Senin, 11 November 2019

Saya Kembali

Sebenarnya saya sedikit merasa bersalah karena lama meninggalkan blog ini, lama nggak nulis, eh pas balik tau-tau bahas soal kekecewaan lagi. Ya gimana ya, hidup manusia ya memang muternya di situ-situ aja. Maksudnya dengan kegiatan yang berganti-ganti, permasalahan datang dan pergi, yang dirasain ya muter aja, semacam siklus, kalo nggak sedih, kecewa, marah, bahagia, tenang, damai, dan sebagainya.

Jadi kenapa lama nggak nulis? Karena pikiran dan perasaan saya disibukkan dengan hal lain, dan memang mau fokus sama hal lain itu. Selain vakum nulis, saya juga lama nggak membaca. Tahun ini nggak membaca satu bukupun. Tahun kemarin terakhir kali membaca buku, kurang 200an halaman. Tenang, nanti saya lanjutin bacanya. Kenapa nggak selesai baca bukunya? Karena saya nggak mau perasaan yang saya rasakan saat itu terkontaminasi hal lain. Ceritanya saya ingin fokus menikmati perasaan saya itu, jadi saya berhenti melakukan hal lain.

Beberapa waktu yang lalu saya memutuskan untuk berpikir positif kepada seseorang, memutuskan untuk mempercayai juga orang-orang lain, dengan harapan yang banyak. Padahal saya sudah memikirkan kemungkinan buruknya, tapi tetap saja sakit saat tau bahwa kemungkinan buruk itu benar-benar terjadi. Lalu menyadari bahwa saya terlalu mentolerir sikap tidak menyenangkan darinya, padahal sudah terjadi beberapa kali. Barangkali ini yang namanya cinta buta, dan tuli. Hahaha, kalau saya sudah bisa menertawakan diri sendiri seperti sekarang, berarti sudah baik-baik saja.

Sebelumnya tentu saja sudah melalui fase menyalahkan diri sendiri karena itu adalah hal yang paling mudah dilakukan, seperti biasa. Sesungguhnya menyalahkan diri sendiri adalah hal yang paling menguras energi, tapi tetap dilakukan, karena seringnya memang terjadi secara otomatis. Saya juga berusaha menjaga jarak dengan orang-orang untuk memulihkan diri. Saya pikir cara itu membantu saya merasa lebih baik.

Harapan memang kadang membuat kita terbang melayang-layang, sampai akhirnya bertemu realita yang tidak pernah diharapkan tapi harus diterima. Sedih, jengkel, terus merasa perlu off dari beberapa hal yang berkaitan dengan perasaan. Rasanya lelah sekali, ingin berhenti sebentar saja. Saya sampai keluar dari beberapa grup pertemanan, saya bilang pada teman saya ingin recovery dulu.

Harapan memang kadang membuat kita jatuh, tapi kan katanya hidup tetap harus punya harapan agar tetap mempunyai sesuatu untuk dituju. Iya kan? Terus momen ini pas banget ketemu lagunya Kunto Aji yang berjudul Rehat. Tempo lagunya pelan, tapi memberi semangat. Terima kasih Mz Kun!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar