Sabtu, 28 Januari 2017

Saya Ingin Rajin Menulis

Sesungguhnya saya adalah orang yang manja. Saya bukan manja kepada orang lain melainkan pada diri sendiri. Itulah sebabnya saya menjadi pemalas, karena saya seringkali memanjakan diri sendiri. Saya pikir kadang sikap manja saya ini sering membuat saya susah sendiri. Ketika saya harus melakukan sesuatu, membersihkan kamar misalnya, seringkali saya menundanya karena lebih memilih bermalas-malasan. Jadi saya pikir daripada berlelah-lelah membersihkan kamar, lebih baik saya tidur-tiduran saja sambil sibuk membuka-menutup beberapa aplikasi di ponsel saya. Memang benar jika ada orang yang mengatakan bahwa musuh paling utama kita adalah diri sendiri.

Sekarang ini saya ingin menjadi lebih rajin dan lebih bersemangat dari sebelumnya. Sesuatu atau seseorang memang kadang bisa membuat kita semangat, tapi motivasi yang paling kuat sesugguhnya datang dari dalam diri sendiri. Sepertinya saya harus berusaha keras untuk mendorong diri sendiri menyingkirkan rasa malas yang sudah terlalu lama mengendap. Saya akan melakukannya satu per satu. Saya sudah berhasil melakukannya pada beberapa hal, misalnya dulu saya malas mandi, tapi saya bertekad menanamkan dalam pikiran bahwa saya harus mandi paling tidak dua kali sehari. Sampai sekarang saya hampir tidak pernah melewatkan mandi-dua-kali-sehari saya.

Dulu saya jarang memposting tulisan di blog karena merasa kurang percaya diri, sekarang meski kualitas tulisan saya masih jauh untuk bisa dikatakan bagus, saya menulis lebih sering dan merasa senang jika ada orang lain yang membaca tulisan saya. Beberapa tahun terakhir, meski tidak terlalu banyak, ada peningkatan pada jumlah postingan saya dari tahun ke tahun. Tentu saja ini bagus bagi perkembangan saya dalam hal tulis-menulis. Saya ingin lebih banyak menulis dengan cara membuat proyek menulis yang saya beri nama #februaringeblogtiaphari. Saya akan post tulisan di blog setiap hari selama bulan Februari 2017. Proyek-proyek semacam ini sudah sering dilakukan oleh banyak orang di dunia blogging, hanya saja saya belum pernah mencoba mengikutinya karena khawatir rasa malas saya yang muncul hampir setiap waktu akan mengacaukannya. Kali ini saya ingin melakukan proyek ini. Selain untuk meningkatkan kemampuan, saya juga ingin melatih konsistensi menulis saya.

Selasa, 10 Januari 2017

Jangan Lupa Bergerak

Saya pikir seseorang harus terus bergerak agar dapat memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Bergerak dalam arti secara fisik, pikiran maupun perasaan. Ketika manusia yang masih hidup berhenti bergerak, maka secara pelan dan pasti, secara sadar maupun tak sadar, mereka akan berubah menjadi objek yang dikendalikan. Bukan oleh orang lain melainkan oleh hal negatif dalam dirinya sendiri. Manusia tentunya memiliki hal positif dan negatif dalam dirinya. Ketika terlalu lama mengabaikan diri sendiri, seseorang akan menjelma sesuatu yang usang dan tak berguna. Keadaan semacam itu berpotensi membuat hal-hal negatif yang ada di dalam diri muncul dan mendominasi. Misalnya tanpa disadari tubuh dikendalikan oleh sesuatu negatif seperti keinginan untuk bermalas-malasan sepanjang waktu sehingga cenderung mengabaikan tanggung jawab dan hal-hal penting lainnya.

Belakangan ini saya terpikir bahwa saya harus terus bergerak karena saya menyadari bahwa energi tak hanya didapat dari makanan dan minuman, tapi juga dari bergeraknya tubuh, pikiran dan perasaan. Meski bisa bergerak sendiri-sendiri, antara fisik, pikiran dan perasaan pun saling berhubungan, ketiganya saling memengaruhi. Misalnya ketika berolahraga, badan menjadi segar, pikiran dan batin juga terkena dampak kesegarannya. Begitu pula ketika mengolah pikir atau mengolah rasa, semua akan berimbas pada fisik. Misalnya begini, berpikir positif menyebabkan perasaan juga positif, secara tak langsung hal itu dapat membuat raut wajah menjadi lebih cerah dan postur tubuh menjadi tegap sehingga lebih semangat juga percaya diri.

Agar tak terpuruk pada keadaan yang begitu-begitu saja, saya harus tetap bergerak. Saya harus melakukan keinginan-keinginan positif saya agar tidak dikuasai oleh keinginan negatif dari dalam diri saya sendiri. Caranya dari mulai hal-hal kecil sehari-hari saja, misalnya tidak menunda ketika terpikir ingin mandi, tidak malas keluar kantor untuk makan siang jika memang lapar, tidak memejamkan mata lagi ketika sudah terbangun di pagi hari, tidak menunda menyelesaikan sebuah bacaan, dan menyegerakan menuangkan ide-ide yang muncul di kepala menjadi karya. Hal-hal lain yang bisa dilakukan misalnya yang berhubungan dengan orang lain seperti mengantar ibu belanja, menjemput adik atau menemani seorang kawan yang sedang butuh teman bicara. Jadi selain berbuat baik kepada diri sendiri, semoga saya juga berguna dan membawa kebaikan untuk orang lain.

Ketika merasa tak ada yang saya inginkan untuk dilakukan lagi maka artinya itu adalah saatnya untuk beristirahat dari semua kegiatan. Setelah merasa cukup beristirahat, tak lupa untuk segera bergerak lagi. Ada kalanya perlu bertanya kepada diri sendiri, “Apa lagi ya yang bisa saya lakukan?”. Intinya adalah saya perlu menjaga sesuatu yang baik terjadi pada tubuh saya, pikiran saya, hati saya. Hal-hal negatif tentu bisa datang sewaktu-waktu tanpa mengetuk pintu. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan, pusing, rambut lepek, atau badan pegal-pegal akan selalu muncul dalam hidup. Nah, yang harus dilakukan adalah terus bergerak agar tidak terkurung dalam hal-hal negatif itu. Berusaha bergerak untuk beranjak dari hal-hal buruk akan membuat kita selalu kembali kepada hal-hal baik.