Setuju nggak kalo istilah ‘baper’ booming banget tahun 2015
lalu mengalahkan istilah ‘galau’ yang sudah booming tahun-tahun sebelumnya?
Kalau menurut KBBI, galau(a) berarti sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan
(pikiran). Namun dalam
prakteknya kata galau mengalami penyempitan makna karena seringkali digunakan
sebagai pengganti kacaunya pikiran karena patah hati, merindukan seseorang yang
disukai, atau perasaan sedih karena jomlo. Pokoknya kata galau sering diidentikkan
dengan kegelisahan tentang cinta.
Sedangkan ‘baper’ adalah akronim dari
‘bawa perasaan’. Penyebab baper tentunya karena seseorang mempunyai perasaan
yang sensitif terhadap suatu hal. Dalam hal ini nggak jauh berbeda dengan
kata galau yang sering digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan
kegelisahan dunia percintaan. Nah biasanya ketika kita sedang melihat atau
mendengar sesuatu yang dapat mengingatkan kita tentang seseorang yang kita suka
seperti gebetan, pacar atau mantan pacar yang seringkali membuat perasaan
menjadi melankolis, kita akan menyebutnya sebagai ‘baper’.
Kemarin siang saya mengajak beberapa
teman melalui multichat untuk menonton film di bioskop. Salah satu teman saya yang bernama Maulina menolak dengan alasan bahwa itu adalah film Indonesia yang
berpotensi baper. Padahal setahu saya salah satu hobi teman saya itu adalah
membaca buku-buku yang menurut saya berkali lipat lebih baper dari film-film
yang saya sebutkan (semoga dia nggak marah waktu membaca tulisan ini :p).
Akhirnya mulailah chat gaje (gak jelas) antara saya dan dia yang saling berbalas
sajak bertema baper.
Saya :
“Sesungguhnya baper ada di apa yang terlihat matamu dan apa yang terdengar
telingamu, di manapun, kapanpun.”
Maulina :
“Sesungguhnya rindu bukan diciptakan oleh jarak namun karena ia telah ada dan menetap di dalam kamu.”
Saya :
“Mungkin dia tak punya tempat mengungsi, kutampung saja sampai dia pergi
sendiri. Mungkin baper itu perlu, siapa tahu aku bosan, dan bisa mulai dengan
yang baru.”
Ya, sepertinya kami sedang kumat
baper-nya. Kemudian topik obrolan kami berganti lagi dengan tema yang lain,
kadang penting kadang nggak sama sekali. Tak perlu tema yang berat-berat, yang penting kami
stay in touch, saling ada untuk satu
sama lain dan semoga long lasting.
Hidup baper!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar