Dear L,
Aku tidak tahu bagaimana kabarmu, tapi semoga kamu aman, sehat, tidak kurang apapun. Maaf kalau aku sering mengganggu dengan menanyakan kabarmu. Sejujurnya aku bingung harus melakukan apa. Aku sering merasa bingung tentang apakah aku harus menjangkaumu atau tidak. Tapi yang pasti aku merasa buruk jika tidak melakukannya. Di sisi lain aku juga takut jika ternyata pesan-pesan pendekku justru menjadi beban untukmu. Maaf jika benar demikian.
Barangkali kamu sedang, atau masih menjalani hari-hari yang tidak mudah, aku berharap kamu punya cukup energi untuk memproses apa yang terjadi, untuk beristirahat dari apapun yang membuatmu lelah, untuk menyembuhkan diri atas masalah yang sedang kamu hadapi. Beberapa kali aku berpikir dan bertanya-tanya, "Apakah aku bisa membantu? Dengan cara apa? Apakah aku bagian dari masalahmu? Atau mungkin aku justru lebih membantu jika diam saja dan membiarkanmu memproses semua sendiri?".
L, jika suatu hari kita bertemu lagi, aku pastikan tidak akan bertanya "Kenapa?", kamu boleh bercerita jika kamu merasa nyaman, atau tidak bercerita sama sekali tentang apa yang terjadi jika memang tidak ingin. Kita bisa fokus melakukan hal lain, atau bercerita tentang hal-hal lainnya yang membuatmu nyaman, itupun jika kamu berkenan. Misalkan kita tidak bertemu lagi, aku berharap kamu bisa menjalani kehidupan yang kamu inginkan dengan baik dan aman.
Maaf untuk hari-hari tidak menyenangkan yang kita lewati,
dan terima kasih untuk hari-hari baik yang kita alami.
Salam,
R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar