#februaringeblogtiaphari | 1
Saya ingin bulan kedua ini diawali dengan kegembiraan,
makanya saya membuat proyek menulis selama satu bulan. Setidaknya ada hal baru
yang saya lakukan dan membuat saya sedikit sibuk melakukan sesuatu untuk menampung
buah pikiran yang kadang meluap dan terbuang begitu saja. Kita sering merasa
antusias dengan hal yang baru, karena terasa lebih segar dan mengalihkan kita
dari hal-hal yang itu-itu saja. Harusnya saya menyambut datangnya bulan ini
dengan perasaan positif. Tapi kadang kita tak bisa mengatur jalannya kehidupan
agar selalu sesuai dengan keinginan kita, karena kita hanya manusia yang tak
mungkin mengontrol semua hal. Ada banyak faktor yang menentukan, dan kita bukan
satu-satunya yang mengendalikan.
Entah kenapa pagi ini diawali dengan perasaan yang tidak
enak. Begitu bangun tidur, perasaan saya sudah langsung kacau. Pagi ini saya
tidak terlalu lama menunda untuk turun dari tempat tidur seperti yang biasa
saya lakukan. Begitu bangun, setelah beberapa saat mengumpulkan kesadaran, saya langsung
menuju toilet dan melakukan ritual pagi, kemudian mandi dan berpakaian. Setelah itu tiba-tiba saya mengingat sesuatu dan ingin menangis. Ada rasa
marah, kesal, sedih dan perasaan-perasaan semacam itu. Saya berusaha
mengendalikan emosi, kemudian menuju meja makan untuk sarapan. Menu sarapan
saya nasi putih, telur ceplok dan sayur tumis brokoli campur pokcoy dengan
sedikit kornet daging sapi. Selesai sarapan, saya merapikan diri dan segera
mengendarai sepeda motor menuju tempat kerja.
Saya sampai di tempat kerja pukul 9 lebih 3 menit. Itu
termasuk awal, karena seringkali saya terlambat 30 menit atau lebih. Meski tak
pernah terlalu dipersoalkan, tetap saja saya merasa kurang bertanggung jawab
jika terlalu sering datang terlambat. Kadang saya juga datang setengah jam
lebih awal dari jam masuk (setengah 9), tapi
memang lebih sering terlambatnya. Begitu masuk ke ruangan, saya sudah
langsung mendapat tugas yang langsung saya kerjakan. Ketika teman-teman saya
yang lain datang, saya membagikan beberapa coklat pada mereka. Kebetulan orang
tua saya baru pulang Umrah dan mereka membawa banyak coklat sebagai oleh-oleh, selain air zamzam dan buah kurma tentunya.
Tak berapa lama duduk di meja kerja, perasaan tidak enak itu
kambuh lagi. Perasaan saya kacau lagi. Sesuatu yang saya ingat pagi tadi yang
membuat saya begitu emosional datang lagi. Menyebalkan memang, tapi saya tahu
bahwa yang bisa saya lakukan hanyalah berusaha mengendalikan perasaan itu. Beberapa kali menarik-embuskan nafas, meneguk
air putih dan makan coklat yang saya bawa. Katanya kan mengonsumsi coklat bisa
mengalirkan hormon endorphin yang bisa membuat kita merasa tenang dan bahagia.
Entah karena makan coklat atau karena saya berhasil mengendalikan diri, atau
karena saya menyalurkannya dengan menulis, perlahan emosi saya kembali normal, meski bisa
saja kembali sewaktu-waktu.
Tadinya saya mau memulai proyek menulis ini dengan tulisan yang
ceria saja, tapi kembali lagi, saya cuma manusia yang tak mungkin mengontrol
semua hal. Lagi pula apa masalahnya menulis hal-hal sedih? Kan bagus juga secara
psikologis dan siapa tahu dapat menghibur orang lain yang juga sedang sedih. Kemudian tiba-tiba saya terpikir bahwa saya sepertinya sedang PMS, karena memang
sudah saatnya. Jadi mungkin sesuatu menyebalkan yang saya ingat tadi adalah
sarana bagi saya untuk melepaskan emosi. Semoga meski diawali dengan sedikit perasaan tidak enak, bulan ini berjalan dengan baik setiap harinya.
*Saat menulis ini saya tiba-tiba teringat lagunya Soko yang
berjudul Shitty Day yang kemudian
langsung saya putar sambil menyenandungkan liriknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar