Senin, 21 Agustus 2017

Lalu Lalang Pikiran

Ini hari apa dan tanggal berapa, aku tidak tahu dan tidak peduli. Aku tidak sedang menunggu apapun atau siapapun. Aku lapar tapi tak ingin makan. Sebotol air mineral sudah kuhabiskan. Perutku kembung dan sekarang aku ingin pipis tapi malas berjalan ke kamar kecil. Menahan pipis tak baik untuk kesehatan, aku tahu.

Aku hanya sedang tak tahu apa yang kulakukan, aku bosan. Itu sesuatu yang wajar bukan? Di kepalaku banyak pikiran yang berlalu lalang. Aku berbicara pada diriku sendiri. Mungkin kau berpikir aku gila, tapi kalau iya memangnya kenapa? Aku kan tidak merugikan siapa-siapa. Lagi pula, jika aku mengajakmu berbicara memangnya kau mau mendengarkan?

Baiklah aku mengaku, aku merindukanmu meski aku tak tahu kau ada di mana. Barangkali percuma, tapi orang-orang bijak akan berkata, “semua pasti ada hikmahnya”. Aku hanya merindukanmu, bukan menunggumu. Aku sudah bilang kan, aku sedang tidak menunggu apapun atau siapapun. Aku benci harus merasakan hal seperti ini. Tapi apa boleh buat, harus kuterima meski berat.

Sambil mendengarkan musik aku melihat ke langit-langit. Aku pikir mungkin sudah waktunya aku pergi melihat langit yang sesungguhnya dari tempat yang tenang dan damai, langit yang ketika malam penuh bintang dan siangnya berwarna biru dan meneduhkan, kemudian di antaranya ada fajar dan senja yang menyimpan banyak cerita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar