Selasa, 10 Januari 2017

Jangan Lupa Bergerak

Saya pikir seseorang harus terus bergerak agar dapat memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Bergerak dalam arti secara fisik, pikiran maupun perasaan. Ketika manusia yang masih hidup berhenti bergerak, maka secara pelan dan pasti, secara sadar maupun tak sadar, mereka akan berubah menjadi objek yang dikendalikan. Bukan oleh orang lain melainkan oleh hal negatif dalam dirinya sendiri. Manusia tentunya memiliki hal positif dan negatif dalam dirinya. Ketika terlalu lama mengabaikan diri sendiri, seseorang akan menjelma sesuatu yang usang dan tak berguna. Keadaan semacam itu berpotensi membuat hal-hal negatif yang ada di dalam diri muncul dan mendominasi. Misalnya tanpa disadari tubuh dikendalikan oleh sesuatu negatif seperti keinginan untuk bermalas-malasan sepanjang waktu sehingga cenderung mengabaikan tanggung jawab dan hal-hal penting lainnya.

Belakangan ini saya terpikir bahwa saya harus terus bergerak karena saya menyadari bahwa energi tak hanya didapat dari makanan dan minuman, tapi juga dari bergeraknya tubuh, pikiran dan perasaan. Meski bisa bergerak sendiri-sendiri, antara fisik, pikiran dan perasaan pun saling berhubungan, ketiganya saling memengaruhi. Misalnya ketika berolahraga, badan menjadi segar, pikiran dan batin juga terkena dampak kesegarannya. Begitu pula ketika mengolah pikir atau mengolah rasa, semua akan berimbas pada fisik. Misalnya begini, berpikir positif menyebabkan perasaan juga positif, secara tak langsung hal itu dapat membuat raut wajah menjadi lebih cerah dan postur tubuh menjadi tegap sehingga lebih semangat juga percaya diri.

Agar tak terpuruk pada keadaan yang begitu-begitu saja, saya harus tetap bergerak. Saya harus melakukan keinginan-keinginan positif saya agar tidak dikuasai oleh keinginan negatif dari dalam diri saya sendiri. Caranya dari mulai hal-hal kecil sehari-hari saja, misalnya tidak menunda ketika terpikir ingin mandi, tidak malas keluar kantor untuk makan siang jika memang lapar, tidak memejamkan mata lagi ketika sudah terbangun di pagi hari, tidak menunda menyelesaikan sebuah bacaan, dan menyegerakan menuangkan ide-ide yang muncul di kepala menjadi karya. Hal-hal lain yang bisa dilakukan misalnya yang berhubungan dengan orang lain seperti mengantar ibu belanja, menjemput adik atau menemani seorang kawan yang sedang butuh teman bicara. Jadi selain berbuat baik kepada diri sendiri, semoga saya juga berguna dan membawa kebaikan untuk orang lain.

Ketika merasa tak ada yang saya inginkan untuk dilakukan lagi maka artinya itu adalah saatnya untuk beristirahat dari semua kegiatan. Setelah merasa cukup beristirahat, tak lupa untuk segera bergerak lagi. Ada kalanya perlu bertanya kepada diri sendiri, “Apa lagi ya yang bisa saya lakukan?”. Intinya adalah saya perlu menjaga sesuatu yang baik terjadi pada tubuh saya, pikiran saya, hati saya. Hal-hal negatif tentu bisa datang sewaktu-waktu tanpa mengetuk pintu. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan, pusing, rambut lepek, atau badan pegal-pegal akan selalu muncul dalam hidup. Nah, yang harus dilakukan adalah terus bergerak agar tidak terkurung dalam hal-hal negatif itu. Berusaha bergerak untuk beranjak dari hal-hal buruk akan membuat kita selalu kembali kepada hal-hal baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar