Karena sudah menyebut soal angan-angan, saya pengen bahas
soal jatuh cinta. Sepengalaman saya, jatuh cinta itu adalah salah satu hal yang
bisa membuat kita berangan-angan. Biasanya otak kita akan dipenuhi dengan dia
yang sudah membuat kita jatuh cinta. Kita jadi ingat semua tentang dia termasuk
detil terkecil yang ada, seperti caranya senyum, caranya berjalan, baju apa
yang dia pake pas terakhir kali ketemu kita, dan banyak hal yang membuat kita
senang saat mengingatnya. Padahal dalam keadaan normal (nggak jatuh cinta),
bisa jadi ada beberapa sikapnya yang membuat kita kesal. Tapi namanya orang
jatuh cinta, semua kekurangannya jadi dimaklumi. Saking otak kita dipenuhi
bayangan-bayangan tentang dia yang bikin kita senang, kita jadi berangan-angan
pengen ketemu dia lagi, jalan-jalan, makan, nonton, ngobrol, pokoknya menghabiskan
waktu bareng dia.
Seneng-senengnya jatuh cinta itu pasti terjadi di fase awal
jatuh cinta. Tapi fase itu nggak akan berlangsung terlalu lama, karena kita
bakalan ketagihan buat ketemu dan menghabiskan waktu bareng dia lagi. Kalo itu
nggak terjadi ya pasti kita akan merasa menderita. Penderitaannya bisa jadi bersifat
fisik, misalnya dada sesak, susah bernafas, dan susah tidur di malam hari. Bahasa
sederhananya adalah kangen. Biasanya pada fase ini kita akan menyadari kalo
kita mungkin sedang jatuh cinta. Cara menghentikan penderitaan karena kangen ya
kita harus ketemu dia, minimal mengirim pesan pendek atau telepon, tapi paling
efektif ya ketemu, ngobrol, ketawa bareng. Buat orang-orang yang kegedean
gengsi, masalah akan diperparah dengan keengganan untuk menghubungi dan
mengajak ketemu duluan. Hahaha, makan tuh gengsi!
Yang bikin semua menjadi tambah menyebalkan adalah ketika apapun yang kita lakukan, lihat, baca, tonton, temui, itu selalu mengingatkan kita tentang dia. Misalnya, suatu pagi saat menonton berita di tivi ternyata nama reporternya sama dengan namanya, kemudian di jalan kita melihat orang yang model rambutnya mirip seperti rambutnya, ketika menonton film ternyata gaya si pemeran utama mengingatkan kita padanya. Padahal nggak berusaha memikirkan apalagi mengingat tapi sepertinya sosoknya berkelebat di sekitar kita yang tak jarang membuat kita frustasi. Seperti sedang diyakinkan, “Hey, kamu harus mencarinya untuk segera mengakhiri penderitaan ini”. Udah kayak otak kekurangan narkoba, katanya.
Yang bikin semua menjadi tambah menyebalkan adalah ketika apapun yang kita lakukan, lihat, baca, tonton, temui, itu selalu mengingatkan kita tentang dia. Misalnya, suatu pagi saat menonton berita di tivi ternyata nama reporternya sama dengan namanya, kemudian di jalan kita melihat orang yang model rambutnya mirip seperti rambutnya, ketika menonton film ternyata gaya si pemeran utama mengingatkan kita padanya. Padahal nggak berusaha memikirkan apalagi mengingat tapi sepertinya sosoknya berkelebat di sekitar kita yang tak jarang membuat kita frustasi. Seperti sedang diyakinkan, “Hey, kamu harus mencarinya untuk segera mengakhiri penderitaan ini”. Udah kayak otak kekurangan narkoba, katanya.
Kenapa saya ngomongin cinta? Entahlah, mungkin ini efek
bulan Desember yang sering hujan, bikin perasaan jadi sensitif dan melankolis. Oh, dan ada satu kata dalam bahasa sanskerta yaitu 'cintaka' yang artinya pemikiran atau angan-angan. Jadi nggak salah kan ya saya mengaitkan soal cinta dan angan-angan. Seperti yang udah sering kita dengar atau baca, emang ngomongin cinta itu
nggak ada habisnya kan? Jatuh cinta itu menyenangkan, tapi juga menyebalkan.
Menyebalkan tapi juga bikin ketagihan. Kamu, lagi jatuh cinta nggak?
*tulisan ini sedikit terinspirasi dari thread-nya dr. ryuhasan di twitter, penjelasan tentang jatuh cinta secara ilmiah, bisa dibaca di sini.
*tulisan ini sedikit terinspirasi dari thread-nya dr. ryuhasan di twitter, penjelasan tentang jatuh cinta secara ilmiah, bisa dibaca di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar