Hari ini saya bangun lebih pagi, mengendarai motor menuju
salah satu tempat wisata di Semarang. Ada acara Gerakan Sadar Wisata yang
diadakan oleh Kementerian Pariwisata yang saya ikuti. Langit berwarna putih
pucat dan redup ketika saya keluar dari rumah. Saya tidak berpikir hari ini
akan hujan, barangkali hanya berawan, pikir saya.
Hari perlahan menuju siang, langit masih berwarna putih,
matahari muncul sebentar, kemudian bersembunyi lagi di balik awan. Sama sekali
tak ada warna biru di langit hari ini. Gerimis kemudian datang, jarang-jarang.
Acara tetap berjalan. Saya mengikutinya sampai selesai. Banyak teman-teman
pegiat wisata di sana.
Hari hampir sore ketika saya pulang, kembali ke tempat
kerja. Gerimis turun sedikit lebih banyak, saya bergegas meninggalkan tempat
itu. Saya tidak memakai mantel hujan. Perlahan jalanan menjadi basah. Angin
berembus dengan pelan, terasa sejuk. Mengingatkan saya pada perjalanan menuju
pendakian. Kalau saya ingat-ingat lagi saya memang lebih sering mendaki pada
hari-hari hujan dari pada saat kemarau, mungkin itu sebabnya.
Mengingat bukan berarti merindukan, tapi ingatan tentang
jalanan yang basah karena hujan dan angin yang berembus perlahan kali ini
membuat saya merasa rindu. Hai kamu, sampai bertemu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar