Sabtu, 30 April 2016

Mekar

Yang lalu semakin pudar
menjelma memoar
Yang baru masih samar
seperti menghindar
namun menampakkan binar

Kau dengan wajah segar
memetik senar gitar
dengan suara sangar
tanpa gentar

Tak lama aku keluar
dari kamar
dengan hati gemetar
melihatmu berdiri dibawah bulan
yang berpendar

Kemudian sambil berkelakar
katamu kita belum kelar
Seketika perasaanku mekar

Selasa, 12 April 2016

Semua atau tidak sama sekali?

Setiap kali bosan di kantor saya akan mondar-mandir, membaca buku atau jalan-jalan ke mall atau ke manapun. Kadang bersama teman, kadang sendirian. Pernah juga saya menghabiskan waktu seharian, dari pagi hingga sore, dengan catatan saya sedang tidak banyak pekerjaan atau sedang tidak ada deadline yang mendesak.

Suatu hari saya merasa suntuk di kantor, jadilah saya jalan-jalan ke luar. Kalau bingung mau ke mana biasanya saya jalan ke toko buku yang tidak jauh dari tempat saya bekerja. Lagi pula saat itu saya belum makan siang dan sedang ingin makan gado-gado di belakang toko buku itu. Begitu memarkir motor, saya langsung berjalan ke warung gado-gado itu dan memesan satu. Setelah beberapa saat, habis juga gado-gado satu piring.

Selesai memberi makan perut, saya juga ingin memberi makan mata, hati dan pikiran, dengan menjelajahi toko buku. Toko buku tersebut terdiri dari dua lantai. Di lantai satu saya melihat-lihat tas, tempat minum, notebook dan beberapa pernak-pernik lainnya. Meski hanya melihat-lihat, hal tersebut bisa membuat pikiran saya fresh dan seringkali dapat memunculkan ide-ide baru untuk pekerjaan saya.

Setelah merasa cukup menjelajahi lantai satu saya naik ke lantai atas dan mulai mengelilingi rak-rak buku dan memperhatikan buku-buku yang didisplay satu per satu. Tentu saja ada beberapa buku yang menarik perhatian saya yang membuat saya ingin membelinya. Setiap kali ke toko buku rasanya ingin memborong banyak buku. Padahal di rumah, saya masih mempunyai beberapa buku yang belum saya baca. Yah, namanya juga lapar mata (dan hati). Tentu saja saya menahan diri untuk membeli buku-buku itu. Kenapa? Karena terlalu banyak yang ingin saya beli. Kalau dipikir-pikir jika saya membeli semuanya, buku-buku itu juga tak bisa saya baca sekaligus.

Barangkali itu salah satu yang sering menjadi masalah saya. Saya tidak ingin memilih satu diantara beberapa yang saya suka. Rasanya saya harus mendapatkan semuanya atau tidak usah sama sekali. Di sisi lain saya juga sadar bahwa kita tak bisa selalu memiliki semua yang kita inginkan sekaligus. Padahal kalau mau bersabar saya bisa memilikinya satu per satu yang kemudian pada akhirnya saya bisa memiliki semuanya. Hanya masalah waktu saja. 

Tapi tetap saja, 'semua atau tidak sama sekali' itu masih sering saya terapkan di beberapa persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Harusnya bisa memilah-milah, mana persoalan yang harus diselesaikan tuntas dalam sekali waktu dan mana yang memang harus melalui proses yang panjang dan bertahap. Memang diperlukan keterampilan dalam me-manage keinginan-keinginan sendiri sehingga tak berlebihan pun tak kekurangan.