Kamis, 23 Februari 2017

Menjadi Manusia yang Berbuat Baik

#februaringeblogtiaphari | 23

Kupikir tak seorang pun mau diingat sebagai seseorang yang buruk. Semua orang, kupikir, ingin diingat sebagai orang yang baik. Masalahnya, banyak orang yang lupa atau tidak terpikir untuk berbuat baik pada sesamanya, pada lingkungannya. Sebagian lain malah dengan sadar dan terang-terangan melakukan sesuatu yang buruk pada lingkungan, menyakiti perasaan dan merugikan orang lain, entah karena ego yang terlalu besar, minimnya rasa tanggung jawab, kurangnya empati, atau ingin mendapatkan keuntungan lain. Mereka barangkali tidak pernah berpikir bahwa perbuatan mereka akan memengaruhi jalan hidup mereka di kemudian hari.

Contoh kasus :
        1. Suatu hari kau meremehkan seorang teman karena suatu hal. Di masa depan bukan 
            tak mungkin teman yang kau remehkan itu menjadi satu-satunya orang yang kau 
            butuhkan bantuannya. Jika kau punya perasaan, kau akan merasa sangat malu 
            karena dulu pernah meremehkannya. Jika dia berniat membalasmu, kau sendiri yang 
            akan susah.
        2.  Kau terbiasa berbohong, mengingkari janji atau melakukan hal buruk yang membuat 
            temanmu takkan percaya padamu lagi. Suatu hari ada saat di mana kau memutuskan 
            untuk memulai bisnis dan ingin bekerjasama dengan temanmu itu, Menurutmu 
            apakah temanmu mau memercayaimu untuk menjadi partner bisnisnya? Kepercayaan 
            itu sangat penting, sekali rusak, maka akan susah diperbaiki.
        3.  Kau memutuskan untuk berdagang dan berpikir untuk mempublikasikan usahamu 
            pada teman-temanmu dengan harapan mereka bisa menjadi pelanganmu. Jika di 
            masa lalu kau melakukan hal buruk pada mereka apakah mereka akan tertarik untuk 
            membeli, atau bahkan menyebarluaskan informasi tentang usahamu itu? Sementara 
            berteman dekat denganmu saja mungkin mereka sudah tak ingin lagi.
        4.  Kau melakukan kesewenang-wenangan pada alam seperti membuang sampah di 
            sungai atau menebang pohon sembarangan sehingga membuat alam merasa perlu 
            menyeimbangkan dirinya kembali. Manusia menyebutnya sebagai bencana alam, 
            seperti banjir atau tanah longsor. Kau mengambil keuntungan dari alam, tapi tak 
            sadar bahwa suatu hari kau harus membayar mahal untuk itu.

Jadi kira-kira begini, ketika seseorang melakukan perbuatan buruk, maka orang itu juga yang akan merasakan akibatnya kelak. Bahkan bisa jadi orang lain yang tak bersalah juga ikut menanggung akibatnya. Ketika kita melakukan hal buruk pada lingkungan dan makhluk hidup lain, itu artinya kita sedang melakukan hal buruk pada diri kita di masa depan. Itu menandakan bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada hari-hari kemudian.

Beberapa contoh kasus di atas mengajarkan bahwa untuk berbuat baik tidak perlu menunggu saat kita membutuhkan bantuan, memulai bisnis, memulai berdagang atau ketika mengalami musibah. Kita berbuat baik karena memang sudah seharusnya berbuat baik, Kita berbuat baik karena kita juga ingin diperlakukan dengan baik. Kita berbuat baik pada orang lain karena mereka adalah orang-orang yang berarti bagi keluarga dan teman-teman mereka, jadi ketika kita berbuat buruk pada mereka, kita juga menyakiti keluarga dan teman-teman mereka, sebaliknya jika kita berbuat baik, keluarga mereka pun akan ikut berterima kasih. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu berusaha berbuat baik dan adil, dimulai dari diri sendiri, agar kebaikan selalu bersama kita, keluarga kita, teman-teman dan anak-cucu kita kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar