Kamis, 28 September 2017

Naik Kereta Api, Dulu, Kini, dan Nanti

Saat ini kereta api bisa dikatakan sebagai alat transportasi umum pilihan bagi kebanyakan orang. Terbukti dari bagaimana susahnya mendapatkan tiket kereta jika sudah terlalu mepet dengan hari keberangkatan, apalagi di musim liburan. Bahkan PT. Kereta Api Indonesia seringkali harus menambah gerbong untuk menampung lonjakan penumpang, terutama pada libur Lebaran dan libur akhir tahun. Ada banyak alasan mengapa orang lebih memilih kereta api dibanding transportasi umum lainnya. Misalnya seperti harga tiket yang relatif terjangkau dan proses pembelian yang mudah, jadwal keberangkatan yang tepat waktu, ruang tunggu yang nyaman serta berbagai macam fasilitas lain yang bisa didapatkan di dalam kereta maupun stasiun kereta.

Stasiun kereta juga merupakan tempat yang sering meninggalkan kesan sendiri. Banyak pertemuan dan perpisahan terjadi di stasiun kereta. Dulu ketika saya masih kecil, saya ingat pernah mengantarkan saudara saya ke stasiun untuk pulang ke kotanya. Para pengantar pada saat itu masih bisa mengantar hingga penumpang memasuki kereta, bahkan masih bisa melambaikan tangan dari jendela. Saya pun melakukan hal tersebut, melambaikan tangan melepas keberangkatan saudara saya hingga kereta menjauh dan tak terlihat lagi. Di beberapa film, hal tersebut sering menjadi adegan yang dramatis. Dulu saya juga pernah bepergian menggunakan kereta dan tidak mendapatkan tempat duduk padahal kami sudah membeli tiket. Kereta begitu penuh sehingga waktu itu saya dan beberapa saudara harus berada di sambungan antar gerbong di dekat pintu. Ketika dewasa, saya baru sadar bahwa itu adalah hal yang berbahaya.

Kini setiap kali melakukan perjalanan menggunakan kereta, tempat duduk favorit saya adalah persis di samping jendela, apalagi jika jendelanya bersih dan berukuran luas. Banyak hal yang dapat dilihat melalui jendela tersebut, pemandangan yang selalu berganti, dari sekelebat aktivitas orang-orang di pemukiman penduduk perkotaan yang padat, suasana pedesaan, sawah, perkebunan, perbukitan, hingga lautan. Jika cuaca sedang bagus, langit berwarna biru cerah menambah pemandangan menjadi lebih indah. Jika sedang musim hujan, titik-titik air yang membasahi jendela juga merupakan hal yang menarik untuk diamati sambil mendengarkan musik. Menempuh perjalanan jauh dengan duduk di dalam kereta menjadi tidak membosankan karena ada banyak hal yang bisa dilakukan, selain melihat pemandangan dan mendengarkan musik, kita juga bisa mengobrol dengan penumpang lain atau membaca buku. Jalur rel kereta yang selalu mulus dan tidak pernah bergelombang atau tiba-tiba melewati jalan yang berlubang seperti ketika menggunakan transportasi darat lainnya juga menambah kenyamanan saat naik kereta.

Banyak orang dan segala aktivitasnya bisa dilihat di stasiun kereta, mereka dengan tujuannya masing-masing ketika datang ke stasiun kereta, mereka yang sedang menunggu kereta datang, mereka yang terburu-buru karena kereta hampir berangkat, orang-orang yang menjemput keluarga atau kerabat, para petugas yang sedang bekerja, orang-orang yang menjual makanan dan minuman, juga para pekerja transportasi lain yang setia menunggu para penumpang di pintu kedatangan. Selain suara orang-orang yang berlalu lalang, saat sedang duduk-duduk menunggu kereta di ruang tunggu, kita pasti sering mendengar semacam bunyi lonceng yang diperdengarkan untuk menandai datangnya kereta, nada yang umum digunakan adalah melodi Westminster Chimes. Seringkali rasanya belum lengkap jika pergi ke stasiun kereta tapi belum mendengarnya. Di beberapa stasiun kereta di Indonesia, nada ini diganti dengan nada lagu daerah, seperti nada lagu ‘Gambang Semarang’ yang ada di Stasiun Semarang Tawang, melodi lagu ‘Di Tepi Sungai Serayu’ di stasiun Purwokerto dan Kroya, juga nada lagu ‘Warung Pojok’ di stasiun Cirebon Kejaksaan. Sangat khas dan memberi kesan tersendiri bagi para penumpang yang mendengarnya.

Di masa depan, kereta api bisa menjadi transportasi umum nomor satu yang yang anti macet dan menjadi pilihan banyak orang. Semua itu dapat dilakukan dengan memelihara secara baik aset yang dimiliki, menambah jalur kereta agar dapat menjangkau ke banyak daerah, menambah kecepatan sehingga dapat mempersingkat waktu tempuh, mengutamakan kenyamanan penumpang dengan pelayanan yang baik dan ramah, serta yang terutama menjaga kebersihan dan kerapian interior dan eksterior kereta dan stasiun kereta. Barangkali suatu hari nanti, kereta tidak hanya dapat digunakan sebagai sekadar alat transportasi, tapi juga menjadi hiburan tersendiri untuk menghilangkan rasa penat dari rutinitas sehari-hari. PT. Kereta Api Indonesia dapat menambah fasilitas hiburan selain perpustakaan, misalnya seperti café dengan live music, atau ruangan khusus seperti bioskop yang memutar film-film yang up to date, khususnya bagi kereta yang menempuh jarak jauh. Orang datang ke stasiun dan menumpang kereta tidak lagi hanya menganggap kereta sebagai alat transportasi semata tapi juga untuk menikmati suasana yang nyaman dan segala fasilitas yang ada di dalam kereta dan stasiun kereta. Menjadikan sebuah perjalanan dengan kereta sebagai pengalaman yang berkesan dan tidak mudah dilupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar