Jadi kenapa lama nggak nulis? Karena pikiran dan perasaan saya
disibukkan dengan hal lain, dan memang mau fokus sama hal lain itu. Selain
vakum nulis, saya juga lama nggak membaca. Tahun ini nggak membaca satu
bukupun. Tahun kemarin terakhir kali membaca buku, kurang 200an halaman. Tenang,
nanti saya lanjutin bacanya. Kenapa nggak selesai baca bukunya? Karena saya
nggak mau perasaan yang saya rasakan saat itu terkontaminasi hal lain.
Ceritanya saya ingin fokus menikmati perasaan saya itu, jadi saya berhenti
melakukan hal lain.
Beberapa waktu yang lalu saya memutuskan untuk berpikir
positif kepada seseorang, memutuskan untuk mempercayai juga orang-orang lain, dengan
harapan yang banyak. Padahal saya sudah memikirkan kemungkinan buruknya, tapi
tetap saja sakit saat tau bahwa kemungkinan buruk itu benar-benar terjadi. Lalu
menyadari bahwa saya terlalu mentolerir sikap tidak menyenangkan darinya,
padahal sudah terjadi beberapa kali. Barangkali ini yang namanya cinta buta,
dan tuli. Hahaha, kalau saya sudah bisa menertawakan diri sendiri seperti
sekarang, berarti sudah baik-baik saja.
Sebelumnya tentu saja sudah melalui fase menyalahkan diri
sendiri karena itu adalah hal yang paling mudah dilakukan, seperti biasa.
Sesungguhnya menyalahkan diri sendiri adalah hal yang paling menguras energi,
tapi tetap dilakukan, karena seringnya memang terjadi secara otomatis. Saya
juga berusaha menjaga jarak dengan orang-orang untuk memulihkan diri. Saya
pikir cara itu membantu saya merasa lebih baik.
Harapan memang kadang membuat kita terbang melayang-layang,
sampai akhirnya bertemu realita yang tidak pernah diharapkan tapi harus
diterima. Sedih, jengkel, terus merasa perlu off dari beberapa hal yang berkaitan dengan perasaan. Rasanya lelah
sekali, ingin berhenti sebentar saja. Saya sampai keluar dari beberapa grup
pertemanan, saya bilang pada teman saya ingin recovery dulu.
Harapan memang kadang membuat kita jatuh, tapi kan katanya
hidup tetap harus punya harapan agar tetap mempunyai sesuatu untuk dituju. Iya
kan? Terus momen ini pas banget ketemu lagunya Kunto Aji yang berjudul Rehat. Tempo
lagunya pelan, tapi memberi semangat. Terima kasih Mz Kun!