Tidak ada yang dapat mewakilimu ketika berhadapan dengan perasaanmu sendiri. Bukan masalah jika itu adalah perasaan positif seperti bahagia, tenang, atau damai. Jika yang muncul adalah perasaan negatif seperti sedih, cemas, atau marah, tentu dampaknya sangat mengganggu. Pada level tertentu kau akan merasakan emosinya menekan ke segala arah, menyebabkan dada dan kepalamu terasa seperti mau pecah. Meski orang lain berkata “aku mengerti perasaanmu”, tetap kaulah yang harus merasakannya sendiri. Mereka barangkali mengerti, atau berusaha mengerti, atau pernah mengalami hal yang sama di masa lalu, tapi mereka tidak benar-benar merasakan kadar perasaan yang sama seperti yang kau rasakan. Lagi pula, ketahanan emosional setiap manusia tentu berbeda. Jadi bagaimana kau menghadapi perasaanmu, kau harus tetap harus merasakannya seorang diri. Jika kebetulan ada seorang akrab denganmu, barangkali dia akan mendukungmu, membantu menenangkanmu, dan jika kau cukup percaya padanya kau bisa membagi bebanmu, sehingga kau akan mendapatkan sedikit tambahan energi, meski pada akhirnya tetap yang menghadapi perasaanmu adalah dirimu sendiri, dan kau tidak bisa lari, meski kau ingin sekali.
Senin, 14 Desember 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Semua Sambil Nangis
saking sedihnya pernah
makan sambil nangis
kerja sambil nangis
naik motor sambil nangis
dengerin musik sambil nangis
mandi sambil nangis
tidur sambil nangis
makan sambil nangis
kerja sambil nangis
naik motor sambil nangis
dengerin musik sambil nangis
mandi sambil nangis
tidur sambil nangis
saking sakitnya
2020
Senin, 20 Juli 2020
Sehari Setelah Penyair Itu Pergi
: Sapardi Djoko Damono
Sehari setelah penyair itu pergi, kau melamun lagi. Memikirkan kematian. Suatu hal yang telah pasti, tapi tetap saja kau pikirkan. Orang-orang berusaha mempersiapkan hati untuk mati, atau ditinggal orang-orang yang mereka cintai. Kau kira telah siap, tapi tak akan pernah, percayalah.
Sehari setelah penyair itu pergi, kau menangis lagi. Memikirkan kesedihan. Suatu hal yang seringkali menemuimu diam-diam di malam hari. Kau pikir kau orang paling sedih di dunia. Kau kira hanya kau yang menderita. Padahal semua orang merasakannya. Kuberi tahu, untuk setiap luka, rasa sakitnya memang tak dapat ditunda.
Sehari setelah penyair itu pergi, kau menulis lagi. Memikirkan kata-kata. Suatu hal yang mampu menyentuh bagian terdalam hatimu. menemanimu di situasi-situasi sulit, di malam-malam paling gelap. Kata-katanya mampu menusuk dan secara aneh justru menyembuhkanmu. Membuatmu ingin menuliskan perasaanmu dengan cara sederhana sepertinya.
ratnanhyt
20 Juli 2020
Sehari setelah penyair itu pergi, kau melamun lagi. Memikirkan kematian. Suatu hal yang telah pasti, tapi tetap saja kau pikirkan. Orang-orang berusaha mempersiapkan hati untuk mati, atau ditinggal orang-orang yang mereka cintai. Kau kira telah siap, tapi tak akan pernah, percayalah.
Sehari setelah penyair itu pergi, kau menangis lagi. Memikirkan kesedihan. Suatu hal yang seringkali menemuimu diam-diam di malam hari. Kau pikir kau orang paling sedih di dunia. Kau kira hanya kau yang menderita. Padahal semua orang merasakannya. Kuberi tahu, untuk setiap luka, rasa sakitnya memang tak dapat ditunda.
Sehari setelah penyair itu pergi, kau menulis lagi. Memikirkan kata-kata. Suatu hal yang mampu menyentuh bagian terdalam hatimu. menemanimu di situasi-situasi sulit, di malam-malam paling gelap. Kata-katanya mampu menusuk dan secara aneh justru menyembuhkanmu. Membuatmu ingin menuliskan perasaanmu dengan cara sederhana sepertinya.
ratnanhyt
20 Juli 2020
Kita dan Waktu
waktu berjalan cepat
orang-orang berusaha mengejar
untuk setidaknya menjajarinya
tapi mereka gagal
aku berjalan
tak cukup cepat bagi orang-orang
tak hendak melampaui waktu
karena tahu tak akan mampu
pelanku membuatku bertemu
angin, awan, hujan, dan matahari
aku tak berlomba dengan sesuatu
hanya diriku
orang-orang pergi
mengejar yang mereka mau
orang-orang lain datang
lalu pergi juga kemudian hari
kita dipertemukan dengan siapa
lalu berjalan bersama
untuk berpisah sementara
atau selamanya
Semarang, 20 Juli 2020
orang-orang berusaha mengejar
untuk setidaknya menjajarinya
tapi mereka gagal
aku berjalan
tak cukup cepat bagi orang-orang
tak hendak melampaui waktu
karena tahu tak akan mampu
pelanku membuatku bertemu
angin, awan, hujan, dan matahari
aku tak berlomba dengan sesuatu
hanya diriku
orang-orang pergi
mengejar yang mereka mau
orang-orang lain datang
lalu pergi juga kemudian hari
kita dipertemukan dengan siapa
lalu berjalan bersama
untuk berpisah sementara
atau selamanya
Semarang, 20 Juli 2020
Senin, 25 Mei 2020
Janji Harus Dibayar Tuntas
Pada suatu malam sekitar pukul delapan, selesai mandi aku berencana menonton televisi sambil membuka aplikasi jejaring sosial di ponselku. Sesaat setelah aku membuka Twitter tiba-tiba ada telepon masuk dengan nomor tidak dikenal. Selama
beberapa detik aku merasa mengenal nomor itu. Setelah menyadari bahwa itu
telepon darinya, aku lalu mengangkatnya.
Halo?
Ya… sudah makan belum?
Belum, kenapa?
Aku di depan rumahmu. Kamu bisa ke sini?
Oke aku ke sana.
Di depan rumahku ada sebuah warung makan, Bakmi Surabaya. Sebelumnya
dia sudah dua kali memberitahuku bahwa dia sedang makan di situ tapi tidak kutemui
entah kenapa, dan ini adalah kali ketiga. Dia tidak pernah sejelas ini memintaku
datang untuk menemaninya. Setelah menutup telepon itu aku menghampirinya.
Kami berdua berbincang seperti biasa. Dia menyuruhku memesan
makanan, tapi aku hanya memesan es teh. Dia sedikit protes, tapi aku memang
sedang malas makan saat itu. Usai menghabiskan makanannya kami berpindah ke teras rumahku dan meneruskan
obrolan kami.
Dia sempat berbicara tentang hutangku yang belum kubayar. Beberapa waktu lalu aku memang pernah menjanjikan sesuatu padanya dan belum kulakukan. Dia bilang dia sudah
menghapuskannya. Dia sering berkata bahwa aku takperlu membayarnya,
tapi aku tentu saja tetap ingin membayarnya karena sudah berjanji, hanya belum menemukan waktu yang tepat saja.
Dia tidak benar-benar menghapuskannya karena dia buru-buru
meralat bahwa dia hanya menghapuskan setengahnya saja. Aku pikir percakapan tentang
hutang itu hanyalah caranya untuk mengingatkanku bahwa aku memang harus
membayarnya.
2012
Kamis, 21 Mei 2020
Pindah Rumah
![]() |
| :) |
Pindah rumah adalah suatu kejadian yang baru pertama kali
saya alami selama hidup. Rasanya berat sekali harus meninggalkan rumah yang
menemani saya tumbuh dari lahir hingga dewasa. Saya sempat stres selama
berhari-hari, kehilangan semangat, selera makan, dan tidak bisa tidur dengan
tenang. Di satu sisi rasanya berat sekali meninggalkan rumah kami, tapi di sisi
lain rasanya sudah tidak nyaman jika memaksakan diri tetap tinggal di sana.
Karena satu dan lain hal, akhirnya kami sekeluarga harus merelakan rumah itu.
Saya memang kadang membayangkan memiliki rumah yang nyaman,
asri, dan artsy dengan halaman yang cukup luas untuk ditanami beberapa
pohon yang rindang, tanaman-tanaman hias yang cantik, juga kebun sayuran yang
hasilnya bisa dipetik langsung sesaat sebelum dimasak. Di antara
tanaman-tanaman itu ada meja dan kursi yang bisa dipergunakan untuk bersantai
sambil minum teh dan menikmati suasana sore. Iya, pada saat saya membayangkan
hal itu, saya tidak berpikir bahwa saya akan kehilangan rumah yang pada saat
itu saya tinggali.
Bagaimanapun, peristiwa pindah rumah ini sangat menguras
emosi, ditambah lagi semua ini terjadi di tengah pandemi covid-19. Saya sampai
merasa bahwa hidup saya telah berakhir. Bagaimana jika energi saya tertinggal
di rumah lama? Bagaimana jika saya menjadi orang yang sama sekali berbeda
setelah berada di rumah baru? Bagaimana jika saya tidak menyukai tempat tinggal
di lingkungan baru? Pikiran saya diliputi bayangan-bayangan tidak menyenangkan.
Yang paling saya khawatirkan adalah, bagaimana perasaan kedua orang tua saya?
Saya khawatir mereka menanggung beban perasaan yang lebih besar dari pada saya.
Tapi toh pada akhirnya kami pindah juga ke rumah baru, dan
hari ini adalah hari ke-21. Untuk sementara kami hanya menyewa rumah yang
sekarang selama dua tahun sambil tetap mencari-cari rumah yang akan benar-benar
menjadi milik kami. Barangkali rumah itu seperti jodoh, sehingga tidak mudah
rasanya mendapatkan rumah yang cocok. Minggu pertama saya masih berusaha
menyesuaikan diri, sempat stres lagi, tapi masih bisa diatasi. Kami berusaha
beradaptasi. Kami belum pernah menyewa rumah sebelumnya, ini sesuatu yang baru
bagi kami. Saya sendiri merasa kurang nyaman karena tahu ini bukan rumah kami,
tapi bagaimana lagi?
Seiring waktu, saya mulai menerima, berusaha berteman baik
dengan rumah baru kami, sambil menyusun rencana-rencana yang tertunda, mengisi
waktu, menyibukkan diri, apalagi karena pandemi, kami juga menghindari
bepergian jika memang tidak diperlukan. Tempat kerja saya juga memberlakukan
WFH alias kerja dari rumah. Jadilah saya banyak menghabiskan waktu di rumah.
Sepertinya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi juga akan kami lalui di
rumah saja. Meski kadang stres karena merindukan alam dan dunia luar, tapi
tetap harus dijalani dengan sabar.
Senin, 11 Mei 2020
Text From The Past
I'll treat you an ice cream.
Wow, thank you. :)
Hey, can I kiss you?
No.
Why?
'cause I've never been kissed.
Wow, it makes me more curious to kiss you.
So, who is your boyfriend now?
No one, I'm alone.
Can I come to your home?
Sure, why not?
Hey Superman... :)
I'm not a Superman.
But you looks like Clark Kent.
Do you like Kungfu Panda?
No, why?
Because his body looks like mine.
Would you like to join me to see a movie?
I can't, I have an appointment with my sister.
Would you like to meet me now?
No, I'm tired, I've been worked a whole day.
Hey, you look great.
Great? What do you mean?
I mean you looks like Chinese Great Wall.
I hope I'll dream about you tonight.
Why don't you reply my text?
'cause there's no question mark.
I miss your voice.
I miss you.
2012
Saya menemukan beberapa catatan lama ketika pindah rumah, entah cerita pendek, atau teks percakapan singkat semacam ini. Membaca tulisan tangan sendiri di buku agenda dari tahun-tahun sebelumnya selalu terasa menarik.
Wow, thank you. :)
Hey, can I kiss you?
No.
Why?
'cause I've never been kissed.
Wow, it makes me more curious to kiss you.
So, who is your boyfriend now?
No one, I'm alone.
Can I come to your home?
Sure, why not?
Hey Superman... :)
I'm not a Superman.
But you looks like Clark Kent.
Do you like Kungfu Panda?
No, why?
Because his body looks like mine.
Would you like to join me to see a movie?
I can't, I have an appointment with my sister.
Would you like to meet me now?
No, I'm tired, I've been worked a whole day.
Hey, you look great.
Great? What do you mean?
I mean you looks like Chinese Great Wall.
I hope I'll dream about you tonight.
Why don't you reply my text?
'cause there's no question mark.
I miss your voice.
I miss you.
2012
Saya menemukan beberapa catatan lama ketika pindah rumah, entah cerita pendek, atau teks percakapan singkat semacam ini. Membaca tulisan tangan sendiri di buku agenda dari tahun-tahun sebelumnya selalu terasa menarik.
Rabu, 06 Mei 2020
Masa Terberat
Ada sebuah masa yang barangkali paling terasa berat sepanjang hidup di dunia. Mungkin perasaan sedih, cemas, takut, merasa tidak aman, ingin marah, yang dirasakan tidak pernah seperti sebelumnya. Rasanya semua perasaan tak mengenakkan itu berkumpul menjadi satu. Bayangkan, kau tidak bisa hidup dengan tenang, kehilangan selera makan, bahkan tidur yang seringkali bisa membuatmu bisa sejenak menghilang dari kenyataan, tidak dapat dengan mudah kau lakukan. Pada saat itu hampir setiap hari kau terbangun sekitar pukul tiga pagi, dan merasakan kepalamu pusing dan dadamu sakit sekali. Kau tidak bisa menikmati lagu, membaca buku, bercanda, atau mendaki dengan kawan-kawanmu. Semua hal yang biasanya bisa sedikit menghibur seketika lenyap. Kau menjadi lebih sering menangis, bahkan di siang hari. Lalu kau bertanya-tanya, "Apakah saking sedihnya manusia bisa mati?". Tapi kemudian kau menyesal telah berpikir seperti itu. Kau tahu bahwa kau masih bisa berjuang, atau setidaknya bertahan dengan harapan-harapan baik di masa depan.
Sabtu, 21 Maret 2020
Biarkan Seseorang Menikmati Hidupnya
Pertemuan dengan teman tak selalu menyenangkan, sekalipun kau dekat. Maksudku, kadang orang yang terlalu dekat, merasa sangat dekat, mulai berusaha menganjurkan kau melakukan sesuatu yang menurutnya benar, meski kau tak menanyakannya. Kemudian dia menceritakan sesuatu yang menurut pemahamanmu salah, dan kau hanya diam, atau menjawab, "oh", hanya demi menjaga hubungan baik kalian. Kau tahu, hal semacam itu, kadang terasa melelahkan sekali.
Barangkali kau melihat seseorang melakukan sesuatu dalam hidupnya, yang kau pikir itu adalah hal remeh, salah, atau tidak sesuai dengan apa yang kau percaya. Tapi pernahkah kau berpikir bahwa dia melakukan itu untuk membuatnya merasa lebih baik? Sebagai usaha bertahan dalam hidup yang seringkali menempanya berkali-kali sampai habis tenaga. Maksudku, jika itu tidak merugikanmu atau orang lain di sekitarmu, kenapa tak kau biarkan saja?
Kita semua punya masalah, dan barangkali di antara kita banyak yang berusaha mati-matian bertahan karena merasa hanya itu yang bisa diusahakan. Jika kau melihat seseorang melakukan suatu hal yang menurutmu aneh dan tidak berguna, mungkin itu satu-satunya cara bertahan yang ia tahu. Barangkali itu satu-satunya tujuan yang ia punya. Selama tidak memberi dampak buruk bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya, kumohon biarkan saja.
Aku ingat pernah membaca sebuah kalimat, kira-kira begini, "Sebaiknya tidak menasehati teman jika tidak diminta, demi hubungan baik", dan aku setuju. Pernahkah kau berpikir, satu kata atau kalimat yang menurutmu biasa saja ternyata bisa menghentikan hidup seseorang untuk beberapa hari, atau bahkan mungkin selamanya?
Barangkali kau melihat seseorang melakukan sesuatu dalam hidupnya, yang kau pikir itu adalah hal remeh, salah, atau tidak sesuai dengan apa yang kau percaya. Tapi pernahkah kau berpikir bahwa dia melakukan itu untuk membuatnya merasa lebih baik? Sebagai usaha bertahan dalam hidup yang seringkali menempanya berkali-kali sampai habis tenaga. Maksudku, jika itu tidak merugikanmu atau orang lain di sekitarmu, kenapa tak kau biarkan saja?
Kita semua punya masalah, dan barangkali di antara kita banyak yang berusaha mati-matian bertahan karena merasa hanya itu yang bisa diusahakan. Jika kau melihat seseorang melakukan suatu hal yang menurutmu aneh dan tidak berguna, mungkin itu satu-satunya cara bertahan yang ia tahu. Barangkali itu satu-satunya tujuan yang ia punya. Selama tidak memberi dampak buruk bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya, kumohon biarkan saja.
Aku ingat pernah membaca sebuah kalimat, kira-kira begini, "Sebaiknya tidak menasehati teman jika tidak diminta, demi hubungan baik", dan aku setuju. Pernahkah kau berpikir, satu kata atau kalimat yang menurutmu biasa saja ternyata bisa menghentikan hidup seseorang untuk beberapa hari, atau bahkan mungkin selamanya?
Jumat, 21 Februari 2020
Februari
hujan belum berhenti
sejak malam tadi
kuharap ada sedikit matahari
agar bisa kulihat pelangi
di sejuknya pagi ini
semoga februari
menghilangkan nyeri
menenangkan hati
menyembuhkan diri
mewujudkan mimpi
Semarang, 2020
sejak malam tadi
kuharap ada sedikit matahari
agar bisa kulihat pelangi
di sejuknya pagi ini
semoga februari
menghilangkan nyeri
menenangkan hati
menyembuhkan diri
mewujudkan mimpi
Semarang, 2020
Kamis, 13 Februari 2020
Kabar Baik
Tadinya berpikir nggak akan meninggalkan jejak digital soal
ulang tahun kali ini. Tapi akhirnya tetap ingin menulis juga di blog ini meski lewat sehari. Tahun
ini ya hampir sama seperti tahun-tahun lalu, mendapatkan ucapan dan doa dari
keluarga dan teman-teman terdekat, diikuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang
saya jawab dengan sewajarnya, dengan jawaban yang semoga bisa diterima. Hehe.
Ada beberapa pertanyaan dan pernyataan yang entah kenapa
saya suka:
Apa harapanmu? Santai
dululah, berharap bisa kapan-kapan.
Saat ditanya soal harapan, saya nggak kepikiran apa-apa, dan memang
nggak punya harapan khusus di ulang tahun ini. Kalo secara umum sih ya pengen
hidup lebih baik, tenang, damai, dan bisa melakukan rencana-rencana dengan
baik, seperti harapan-harapan dalam hidup pada umumnya.
Ditunggu kabar baiknya. Iya, tunggu aja.
Ada tanggal cantik lho bulan ini, diambil apa diabaikan? Duhh,
sepertinya bukan bulan ini, hehehe.
Ga pake lama lho ya. Iya, insyaallah.
Saya sendiri kadang merasa bingung jika dihadapkan dengan
pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Hal yang disebut “kabar baik” hanya akan ada
jika saya telah bertemu dengan seseorang dan bersepakat untuk bersama. Jadi bagaimana bisa menjawabnya
jika dua manusia yang bersepakat itu belum terlihat?
Saya sih ketawa-ketawa saja dalam hati dan berpikir, hal-hal
yang bisa membuat saya memberi “kabar baik” saja belum ada, hehehe. Ya saya
tahu kita semua menanti kabar baik, tentang apapun itu. Semoga kita tetap
tenang dan tidak memburu-buru, karena semua pasti ada waktunya, dan ada
banyak hal yang bisa dilakukan sebelum kabar baik itu datang.
Langganan:
Komentar (Atom)
