Jumat, 20 Oktober 2017

Tulisan Lelah

Seharian ini saya mendengarkan lagu Sisir Tanah berulang-ulang, judulnya Lagu Lelah. Saya menulis tulisan ini juga dengan diiringi lagu tersebut. Entah mengapa saya sedang merasa amat lelah sehingga mendengarkan lagu tersebut menjadi semacam usaha untuk menenangkan diri saya sendiri. Berpikir bahwa tentu saya bukanlah satu-satunya orang di dunia ini yang merasa tidak berguna dan merasa lelah dengan kehidupan.
 
Ini bukan kali pertama saya menulis dan bercerita bahwa saya merasa kurang bersemangat dalam hidup. Saya pikir barangkali hal ini merupakan siklus alami, bahwa manusia akan terus mengalami perasaan-perasaan tertentu karena sebab-sebab tertentu. Meskipun rasanya tidak nyaman, tapi saya merasa bahwa saya tidak mempunyai pilihan lain selain menjalaninya. Saya hanya perlu melewatinya dengan baik sebisa saya.

Karena lelah, tentu yang saya perlukan adalah beristirahat, bisa dengan tidur, menangis untuk melepaskan beban, atau hal lain yang dapat membuat saya merasa tenang seperti mendengarkan musik, menulis, menggambar, membaca buku, melakukan perjalanan, ataupun mengobrol dengan teman. Manusia akan terus mengalami kehilangan dan kekecewaan, dengan diselingi kebahagiaan di antaranya. Saya terus memelihara pikiran bahwa tidak mungkin sesuatu berada di tempatnya tanpa memberi manfaat pada sekitarnya.

Sebelum menulis ini saya juga bercerita pada seorang teman. Kami jarang bertemu, tidak tinggal di kota yang sama tapi masih saling menyapa. Saya senang kami masih berkomunikasi satu sama lain. Seringkali sulit rasanya menemukan seseorang yang mau dan mampu mendengarkan tanpa menghakimi, dan tidak pernah pergi. Meski saya hanya bercerita dan teman saya hanya mendengarkan, tapi hal itu dapat melegakan perasaan. Terima kasih.

*Lagu Lelah dari Sisir Tanah bisa didengarkan di sini. Judul tulisan ini juga terinspirasi dari judul lagu tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar