Datangnya hujan sedang dinanti
oleh manusia di seluruh penjuru negeri
Kemarau buat dahaga makin menjadi.
Kuamati dari balik terali,
hujan telah lama berdiri
di hadapan pintu kayu jati,
mencoba mengoyak sepi.
"Siapa yang membawamu kemari?", tanyaku.
"Angin.", jawabnya pelan.
Aku sudah lama menyukai hujan.
Aku selalu senang saat hujan datang.
Aku selalu rindu ketika hujan pergi menghilang.
Kini aku tahu, hujan tak pernah datang sendirian.
Angin terlalu pemalu,
enggan muncul di hadapanku.
Namun kehadirannya sejukkan kalbu,
semilirnya buat dinginku tersapu.
Jangan terlalu lama pergi.
Jangan lupa pulang kembali.
Tak perlu sembunyi lagi.
Terima kasih untuk hujan hari ini.
Semarang, 2015
Jangan terlalu lama pergi.
Jangan lupa pulang kembali.
Tak perlu sembunyi lagi.
Terima kasih untuk hujan hari ini.
Semarang, 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar