Rabu, 01 Juni 2016

Menyembuhkan Diri Sendiri

Beberapa hari belakangan saya merasa sedih karena beberapa orang terdekat berkata dan bersikap dengan tidak semestinya. Saya tak ingin menyalahkan mereka atas kekecewaan saya, meski sebenarnya dalam lubuk hati yang paling dalam, saya menyalahkan mereka. Keadaan tidak ingin yang kemudian bertemu dengan kenyataan sebaliknya yang hampir tak bisa dikontrol, sehingga menjadi otomatis melakukan hal yang tidak diinginkan tersebut. Saya bukannya diam saja dengan ketidaksinkronan antara keinginan dan kenyataan yang terjadi. Seperti yang mungkin banyak dilakukan oleh orang-orang, jalan tengah untuk masalah ini adalah, menyalahkan diri sendiri.


Salah sendiri positif thinking sama mereka

Salah sendiri percaya

Salah sendiri kecewa

Siapa suruh?


Saya sedih, mereka berbicara hal-hal yang tidak baik tentang saya, bersikap yang tak seharusnya. Tentu saya merasa sakit hati, karena saya tak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Mengapa semua ini menjadi penting? Karena mereka orang-orang terdekat saya. Mana mungkin saya berprasangka buruk pada orang terdekat saya? Mana mungkin saya tidak memercayai mereka? Mana mungkin saya tidak kecewa ketika orang terdekat saya melakukan hal buruk yang tidak pernah saya duga?

Tapi pada akhirnya saya sadar, saya tidak perlu melakukan apa-apa. Saya hanya butuh waktu untuk bersedih. Selanjutnya, kemudian saya harus menerima kenyataan ini. Karena tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengubah yang telah terjadi. Seberapa sakit kita atas banyak hal, entah karena diri kita sendiri atau hal-hal di luar kita, tetap kitalah yang harus menyembuhkan diri sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar