Menanyakan kabar seringkali bisa menjadi basa-basi yang
paling basi, meski tidak selalu. Kadang bisa saja kita tiba-tiba memiliki
keperluan dengan kawan lama yang sudah terpisah, jarang bertemu apalagi
mengobrol sehingga untuk membuka obrolan tentu saja biasanya diawali dengan
pertanyaan pembuka “Apa kabar?”. Setelah bertanya kabar baru diikuti dengan
obrolan-obrolan lain atau kepentingan yang lain. Barangkali pertanyaan tersebut
menjadi sekadar basa-basi atau tidak, berkaitan dengan jenis kepentingan yang
mengikuti pertanyaan itu dan seberapa dekat kita dengan orang itu di masa lalu.
Ada saat di mana ketika saya menanyakan kabar kepada
seseorang karena benar-benar ingin mengetahui kabarnya. Kadang saya dan beberapa
kawan lama saling menanyakan kabar melalui pesan pendek tanpa diikuti dengan
obrolan selanjutnya karena tujuan kami memang hanya untuk menanyakan kabar
saja. Kadang saya hanya ingin tahu bahwa dia masih ada dan hidup dengan baik
atau karena saya sedang kangen saja. Seorang kawan lama mau membalas pesan saja
rasanya sudah senang apalagi jika sampai meluangkan waktu untuk bertemu dan
mengobrol santai seperti dulu.
Saya bisa tiba-tiba memimpikan seorang kawan dalam tidur
saya. Jika itu terjadi biasanya saya segera mencari tahu kabar kawan saya itu, Apakah
dia baik-baik saja? Jika dia sedang mempunyai masalah, barangkali saya bisa
membantunya. Jika dia memang sedang baik-baik saja, tentu saya lega mengetahuinya. Itu
pun jika kawan saya masih bisa dijangkau, melalui pesan pendek atau telepon
misalnya, jika ternyata tidak bisa dijangkau, saya hanya bisa berdoa semoga dia baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar