Jumat, 12 Februari 2016

Hari Pelukan

Pernah mendengar tentang Hari Pelukan? Saya baru mendengar beberapa tahun belakangan bahwa Hari Pelukan jatuh pada tanggal 12 Februari, itu artinya hari ini (sumber lain menyebutkan hari pelukan diperingati pada tanggal 21 Januari). Tentu saya senang karena 12 Februari adalah hari ulang tahun saya. Saya pikir, meski saya tak merayakan hari ulang tahun, dan terlepas dari penting atau tidaknya ada hari pelukan, saya senang jika hari ini ada lebih banyak orang berpelukan.

Secara psikologis pelukan memiliki banyak manfaat. Pelukan dapat memberikan rasa aman, tenang, bahagia, meningkatkan rasa percaya diri karena kita akan merasa dicintai dan meningkatkan empati. Pelukan juga mengajarkan kita tentang memberi dan menerima, bagaimana kasih sayang berjalan dari dua arah.

Pelukan pertama hari ini saya dapatkan dari Ibu saya. Tadi pagi dia mengucapkan selamat ulang tahun sambil mencium dan memeluk saya diiringi dengan do’a-do’a yang otomatis saya Aamiin-i semuanya. Saya senang, sekaligus sedih. Senang karena Ibu saya memperlihatkan rasa sayangnya kepada saya. Sedih saat dia berkata maaf karena tidak bisa memberikan apa-apa untuk saya. Padahal yang dia berikan selama ini sudah lebih dari cukup. Semua kasih sayang dan perhatiannya, dukungan penuh untuk cita-cita saya. Dia adalah orang yang selalu percaya dan yakin bahwa saya akan sukses dan menjadi orang yang berguna. Dia juga teman mengobrol yang asik. Kami sering berbicara tentang banyak hal, tentang keluarga, isu-isu sosial, musik, hingga politik. Yang membuat saya lebih sedih lagi adalah saat menyadari kenyataan bahwa saya belum mampu memberi banyak untuknya. Belum bisa membantunya menghilangkan kegelisahannya, kekhawatirannya terhadap banyak hal. Belum bisa memenuhi harapan-harapannya. Tapi saya berusaha agar dia selalu bahagia.

Ayah saya juga mengucapkan selamat ulang tahun tadi pagi sebelum saya berangkat bekerja. Dia mengucapkannya dengan cool, saya pikir dia tak suka jika harus mengucapkannya dengan manis. Sayapun menanggapinya juga dengan cool. Haha… tapi saya tahu, dia sayang saya, saya juga sayang dia. Kadang kita mengekspresikan rasa sayang yang sama dengan cara yang berbeda. Salah satu harapan Ayah saya adalah, dia ingin saya menikah. Baiklah. Saya hanya bisa berdo’a agar dia tak terlalu mencemaskan banyak hal dalam hidup. Sama seperti harapan saya untuk Ibu, saya ingin dia selalu bahagia.

Hari ini banyak keluarga dan teman-teman yang memeluk saya dengan ucapan-ucapan, harapan dan do’a. Kami saling mendo’akan. Saya senang mereka mengingat saya. Terima kasih. Saya sayang kalian.

Selamat Hari Pelukan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar