Saya termasuk orang
yang moody, mood saya bisa berubah-ubah dalam hitungan detik. Saya bisa senang,
sedih, marah, malas, melankolis dan bersemangat dalam satu hari. Tapi memang
yang paling banyak dilihat oleh teman-teman saya adalah saya yang pemalas. Ah
sudahlah, saya memang sedang malas hari ini. Hari ini suasana hati saya sedang
didominasi oleh rasa malas. Itu artinya hari ini saya lebih malas dari
hari-hari biasanya.
Kadang saya berpikir bahwa hidup saya berantakan sekali, dan
tentu ada keinginan untuk merapikannya. Jika pikiran saya terasa penuh hingga
mengganggu pekerjaan sehari-hari, baru terasa bahwa saya mempunyai masalah yang harus
diselesaikan. Maka saya akan berusaha menyelesaikan masalah saya satu per satu.
Tiba-tiba saya bisa bersemangat.
Tapi yang namanya permasalahan, tak semua bisa diselesaikan
dengan mudah dan begitu saja. Kadang ketika faktor dari dalam diri kita sudah
bersiap akan menyelesaikan masalah, ada saja faktor dari luar yang tak
mendukung. Misalnya saja seperti orang-orang yang berhubungan langsung dengan pokok
permasalahan tidak dapat meluangkan waktunya untuk membantu kita menyelesaikan
permasalahan tersebut. Padahal yang kita tahu dia adalah satu-satunya orang
yang dapat membantu. Tapi tentu kita tak mungkin memaksa. Kadang memang susah
berhubungan dengan manusia. Kalau sudah begini rasanya jadi lemas, tak
bersemangat lagi. Seperti sudah jauh berjalan di jalan yang kita yakini benar,
tapi ternyata buntu. Melelahkan.
Lelah, tak ingin melakukan apapun. Rasanya tenaga langsung
terkuras oleh harapan yang ternyata kosong. Saya menjadi lebih banyak diam, berpikir,
dan sambil menunggu hati saya pulih, saya melakukan tugas-tugas saya dengan
malas-malasan. Mirip seperti orang patah hati. Tentu saya akan bersemangat
lagi, mencapai keinginan dan cita-cita saya lagi, tapi kan itu perlu waktu, dan
ini adalah masa transisi. Eh, bukankah mood saya mudah berubah? Berarti ini tak
akan lama. Akan selalu ada jalan. Tentu jalan yang kita pilih adalah yang baik
dan tak merugikan orang lain dan diri kita sendiri.
*Iya, saya tahu judulnya memang berlebihan, tulisan ini tak senelangsa itu. :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar