Selasa, 11 Juli 2017

Apa Kabar?

Menanyakan kabar seringkali bisa menjadi basa-basi yang paling basi, meski tidak selalu. Kadang bisa saja kita tiba-tiba memiliki keperluan dengan kawan lama yang sudah terpisah, jarang bertemu apalagi mengobrol sehingga untuk membuka obrolan tentu saja biasanya diawali dengan pertanyaan pembuka “Apa kabar?”. Setelah bertanya kabar baru diikuti dengan obrolan-obrolan lain atau kepentingan yang lain. Barangkali pertanyaan tersebut menjadi sekadar basa-basi atau tidak, berkaitan dengan jenis kepentingan yang mengikuti pertanyaan itu dan seberapa dekat kita dengan orang itu di masa lalu.

Ada saat di mana ketika saya menanyakan kabar kepada seseorang karena benar-benar ingin mengetahui kabarnya. Kadang saya dan beberapa kawan lama saling menanyakan kabar melalui pesan pendek tanpa diikuti dengan obrolan selanjutnya karena tujuan kami memang hanya untuk menanyakan kabar saja. Kadang saya hanya ingin tahu bahwa dia masih ada dan hidup dengan baik atau karena saya sedang kangen saja. Seorang kawan lama mau membalas pesan saja rasanya sudah senang apalagi jika sampai meluangkan waktu untuk bertemu dan mengobrol santai seperti dulu.

Saya bisa tiba-tiba memimpikan seorang kawan dalam tidur saya. Jika itu terjadi biasanya saya segera mencari tahu kabar kawan saya itu, Apakah dia baik-baik saja? Jika dia sedang mempunyai masalah, barangkali saya bisa membantunya. Jika dia memang sedang baik-baik saja, tentu saya lega mengetahuinya. Itu pun jika kawan saya masih bisa dijangkau, melalui pesan pendek atau telepon misalnya, jika ternyata tidak bisa dijangkau, saya hanya bisa berdoa semoga dia baik-baik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar