Sabtu, 25 Februari 2023

Terima Kasih Ulang Tahun

Seingatku dari dulu aku tidak pernah ingin merayakan ulang tahun. Ketika semua teman-temanku merayakannya, aku justru tidak terlalu peduli dengan ulang tahunku sendiri.

Waktu SMA, teman-temanku mengadakan pesta besar sweet seventeen, dengan berbagai tema, dan door prize serupa undian berhadiah. Sedangkan aku bahkan tidak ingat apa yang kulakukan saat ulang tahunku yang ke-17. Tahun berikutnya aku justru ingat saat teman-temanku memutuskan untuk membiarkanku mencari kadoku sendiri dan membayar apapun yang aku pilih. Barangkali mereka terlalu bingung (atau malas) memikirkan tentang benda apa yang akan membuatku senang.

Aku melihat orang-orang akan merasa sedih jika tak seorang pun mengingat ulang tahun mereka dan memberi mereka ucapan selamat. Sedangkan aku tetap tidak merasa apa-apa bahkan jika aku sendiri lupa. Aku tidak sempat memikirkan siapa yang akan pertama mengucapkan selamat, atau hadiah apa yang akan kudapat. Aku tetap menjalani hidup seperti biasa.

Kadang ada masa di mana teman-temanku merayakannya untukku. Aku ingat beberapa kali saat aku masih kuliah, teman-temanku memberi kejutan ulang tahun, membawakan kue dengan lilin dan memberi hadiah, di depan banyak orang. Apa yang kurasakan saat itu adalah malu karena orang-orang tahu aku sedang berulang tahun. Barangkali karena aku tidak terbiasa menjadi pusat perhatian. Tapi aku tidak ingin teman-temanku kecewa, mereka telah memberikan waktu, energi, dan uang mereka untuk memberiku kejutan, jadi aku memilih meniup lilin dan bersenang-senang saja bersama mereka.

Aku memuji kado yang temanku berikan. Lalu ia bilang, "Aku tahu kamu bakal suka, soalnya itu adalah benda dengan model yang aneh". Menurut temanku, aku menyukai sesuatu yang aneh, bukan yang menurut mereka bagus atau lucu. Aku pun baru menyadarinya saat itu. Barangkali itu juga yang membuat teman-teman SMA-ku menyuruhku memilih kadoku sendiri. Padahal kado apapun yang diberikan, aku akan suka. Aku ingat saat kuliah, seorang teman memberiku kado jam tangan anak-anak berwarna merah bergambar 'Winnie the Pooh', katanya harganya tidak mahal. Aku dengan senang memakainya sampai rusak. Jika dipikir-pikir sepertinya aku kurang cukup berterima kasih pada teman-temanku saat itu. Semoga mereka hidup dengan baik, sehat, dan bahagia.

Beberapa teman dekatku di beberapa ulang tahun berkata bahwa mereka ingin merayakan ulang tahunku dengan mengajakku makan malam, atau menemaniku melakukan hal-hal yang kusuka. Mereka barangkali tidak tahu, tapi aku menyadari saat mereka menatapku sambil tersenyum melihatku bersenang-senang dan menikmati hari ulang tahunku. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar