Senin, 24 Februari 2014

Ngiderngiler di Semarang



Jadi kemarin Sabtu 22 Februari saya mengkuti acara jalan-jalan dan makan-makan yang disebut dengan ‘ngiderngiler sambil moto’ yang diadakan oleh NGIDERNGILER.com. NGIDERNGILER.com ini adalah sebuah media informasi tentang makanan (culinary) dan wisata jalan-jalan (tourist interest). NGIDERNGILER.com mengadakan acara ‘ngiderngiler sambil moto’ yaitu jalan-jalan dan kulineran sambil foto-foto. Acara ini juga sebagai rangkaian acara ulang tahun NGIDERNGILER.com yang ke-4. Kota Semarang menjadi salah satu kota tujuan acara ‘ngiderngiler sambil moto’. Saya sendiri tahu acara ini dari teman saya, Fikong. Karena kami berdua tertarik makanya kami mendaftar untuk ikut berpartisipasi agar bisa jalan-jalan dan makan gratis rame-rame juga agar bisa ijin buat bolos kerja. Kalo kata Fikong sih, seperti backpacking di kota sendiri.

Peserta yang mengikuti acara ini dari komunitas dan perorangan dan wajib mempunyai akun Google+ yang menjadi media komunikasi antara para peserta dengan panitia. Para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya apapun karena acara ini gratis. Para peserta hanya wajib mengambil foto objek wisata dan makanan sebanyak-banyaknya lalu diunggah ke akun Google+ masing-masing dengan mention +NGIDERNGILER dengan hashtag #IndonesiaOnly. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperkenalkan Kota-kota di Indonesia dari segi tempat wisata dan kulinernya kepada dunia melalui media online. Panitia akan memilih foto terbaik untuk diberikan hadiah dan merchandise.


Peserta yang mengikuti acara ini berjumlah100 orang lebih yang sudah melakukan registrasi online terlebih dahulu yaitu anak-anak muda Semarang yang memang asli Semarang atau dari luar kota Semarang yang tinggal dan menetap di Semarang. Selain perseorangan para peserta juga berasal dari beberapa komunitas yang ada di Semarang, diantaranya Lopen Semarang dan YOT Semarang.


Acara ‘ngiderngiler sambil moto’ dimulai dari pukul 07.00 WIB. Para peserta berkumpul di salah satu Rumah Makan di Semarang yaitu Rumah Makan Nglaras Rasa yang terletak di Jalan Thamrin Semarang. Sebelum berangkat, para peserta harus registrasi ulang untuk mendapatkan souvenir, kemudian sarapan nasi atau bubur dan teh manis di Rumah Makan tersebut untuk kemudian berangkat pada pukul 09.00 WIB. Objek wisata yang akan dikunjungi adalah Masjid Agung Jawa Tengah, Kawasan Kota Lama dan Lawang Sewu.

Para peserta tiba di halaman depan Lawang Sewu (Foto oleh saya)
Salah satu peserta sedang memfoto Gereja Blenduk (Foto oleh saya)

Suasana makan siang di Rumah Makan Nglaras Rasa (Foto oleh saya)
Panitia sudah menyiapkan dua buah bus untuk para peserta. Rombongan Bus 1 dan Bus 2 berpencar. Bus 1 menuju menuju Lawang Sewu terlebih dahulu, sedangkan Bus 2 ke Masjid Agung Jawa Tengah. Setelah kunjungan ke tiga objek wisata tersebut semua rombongan, baik Bus 1 dan Bus 2 kembali lagi ke Rumah Makan Nglaras Rasa di Jalan Thamrin untuk makan siang.


Rumah Makan Nglaras Rasa sudah menyiapkan berbagai macam sajian makanan untuk dinikmati dari makanan pembuka, menu utama sampai makanan penutup yang kebanyakan adalah makanan Jawa, sesuai dengan konsep rumah makan tersebut. Menu-menu yang disediakan antara lain Gudeg, Pecel, Sup Ikan, tumisan dan lain sebagainya, ada juga rujak dan jajanan pasar dan minuman segar. Sambil menyantap makan siang, para peserta ditemani dengan nyanyian lagu-lagu nostalgia dari Rumah Makan Nglaras Rasa. Acara berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dan ditutup dengan pengumuman pemenang foto terbaik dan ucapan terima kasih dari panitia.

Para peserta berfoto di halaman tengah Lawang Sewu (Foto oleh Fikong)
Oh iya karena saya dan Fikong upload foto terus-menerus hari itu sehingga teman kami yang bernama Very yang kebetulan ada di circle Google+ kami sedikit terganggu karena dia terus-terusan mendapat notifikasi dari hasil update-an kami sampai menulisnya di twitter seperti ini >> “Parah nih dua orang @luvhiethree sama @ratzionality , kelewat selfie di google+ sampai inbox gmail penuh.. *Plis Butuh sniper” Saya sih tertawa-tawa saja membacanya, hahahaha. Sayang foto-foto saya tidak menjadi foto terbaik menurut panitia, padahal kan foto saya bagus-bagus, hehehe.
 
Belum afdol kalau belum selfie (Foto oleh Fikong)

Ini beberapa hasil foto-foto saya : 




Rabu, 12 Februari 2014

Menjaga Hari Ini Tetap Istimewa



Tanggal 12 Februari adalah hari ulang tahun saya. Saya bukan termasuk orang yang suka berlebihan terhadap hari ulang tahun sih, tapi saya tetap ingin bahwa hari lahir saya tetap istimewa. Entah kenapa Facebook membuat Hari Ulang Tahun menjadi tak seistimewa dulu, mugkin karena semua orang yang berteman dengan kita di Facebook, kenal atau tidak kenal, dekat atau tidak dekat, semuanya mengucapkan selamat karena diberitahu oleh Facebook jika ada teman yang berulang tahun. Saya sendiri sudah beberapa tahun ini menyembunyikan tanggal lahir saya di Facebook, kenapa? karena saya ingin hari ulang tahun saya tetap istimewa. Beberapa teman mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya pada hari ulang tahun saya, bukan karena diingatkan oleh Facebook tapi karena mereka ingat. Rasanya lebih menyenangkan karena mereka ingat, atau bahkan jika mereka diingatkan oleh reminder ulang tahun di telepon selular mereka rasanya tetap saja menyenangkan karena mereka sendiri yang menyimpan dan memasang reminder itu. Untuk teman-teman yang tidak ingat, bukan masalah untuk saya dan tak berkurang sedikitpun perasaan sayang saya kepada mereka karena seperti yang saya bilang tadi, saya tak suka berlebihan terhadap hari ulang tahun. Dan tidak mengingat hari ulang tahun seorang teman tak berarti bukan teman yang baik. Bahwa mereka mau berteman dengan saya, itu sudah suatu hal yang harus disyukuri. Untuk semua teman yang sudah ingat dan peduli, terima kasih.

*make a wish*

Aamiin.


"Selamat Ulang Tahun, semoga hari ini selalu istimewa."