Selasa, 23 Januari 2018

Dunia ini indah?

Dunia ini indah. Lihat saja pohon-pohon yang berayun bersama angin itu, matahari yang bersinar dengan cerah, kadang menyilaukan dan terasa panas sehingga membuat kulitmu menghitam atau kepalamu sedikit pusing, dan tetap terlihat indah. Lihat saja langit biru itu, dengan awan-awan putih yang melayang-layang diantaranya, bahkan ketika awan tersebut menjadi abu-abu atau hitam, menutupi seluruh permukaan langit, bahkan ketika awan-awan itu menumpahkan air dengan derasnya ke bumi, yang kadang disertai tiupan angin, bagimu semua pemandangan itu tetaplah indah.

Dunia ini indah. Kau lahir ke dunia ini disambut oleh senyum banyak orang. Kau menjadi manusia baru dan diperkenalkan dengan berbagai macam kebaikan. Semua orang menyukaimu, mereka tersenyum, mengajakmu bercanda, gemas padamu, semacam kau bergabung dengan lingkungan baru dan diterima dengan hangat, karena memang begitulah manusia memperlakukan sesuatu yang baru. Saat itu kau merasa senang mereka memperlakukanmu dengan baik dan tidak menyadari bahwa mereka tidak akan selamanya seperti itu. Orang-orang selalu menyukai sesuatu yang baru. Mereka semua menyukaimu karena kau baru.

Seiring berjalannya waktu, kau mulai mengenal kekecewaan. Hal yang seringkali membuatmu sedih dan kadang ingin menangis. Kadang kau kecewa pada manusia lain, kadang pada dirimu sendiri. Kau sering kesal saat orang-orang melakukan hal yang merugikan orang lain seperti menyela antrean, menerobos lampu merah sehingga menimbulkan kemacetan di persimpangan, orang-orang yang ingin terlihat percaya diri dengan cara merendahkan orang lain, orang-orang yang menyangkal kesalahannya sendiri dengan marah-marah agar seolah terlihat benar. Ketika kau menyadari bahwa orang-orang menyebalkan seperti mereka hampir selalu menang meski dengan cara yang curang, kau merasa amat kecewa dan berpikir bahwa mungkin dunia semacam ini tidak cocok untukmu karena membuatmu merasa terasing.

Sebesar apapun kau merasa terasing, sekeras apapun kau berpikir untuk lari, kau tahu bahwa kau tak akan berlari terlalu jauh dari perasaanmu sendiri. Kau mungkin berusaha melakukan banyak hal yang menurutmu bermanfaat agar setidaknya kau lupa untuk sementara, untuk sedetik, seminggu, sebulan. Tapi kau tahu, perasaan terasing itu akan kembali padamu. Pada akhirnya kau mencoba memaklumi orang-orang yang membuatmu kecewa, menghela napas sering-sering, sambil tetap berusaha keras menjadi dirimu sendiri, berusaha tidak ikut melakukan hal yang mengecewakan.

Dunia ini indah, meski manusia seperti sedang berusaha merusaknya. Tapi setidaknya dunia yang indah itu tetap ada saat kau membutuhkannya, kau masih bisa menikmatinya. Kau masih bisa melihat langit, awan-awan yang berarakan, hujan rintik-rintik, merasakan embusan angin bersama pohon-pohon. Semoga dunia indah ini tetap ada, agar orang-orang bisa menyembuhkan diri dari segala persoalannya tanpa perlu menyakiti orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar