#februaringeblogtiaphari | 10
Hidup saya berjalan lebih pelan dari pada kebanyakan orang.
Namun ada kalanya saya bergerak lebih cepat ketika, 1. Terlambat menghadiri
acara penting; 2. Saya tahu saya sedang ditunggu. Itu pun tetap jenis
terburu-buru yang aman, tidak sampai hilang fokus apalagi ugal-ugalan.
Selebihnya saya bergerak dengan santai, tidak terburu-buru. Kadang berhenti
beberapa waktu, karena menyadari bahwa jeda itu perlu. Meski santai, saya tahu
saat saya harus melakukan ini dan itu. Saya tahu saat saya harus terus berjalan atau berhenti, berbelok ke kanan atau ke kiri. Saya berusaha tak
mengabaikan tanggung jawab saya.
Waktu bergerak dengan cepat, dunia berubah seperti dalam
sekerjap mata. Apa yang hari ini menjadi sesuatu yang hits, di hari esok bisa menjadi sesuatu yang basi. Apa yang hari
ini diagung-agungkan orang, esok bisa menjadi sesuatu yang tak ada harganya
sama sekali. Masih ingat fenomena ikan lohan, tanaman gelombang cinta dan batu
akik yang pernah dihargai ratusan juta itu? Sekarang bagaimana kabarnya?
Fenomena-fenommena tersebut adalah beberapa contoh yang menunjukkan bahwa waktu
dapat dengan mudah membolak-balikkan keadaan. Sesuatu yang kita punya dan
banggakan di depan orang-orang hari ini bisa jadi hilang dan tak berarti bagi
mereka di kemudian hari. Ini juga merupakan salah satu bukti bahwa sesuatu yang
mengalami kejayaan dalam proses yang terlalu cepat dan tergesa seringkali tak
dapat bertahan lama.
Hidup saya berjalan lebih pelan jika dibandingkan
teman-teman lain seusia saya. Entah mengapa tapi saya butuh waktu lebih lama
untuk menerima bahwa sesuatu itu perlu. Saya merasa lebih menikmati hidup
dengan berjalan pelan, merasakan embusan angin, melihat pohon-pohon menari
dengan suara daun-daunnya yang bersentuhan satu sama lain. Bayangkan jika
pemandangan seperti itu terjadi dengan pelan. Seperti yang sering kita lihat di
film-film, adegan apapun dengan slow motion
terasa lebih puitis. Entah itu adegan dua orang yang bertemu untuk pertama
kalinya dan kelak saling jatuh cinta, adegan seorang jagoan berjalan pelan
menjauhi ledakan besar yang ada di belakangnya, atau rumput yang bergoyang
pelan tertiup angin. Bahkan saya percaya ketika seseorang memutar ulang
kenangan dia akan melihat adegan di masa lalu dalam gerak lambat di dalam
kepalanya. Mengapa? Karena kita mengingat setiap detail kenangan itu. Jadi,
bergerak lebih pelan salah satunya adalah untuk merasakan suatu kejadian secara
keseluruhan, mengambil pelajaran pada setiap detailnya, karena hidup adalah
pengetahuan. Intinya meskipun hidup saya berjalan pelan, saya justru lebih
menikmatinya dan yang penting saya yakin, saya selalu sampai ke titik di mana
saya seharusnya berada, tepat pada waktunya. Tepat waktu untuk setiap orang kan
berbeda, karena yang sedang kita jalani adalah kehidupan.
Karena saya tahu persis bahwa saya tak mungkin melawan
ganasnya waktu, saya memilih untuk pelan saja. Karena secepat apapun kita,
waktu terus berjalan dengan lebih cepat, tak pernah berhenti. Jika kita
menghabiskan hidup hanya untuk berlomba dengan waktu, kita justru akan
kehilangan makna. Kadang saya merasa terjebak di masa lalu atau bingung
mencemaskan hari esok, sehingga mengabaikan hari ini, padahal saya tahu bahwa saya
hidup pada hari ini, saat ini. Kadang juga saya lupa, hal-hal yang ada pada
hari ini adalah hasil dari keputusan-keputusan saya di masa lalu. Pada akhirnya
saya harus selalu ingat untuk berusaha melakukan hal yang benar hari ini,
sehingga hari esok tak perlu dicemaskan lagi. Hidup dengan pelan, bisa jadi
merupakan wujud rasa syukur pada setiap detik yang kita punya dalam hidup ini.
Hidup dengan pelan membuat saya lebih tenang, mampu berpikir dengan jernih dan
dapat meminimalisir kecemasan-kecemasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar