Kamis, 16 Februari 2017

Berpikir Terlalu Banyak

#februaringeblogtiaphari | 16

Saya termasuk tipe orang yang terlalu banyak berpikir. Sepertinya dalam 24 jam sehari saya terus-terusan berpikir tentang banyak hal, tentang apapun. Sesuatu yang telah saya lakukan, sedang saya lakukan bahkan yang belum saya lakukan. Barangkali saya baru bisa berhenti berpikir saat saya sedang tidur. Berpikir itu bagus, tentu saja. Tapi jika berlebihan sepertinya itu tidak baik. Seperti yang sering dikatakan oleh banyak orang, bahwa sesuatu yang berlebihan meskipun baik itu tidak ada bagusnya. Kegiatan berpikir dan tidak berpikir harus sama banyaknya, karena tentu saja dunia ini perlu keseimbangan agar tidak timpang. Saya pun bisa merasakan hal-hal negatif akibat terlalu banyak berpikir.

Saya memikirkan hampir semua hal, dari yang penting sampai ke yang tidak penting sama sekali, dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Rasanya apa yang saya pikirkan itu tak habis-habis. Apalagi saya orang yang mudah terdistraksi. Misalnya saat sedang berpikir tentang sesuatu, saya bisa tiba-tiba teralihkan pada pikiran lain. Ketika saya sedang atau akan mengerjakan sesuatu kemudian teralihkan, saya tiba-tiba lupa apa yang baru saja akan saya lakukan. Saya harus mengingat-ingatnya dulu, atau bisa tiba-tiba ingat sendiri.

Terlalu banyak berpikir juga mengganggu produktivitas. Waktu menjadi habis hanya untuk berpikir saja sehingga saat akan mengerjakan apa yang kita pikirkan, kita sudah lelah karena energi habis untuk berpikir. Saya membaca artikel di sana dan di sini bahwa berpikir berlebihan bisa berbahaya untuk kesehatan, misalnya menjadi miskin ingatan dan menjadi depresi. Selain itu terlalu banyak berpikir membuat kita kesulitan mengerjakan sesuatu yang sederhana. Hal ini saya rasa ada hubungannya dengan sikap sering menunda. Sepertinya saya harus mulai berusaha mengendalikan pikiran saya agar bisa berpikir secukupnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar