Jumat, 18 Oktober 2024

Kenapa Tidak dari Dulu?

Belakangan ini ketika seseorang menanyakan pertanyaan “Kenapa tidak dari dulu?” padaku, aku akan menjawabnya dengan “Tidak bisa.” Jika suatu hal baru terjadi sekarang, karena memang harus terjadi sekarang, bukan di masa lalu, bukan sekarang, bukan juga di masa depan. Katanya semua hal akan terjadi di saat yang tepat. Jika itu terjadi sekarang, artinya sekaranglah saat yang tepat. Jika kau mempercepat sesuatu agar terjadi sesuai dengan keinginanmu, sebelum mengusahakannya dengan lebih keras, pastikan semua hal yang berhubungan dengan hal tersebut siap, jika tidak, akan ada konsekuensi yang mengikutinya dan bisa jadi justru memberatkan di kemudian hari.

Aku ingat saat SMA kelas tiga, aku tiba-tiba menjadi akrab dengan guru perempuan di akhir semester kedua. Aku menjadi lebih sering bertanya tentang materi-materi pelajaran matematika karena aku menyadari hari ujian akhir tinggal sebentar lagi. Sebelumnya aku tidak pernah dekat dengan guru manapun. Aku bukan murid yang pintar, dan tidak terlalu rajin di sekolah. Biasanya di sekolahku guru-guruku akan dekat dengan murid-murid yang pandai, atau kaya. Aku adalah murid yang biasa-biasa saja, dan aku tidak akan dekat dengan siapapun yang terlihat tidak ingin dekat denganku. Dengan guruku ini kupikir juga hanya akan mengobrol tentang materi-materi ujian saja. Sampai suatu hari ketika sekolah hanya tanggal beberapa bulan saja, aku menjadi sering mengobrol dengan guru matematikaku tersebut, kemudian di suatu percakapan beliau berkata, “Ratna, ternyata kamu lucu ya? Kenapa ga dari dulu ya kenal sama kamu?”. Aku hanya tertawa, tidak tahu harus menjawab apa, apalagi aku tidak merasa bahwa diriku lucu.

Setahun lalu kawanku menikah dengan seseorang yang dikenalnya belasan tahun sebelumnya. Hanya saja mereka tidak sempat dekat. Ia bercerita padaku bagaimana dulu mereka saling mengenal dan tidak pernah berpikir untuk berteman atau menjalin hubungan. Mereka dipertemukan kembali bertahun setelahnya dan menjadi dekat hingga akhirnya menikah. Kawanku terlihat sedikit menyesal dan berkata kepadaku, “Kenapa tidak dari dulu?” Kujawab, “Tidak bisa, dulu kamu dan dia adalah orang yang berbeda. Kalian harus menjalani hidup, melalui waktu, mengalami berbagai peristiwa yang membuat diri kalian berkembang untuk bisa menjadi kalian yang hari ini.” Mungkin saja jika kedekatan mereka terjadi di masa lalu, belum tentu hasilnya akan sama seperti hari ini. Mereka bisa bersama hari ini, karena mereka sama-sama sudah siap bagi satu sama lain.

Beberapa hari yang lalu seorang kawan lama berkata, ia ingin kehidupannya hari ini terjadi pada sepuluh tahun lalu. Tentu saja tidak bisa. Sepuluh tahun lalu dia tidak bisa melihat sesuatu seperti caranya melihat sesuatu hari ini. Aku mengenalnya sudah lebih dari sepuluh tahun. Yang kutahu, ia yang dulu bukanlah orang yang berpikir dengan cara yang sama seperti dirinya hari ini. Ia harus bertemu dengan banyak hal terlebih dahulu sebelum ia menjadi dirinya yang hari ini. Itulah, tanpa pilihan-pilihan hidup yang pernah dia ambil sebelumnya, dan segala hal yang dia pernah alami, ia tidak akan memiliki pikiran, perasaan, dan kebijaksanaan yang ia miliki hari ini. Barangkali ia menyesali kenyataan bahwa ia tidak bertemu dengan dirinya yang hari ini lebih cepat.

Jadi kenapa tidak dari dulu? Ya karena tidak bisa. Untuk banyak hal yang terjadi kita perlu menyiapkan diri, dengan atau tanpa disadari, dan bukan hanya tenaga dan pikiran, persiapan juga membutuhkan waktu untuk berproses. Banyak hal yang kita inginkan saat ini tidak terjadi seketika karena belum waktunya, belum siap, dan belum boleh terjadi. Suatu hal tidak berdiri sendiri, kita harus siap dengan peristiwa yang terjadi dan hal-hal lain apapun yang mengiringi peristiwa tersebut.