Kita masih saling mencari. Kemudian merasa amat lelah ketika
di penghujung hari belum juga saling menemukan. Entah sudah berapa kali kita
berpapasan di jalan namun tak saling memerhatikan. Sejak kau hilang aku tak betah
duduk berlama-lama di taman tempat kita biasa bertegur sapa dan bercerita. Sebelum bertemu denganmu
aku bisa berjam-jam duduk diam memerhatikan sekitar, memandang ke arah birunya langit
yang terhalangi pohon-pohon yang daunnya gemerisik tertiup angin, tempat di mana burung-burung bermain dengan riang.
Suatu hari, ketika
tanpa sengaja kita duduk di bangku yang sama, mengobrol berjam-jam
sampai lupa waktu, semua terasa menyenangkan. Langit terlihat lebih indah,
angin terasa lebih sejuk, nyanyian burung-burung terdengar lebih merdu. Beberapa
kali tanpa sengaja kita duduk berdua, menghabiskan sore dengan bercerita,
sesekali tertawa. Namun sejak kita tak saling berjumpa semua tak lagi sama. Barangkali kita masih sering mengunjungi taman yang sama, namun di waktu yang berbeda. Masih saling mencari, namun belum juga saling menemukan. Kini langit indah berwarna biru, angin yang menyejukkan kalbu dan nyanyian burung yang merdu di taman itu tak lagi dapat kunikmati seperti dahulu. Aku
merasa gelisah setiap kali duduk sendiri di tempat kita biasa menghabiskan hari-hari.
Aku tahu, kita selalu dapat memutar ulang kenangan. Sesering
mungkin. Sesuka kita. Tapi semakin lama dan semakin sering kuputar semakin
terasa kurang. Aku ingin kenangan baru. Tidak. Aku membutuhkannya. Aku butuh
kenangan baru. Barangkali memang benar bahwa manusia tak pernah merasa puas.
Selalu merasa kurang, bahkan kadang sampai lupa bersyukur atas apa yang sudah
dipunya. Tapi bukankah manusia harus punya keinginan dan harapan untuk tetap
hidup? Tentu aku bersyukur sudah diijinkan memiliki dan memutar-mutar ulang kenangan. Tapi hidup terus berjalan, kita tetap
harus membuat kenangan-kenangan baru, agar hati kita tetap penuh.
Kita masih saling mencari namun belum juga saling menemukan.
Aku sudah mengumpulkan cukup banyak hal untuk kuceritakan. Namun selagi kita belum juga saling menemukan, aku akan menceritakannya pada diriku sendiri. Tapi tenanglah, aku akan tetap menceritakannya
padamu nanti, saat pada akhirnya kita dipertemukan kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar