Selasa, 26 Desember 2017

Satu Teman

Setelah mengisolasi diri beberapa bulan belakangan ini karena kecewa pada banyak hal, saya pikir saya telah kembali ke diri saya yang biasanya. Saya sempat merasa hampa alias tidak merasa apa-apa, menjadi seperti seseorang yang tanpa gairah. Malas melakukan banyak hal termasuk mengobrol dengan teman. Tetap makan, minum, mandi, kerja, tidur, itu juga rasanya seperti robot yang telah diprogram, semua seperti otomatis saja, tanpa rasa. Meskipun begitu, saya tetap berusaha ada ketika ada orang lain yang memerlukan bantuan saya. Berusaha tidak egois dan hanya memikirkan diri sendiri.

Sekarang saya kembali mengobrol dengan orang-orang, menyapa teman lama, dan sebagainya. Saya kembali menikmati hidup, tidak lagi hanya mendengarkan musik yang melankolis saja, tapi juga musik-musik favorit saya yang lain seperti biasa, menonton film dan menjiwai jalan ceritanya, tertawa saat ada yang lucu, menangis saat ada yang menyedihkan dan ikut merasa khawatir saat tokoh di dalam film mengalami masa kritis dan sebagainya. Melegakan bahwa perasaan saya kembali bekerja dengan baik. 

Dari dulu saya selalu merasa membutuhkan teman meskipun saya bisa menerima jika tak ada seorangpun yang menemani saya ketika saya membutuhkan. Maka dari itu saya berusaha untuk selalu menghargai kebersamaan bersama teman, karena itu adalah hal yang tidak dapat diulang, karena menurut saya semua hal hanya terjadi satu kali. Di lain waktu semuanya akan berbeda, padahal lain waktu itu juga belum tentu ada. Hal-hal yang direncanakan saja bisa batal apalagi yang tidak. 

Saya berusaha tidak melewatkan kebersamaan dengan teman-teman. Jika ada ajakan bertemu sebisa mungkin saya datang, meski mungkin saya sedang malas. Karena saya berpikir, ada waktu-waktu ketika saya butuh mereka padahal mereka sedang ingin sendiri misalnya. Sedih juga ketika saya butuh teman tapi tak satupun teman ada bersama saya. Karena itu saya tidak ingin membuat teman saya merasa sedih jika saya tidak menemaninya ketika dia memerlukan kehadiran saya. Hubungan yang baik perlu dipelihara, pertemuan perlu diusahakan.

Kadang kita hanya butuh satu teman yang pas. Satu teman di mana kita bisa saling percaya, merasa nyaman setiap kali berbagi cerita dan mampu mendengarkan tanpa menghakimi. Saya punya beberapa teman yang pas, tapi mereka tidak selalu ada. Kadang ketika kita merasa butuh, yang kita butuhkan tidak ada, dan sebaliknya. Hal semacam itu biasa terjadi karena memang bukan hanya saya yang hidup dan mempunyai urusan di dunia ini, teman-teman saya pun. Saya hanya berharap setidaknya ada satu saja teman yang pas yang sering (meski tidak selalu) ada untuk saya dan sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar