Saya termasuk tipe orang yang terlalu banyak
berpikir. Sepertinya dalam 24 jam sehari saya terus-terusan berpikir tentang
banyak hal, tentang apapun. Sesuatu yang telah saya lakukan, sedang saya
lakukan bahkan yang belum saya lakukan. Barangkali saya baru bisa berhenti
berpikir saat saya sedang tidur. Berpikir itu bagus, tentu saja. Tapi jika
berlebihan sepertinya itu tidak baik. Seperti yang sering dikatakan oleh banyak
orang, bahwa sesuatu yang berlebihan meskipun baik itu tidak ada bagusnya.
Kegiatan berpikir dan tidak berpikir harus sama banyaknya, karena tentu saja
dunia ini perlu keseimbangan agar tidak timpang. Saya pun bisa merasakan
hal-hal negatif akibat terlalu banyak berpikir.
Saya memikirkan hampir semua hal, dari yang
penting sampai ke yang tidak penting sama sekali, dari bangun tidur sampai akan
tidur lagi. Rasanya apa yang saya pikirkan itu tak habis-habis. Apalagi saya
orang yang mudah terdistraksi. Misalnya saat sedang berpikir tentang sesuatu,
saya bisa tiba-tiba teralihkan pada pikiran lain. Ketika saya sedang atau akan
mengerjakan sesuatu kemudian teralihkan, saya tiba-tiba lupa apa yang baru saja
akan saya lakukan. Saya harus mengingat-ingatnya dulu, atau bisa tiba-tiba
ingat sendiri.
Terlalu banyak berpikir juga mengganggu
produktivitas. Waktu menjadi habis hanya untuk berpikir saja sehingga saat akan
mengerjakan apa yang kita pikirkan, kita sudah lelah karena energi habis untuk
berpikir. Saya membaca artikel di sana dan di sini bahwa berpikir berlebihan
bisa berbahaya untuk kesehatan, misalnya menjadi miskin ingatan dan menjadi
depresi. Selain itu terlalu banyak berpikir membuat kita kesulitan mengerjakan
sesuatu yang sederhana. Hal ini saya rasa ada hubungannya dengan sikap sering
menunda. Sepertinya saya harus mulai berusaha mengendalikan pikiran saya agar
bisa berpikir secukupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar