akhirnya saya lulus juga. Mata kuliah di jurusan komunikasi banyak yang saya suka, dan ilmunya juga berguna buat saya karena nyambung dengan pekerjaan saya sekarang. Memang melakukan sesuatu itu harusnya tidak dengan terpaksa, yang penting kita suka. Kalo kita suka, maka semua akan baik-baik aja.

Saya senang sekarang saya berprofesi sebagai copywriter. Dulu saat mengerjakan tugas akhir di perpustakaan wilayah provinsi, saya malah seharian membaca buku tentang periklanan. Hari itu saya asik membaca buku dan nggak jadi ngerjain tugas. Karena bukunya enak dibaca, jadinya saya nggak bisa berhenti. Dari situ awalnya saya mengenal dan tertarik pada copywriting. Beberapa tahun kemudian, saya menjadi seorang copywriter. Meski jaman udah maju, tapi banyak juga yang nggak tau profesi ini, kadang bingung juga jelasinnya, tapi ya nggak apa-apa sih, yang penting saya suka.

Saya masih punya beberapa cita-cita lain, dua diantaranya sedang saya usahakan. Selain itu masih ada beberapa lagi sih, tapi saya mau mewujudkan yang dua itu dulu. Banyak ya? Ya namanya juga hidup, nggak apa-apa kan punya banyak cita-cita biar hidup lebih berwarna.

Senin, 06 Februari 2017

Mau atau Nggak Mau, Bukan Bisa atau Nggak Bisa

#februaringeblogtiaphari | 6

Hari ini saya agak kurang bersemangat nih nulisnya, padahal udah kepikiran topik yang menurut saya lumayan bagus. Mungkin karena kurang tidur, cuaca yang nggak enak, badan yang kurang fit atau lagi agak banyak kerjaan. Masalahnya saya tetep harus nulis, demi konsistensi yang perlu dijaga. Topik yang tadi saya pikirin emang mendingan ditunda dulu karena kalo nulisnya kurang sepenuh hati, nanti jadinya malah nggak maksimal. Iya, itu alesan aja sih, sebenernya saya lagi males aja. Ya masa rajin terus, kan capek… ya kan? Kan kita harus menjaga keseimbangan. Oke maap, ini kalo diterusin tulisan ini bakal cuma berisi alesan-alesan aja nih.

Hmmm… ini artinya saya emang lagi nggak pengen nulis aja, buktinya saya banyak alesan. Kan gitu. Sebenernya semua itu masalah mau atau nggak mau, bukan bisa atau nggak bisa. Kalo kamu beneran mau, kamu pasti bisa. Kalo kamu mau, kamu bakal berusaha apapun yang terjadi, apapun keadaannya. Sedangkan kalau kamu nggak mau, maka kamu bakal nyari-nyari banyak alesan buat menghindar. Emang sih ada saatnya kita lagi bener-bener nggak bisa, mau banget tapi pas nggak bisa, biasanya karena suatu hal penting yang kita nggak mungkin mengontrolnya dan emang beneran nggak bisa dibantah. Biasanya alesannya cuma satu, karena satu aja udah cukup, dan emang itu alesan yang sebenernya. Kalo itu sih pengecualian.

Nah, kalo sebenernya kita bisa tapi nggak mau, biasanya alesannya nggak penting-penting banget. Saking nggak pentingnya, kita jadi butuh banyak alesan karena kalo satu alesan aja rasanya jadi kurang meyakinkan. Ya iyalah nggak meyakinkan, orang nggak penting dan dibuat-buat kok. Sebenernya kalo kita mau, alesan yang kita buat itu masih bisa diatasi, lha tapi kan kita nggak mau. Jadi ya, semakin banyak alesan yang kita buat-buat, justru semakin kelihatan mengada-ada. Padahal ya intinya kita cuma lagi nggak mau, lagi nggak pengen, lagi males.

Duh, baru juga hari ke-6 bikin proyek menulis udah terombang-ambing karena rasa males. Susah juga ya buat konsisten, perlu komitmen yang kuat nih. Eh tapi, lumayan panjang juga tulisan ini meski lagi males. :)

Minggu, 05 Februari 2017

Kontemplasi

#februaringeblogtiaphari | 5

Orang-orang buru-buru pergi
Ke arah yang tak kumengerti
Ada perasaan tertinggal
Bahkan sebelum mereka benar-benar tanggal

Untuk apa sering menyendiri
Jika masih susah memahami hidup ini
Satu hal yang perlu dimengerti
Di dunia ini tak ada yang abadi

Ketika malam semakin larut
Saatnya pikiran-pikiran kita bertaut
Bicarakan hidup yang kian kusut
Harap esok semua masalah segera surut

Sabtu, 04 Februari 2017

Rumitnya Perasaan

#februaringeblogtiaphari | 4

brain-heart talk

Perasaan adalah sesuatu yang sungguh mem
bingungkan. Ia seringkali tak mau diatur, tak suka diarahkan. Ia punya jalurnya sendiri, yang ia yakini benar. Kau boleh saja merasa telah menjadi makhluk yang paling sempurna di seluruh alam semesta karena memiliki akal pikiran, tapi saat kau berhadapan dengan perasaan, jika tak berusaha keras, kau tak akan mampu berbuat banyak. Seandainya kau berhasil mengalahkan perasaanmu pun kau tetap akan babak belur seolah baru saja dihajar habis-habisan. Di masa-masa sulit, kau bisa saja berkata bahwa dirimu baik-baik saja, tapi kau tahu sesungguhnya kau sedang sakit, perasaanmu tahu bahwa kau sedang membohongi diri sendiri. Membangun perasaan tidaklah mudah, tapi menghancurkan bangunan perasaan tersebut jauh lebih susah, sedangkan yang paling sulit adalah, membersihkan serpihan reruntuhan perasaan setelah hancur. Akhirnya yang harus kau lakukan kemudian adalah berusaha keras untuk bangkit setelah jatuh.