Rabu, 01 Februari 2017

Awal Bulan Februari

#februaringeblogtiaphari | 1

Saya ingin bulan kedua ini diawali dengan kegembiraan, makanya saya membuat proyek menulis selama satu bulan. Setidaknya ada hal baru yang saya lakukan dan membuat saya sedikit sibuk melakukan sesuatu untuk menampung buah pikiran yang kadang meluap dan terbuang begitu saja. Kita sering merasa antusias dengan hal yang baru, karena terasa lebih segar dan mengalihkan kita dari hal-hal yang itu-itu saja. Harusnya saya menyambut datangnya bulan ini dengan perasaan positif. Tapi kadang kita tak bisa mengatur jalannya kehidupan agar selalu sesuai dengan keinginan kita, karena kita hanya manusia yang tak mungkin mengontrol semua hal. Ada banyak faktor yang menentukan, dan kita bukan satu-satunya yang mengendalikan.

Entah kenapa pagi ini diawali dengan perasaan yang tidak enak. Begitu bangun tidur, perasaan saya sudah langsung kacau. Pagi ini saya tidak terlalu lama menunda untuk turun dari tempat tidur seperti yang biasa saya lakukan. Begitu bangun, setelah beberapa saat mengumpulkan kesadaran, saya langsung menuju toilet dan melakukan ritual pagi, kemudian mandi dan berpakaian. Setelah itu tiba-tiba saya mengingat sesuatu dan ingin menangis. Ada rasa marah, kesal, sedih dan perasaan-perasaan semacam itu. Saya berusaha mengendalikan emosi, kemudian menuju meja makan untuk sarapan. Menu sarapan saya nasi putih, telur ceplok dan sayur tumis brokoli campur pokcoy dengan sedikit kornet daging sapi. Selesai sarapan, saya merapikan diri dan segera mengendarai sepeda motor menuju tempat kerja.

Saya sampai di tempat kerja pukul 9 lebih 3 menit. Itu termasuk awal, karena seringkali saya terlambat 30 menit atau lebih. Meski tak pernah terlalu dipersoalkan, tetap saja saya merasa kurang bertanggung jawab jika terlalu sering datang terlambat. Kadang saya juga datang setengah jam lebih awal dari jam masuk (setengah 9), tapi  memang lebih sering terlambatnya. Begitu masuk ke ruangan, saya sudah langsung mendapat tugas yang langsung saya kerjakan. Ketika teman-teman saya yang lain datang, saya membagikan beberapa coklat pada mereka. Kebetulan orang tua saya baru pulang Umrah dan mereka membawa banyak coklat sebagai oleh-oleh, selain air zamzam dan buah kurma tentunya.

Tak berapa lama duduk di meja kerja, perasaan tidak enak itu kambuh lagi. Perasaan saya kacau lagi. Sesuatu yang saya ingat pagi tadi yang membuat saya begitu emosional datang lagi. Menyebalkan memang, tapi saya tahu bahwa yang bisa saya lakukan hanyalah berusaha mengendalikan perasaan itu. Beberapa kali menarik-embuskan nafas, meneguk air putih dan makan coklat yang saya bawa. Katanya kan mengonsumsi coklat bisa mengalirkan hormon endorphin yang bisa membuat kita merasa tenang dan bahagia. Entah karena makan coklat atau karena saya berhasil mengendalikan diri, atau karena saya menyalurkannya dengan menulis, perlahan emosi saya kembali normal, meski bisa saja kembali sewaktu-waktu.

Tadinya saya mau memulai proyek menulis ini dengan tulisan yang ceria saja, tapi kembali lagi, saya cuma manusia yang tak mungkin mengontrol semua hal. Lagi pula apa masalahnya menulis hal-hal sedih? Kan bagus juga secara psikologis dan siapa tahu dapat menghibur orang lain yang juga sedang sedih. Kemudian tiba-tiba saya terpikir bahwa saya sepertinya sedang PMS, karena memang sudah saatnya. Jadi mungkin sesuatu menyebalkan yang saya ingat tadi adalah sarana bagi saya untuk melepaskan emosi. Semoga meski diawali dengan sedikit perasaan tidak enak, bulan ini berjalan dengan baik setiap harinya.

*Saat menulis ini saya tiba-tiba teringat lagunya Soko yang berjudul Shitty Day yang kemudian langsung saya putar sambil menyenandungkan liriknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar