Saya pikir seseorang harus terus bergerak agar dapat
memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Bergerak dalam arti secara fisik, pikiran
maupun perasaan. Ketika manusia yang masih hidup berhenti bergerak, maka secara
pelan dan pasti, secara sadar maupun tak sadar, mereka akan berubah menjadi
objek yang dikendalikan. Bukan oleh orang lain melainkan oleh hal negatif dalam
dirinya sendiri. Manusia tentunya memiliki hal positif dan negatif dalam
dirinya. Ketika terlalu lama mengabaikan diri sendiri, seseorang akan menjelma
sesuatu yang usang dan tak berguna. Keadaan semacam itu berpotensi membuat
hal-hal negatif yang ada di dalam diri muncul dan mendominasi. Misalnya tanpa
disadari tubuh dikendalikan oleh sesuatu negatif seperti keinginan untuk
bermalas-malasan sepanjang waktu sehingga cenderung mengabaikan tanggung jawab dan hal-hal
penting lainnya.
Belakangan ini saya terpikir bahwa saya harus terus bergerak
karena saya menyadari bahwa energi tak hanya didapat dari makanan dan minuman,
tapi juga dari bergeraknya tubuh, pikiran dan perasaan. Meski bisa bergerak
sendiri-sendiri, antara fisik, pikiran dan perasaan pun saling berhubungan,
ketiganya saling memengaruhi. Misalnya ketika berolahraga, badan menjadi
segar, pikiran dan batin juga terkena dampak kesegarannya. Begitu pula ketika mengolah pikir atau mengolah rasa, semua akan berimbas pada fisik.
Misalnya begini, berpikir positif menyebabkan perasaan juga positif, secara tak
langsung hal itu dapat membuat raut wajah menjadi lebih cerah dan postur tubuh menjadi
tegap sehingga lebih semangat juga percaya diri.
Agar tak terpuruk pada keadaan yang begitu-begitu saja, saya
harus tetap bergerak. Saya harus melakukan keinginan-keinginan positif saya agar
tidak dikuasai oleh keinginan negatif dari dalam diri saya sendiri. Caranya dari
mulai hal-hal kecil sehari-hari saja, misalnya tidak menunda ketika terpikir
ingin mandi, tidak malas keluar kantor untuk makan siang jika memang lapar,
tidak memejamkan mata lagi ketika sudah terbangun di pagi hari, tidak menunda
menyelesaikan sebuah bacaan, dan menyegerakan menuangkan ide-ide yang muncul di
kepala menjadi karya. Hal-hal lain yang bisa dilakukan misalnya yang
berhubungan dengan orang lain seperti mengantar ibu belanja, menjemput adik
atau menemani seorang kawan yang sedang butuh teman bicara. Jadi selain berbuat
baik kepada diri sendiri, semoga saya juga berguna dan membawa kebaikan untuk
orang lain.
Ketika merasa tak ada yang saya inginkan untuk dilakukan lagi maka artinya itu adalah saatnya untuk beristirahat dari semua kegiatan. Setelah merasa
cukup beristirahat, tak lupa untuk segera bergerak lagi. Ada kalanya perlu
bertanya kepada diri sendiri, “Apa lagi ya yang bisa saya lakukan?”. Intinya adalah
saya perlu menjaga sesuatu yang baik terjadi pada tubuh saya, pikiran saya,
hati saya. Hal-hal negatif tentu bisa datang sewaktu-waktu tanpa mengetuk pintu.
Kesedihan, kemarahan, kekecewaan, pusing, rambut lepek, atau badan pegal-pegal akan selalu muncul
dalam hidup. Nah, yang harus dilakukan adalah terus bergerak agar tidak
terkurung dalam hal-hal negatif itu. Berusaha bergerak untuk beranjak dari
hal-hal buruk akan membuat kita selalu kembali kepada hal-hal baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar