Beberapa hari belakangan saya merasa sedih karena beberapa
orang terdekat berkata dan bersikap dengan tidak semestinya. Saya tak ingin
menyalahkan mereka atas kekecewaan saya, meski sebenarnya dalam lubuk hati yang
paling dalam, saya menyalahkan mereka. Keadaan tidak ingin yang kemudian
bertemu dengan kenyataan sebaliknya yang hampir tak bisa dikontrol, sehingga
menjadi otomatis melakukan hal yang tidak diinginkan tersebut. Saya bukannya
diam saja dengan ketidaksinkronan antara keinginan dan kenyataan yang terjadi.
Seperti yang mungkin banyak dilakukan oleh orang-orang, jalan tengah untuk
masalah ini adalah, menyalahkan diri sendiri.
Salah sendiri positif thinking sama mereka
Salah sendiri percaya
Salah sendiri kecewa
Siapa suruh?
Saya sedih, mereka berbicara hal-hal yang tidak baik tentang saya,
bersikap yang tak seharusnya. Tentu saya merasa sakit hati, karena saya tak
pernah menyangka hal ini akan terjadi. Mengapa semua ini menjadi penting?
Karena mereka orang-orang terdekat saya. Mana mungkin saya berprasangka buruk
pada orang terdekat saya? Mana mungkin saya tidak memercayai mereka? Mana mungkin
saya tidak kecewa ketika orang terdekat saya melakukan hal buruk yang tidak
pernah saya duga?
Tapi pada akhirnya saya sadar, saya tidak perlu melakukan
apa-apa. Saya hanya butuh waktu untuk bersedih. Selanjutnya, kemudian saya
harus menerima kenyataan ini. Karena tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk
mengubah yang telah terjadi. Seberapa sakit kita atas banyak hal, entah karena
diri kita sendiri atau hal-hal di luar kita, tetap kitalah yang harus
menyembuhkan diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar