Belakangan ini ketika seseorang menanyakan pertanyaan “Kenapa tidak dari dulu?” padaku, aku akan menjawabnya dengan “Tidak bisa.” Jika suatu hal baru terjadi sekarang, karena memang harus terjadi sekarang, bukan di masa lalu, bukan sekarang, bukan juga di masa depan. Katanya semua hal akan terjadi di saat yang tepat. Jika itu terjadi sekarang, artinya sekaranglah saat yang tepat. Jika kau mempercepat sesuatu agar terjadi sesuai dengan keinginanmu, sebelum mengusahakannya dengan lebih keras, pastikan semua hal yang berhubungan dengan hal tersebut siap, jika tidak, akan ada konsekuensi yang mengikutinya dan bisa jadi justru memberatkan di kemudian hari.
Aku ingat saat SMA kelas tiga, aku tiba-tiba menjadi akrab
dengan guru perempuan di akhir semester kedua. Aku menjadi lebih sering bertanya
tentang materi-materi pelajaran matematika karena aku menyadari hari ujian
akhir tinggal sebentar lagi. Sebelumnya aku tidak pernah dekat dengan guru
manapun. Aku bukan murid yang pintar, dan tidak terlalu rajin di sekolah.
Biasanya di sekolahku guru-guruku akan dekat dengan murid-murid yang pandai,
atau kaya. Aku adalah murid yang biasa-biasa saja, dan aku tidak akan dekat
dengan siapapun yang terlihat tidak ingin dekat denganku. Dengan guruku ini
kupikir juga hanya akan mengobrol tentang materi-materi ujian saja. Sampai
suatu hari ketika sekolah hanya tanggal beberapa bulan saja, aku menjadi sering
mengobrol dengan guru matematikaku tersebut, kemudian di suatu percakapan
beliau berkata, “Ratna, ternyata kamu lucu ya? Kenapa ga dari dulu ya kenal
sama kamu?”. Aku hanya tertawa, tidak tahu harus menjawab apa, apalagi aku
tidak merasa bahwa diriku lucu.
Setahun lalu kawanku menikah dengan seseorang yang
dikenalnya belasan tahun sebelumnya. Hanya saja mereka tidak sempat dekat. Ia
bercerita padaku bagaimana dulu mereka saling mengenal dan tidak pernah
berpikir untuk berteman atau menjalin hubungan. Mereka dipertemukan kembali
bertahun setelahnya dan menjadi dekat hingga akhirnya menikah. Kawanku terlihat sedikit
menyesal dan berkata kepadaku, “Kenapa tidak dari dulu?” Kujawab, “Tidak bisa,
dulu kamu dan dia adalah orang yang berbeda. Kalian harus menjalani hidup,
melalui waktu, mengalami berbagai peristiwa yang membuat diri kalian berkembang
untuk bisa menjadi kalian yang hari ini.” Mungkin saja jika kedekatan mereka
terjadi di masa lalu, belum tentu hasilnya akan sama seperti hari ini. Mereka bisa
bersama hari ini, karena mereka sama-sama sudah siap bagi satu sama lain.
Beberapa hari yang lalu seorang kawan lama berkata, ia ingin
kehidupannya hari ini terjadi pada sepuluh tahun lalu. Tentu saja tidak bisa. Sepuluh
tahun lalu dia tidak bisa melihat sesuatu seperti caranya melihat sesuatu hari
ini. Aku mengenalnya sudah lebih dari sepuluh tahun. Yang kutahu, ia yang dulu
bukanlah orang yang berpikir dengan cara yang sama seperti dirinya hari ini. Ia
harus bertemu dengan banyak hal terlebih dahulu sebelum ia menjadi dirinya yang
hari ini. Itulah, tanpa pilihan-pilihan hidup yang pernah dia ambil sebelumnya,
dan segala hal yang dia pernah alami, ia tidak akan memiliki pikiran, perasaan,
dan kebijaksanaan yang ia miliki hari ini. Barangkali ia menyesali kenyataan
bahwa ia tidak bertemu dengan dirinya yang hari ini lebih cepat.
Jadi kenapa tidak dari dulu? Ya karena tidak bisa. Untuk
banyak hal yang terjadi kita perlu menyiapkan diri, dengan atau tanpa disadari,
dan bukan hanya tenaga dan pikiran, persiapan juga membutuhkan waktu untuk
berproses. Banyak hal yang kita inginkan saat ini tidak terjadi seketika karena
belum waktunya, belum siap, dan belum boleh terjadi. Suatu hal tidak berdiri
sendiri, kita harus siap dengan peristiwa yang terjadi dan hal-hal lain apapun yang
mengiringi peristiwa tersebut.