Dunia ini indah. Kau lahir ke dunia ini disambut oleh senyum
banyak orang. Kau menjadi manusia baru dan diperkenalkan dengan berbagai macam
kebaikan. Semua orang menyukaimu, mereka tersenyum, mengajakmu bercanda, gemas
padamu, semacam kau bergabung dengan lingkungan baru dan diterima dengan
hangat, karena memang begitulah manusia memperlakukan sesuatu yang baru. Saat
itu kau merasa senang mereka memperlakukanmu dengan baik dan tidak menyadari
bahwa mereka tidak akan selamanya seperti itu. Orang-orang selalu menyukai sesuatu
yang baru. Mereka semua menyukaimu karena kau baru.
Seiring berjalannya waktu,
kau mulai mengenal kekecewaan. Hal yang seringkali membuatmu sedih dan kadang
ingin menangis. Kadang kau kecewa pada manusia lain, kadang pada dirimu sendiri.
Kau sering kesal saat orang-orang melakukan hal yang merugikan orang lain
seperti menyela antrean, menerobos lampu merah sehingga menimbulkan kemacetan
di persimpangan, orang-orang yang ingin terlihat percaya diri dengan cara
merendahkan orang lain, orang-orang yang menyangkal kesalahannya sendiri dengan
marah-marah agar seolah terlihat benar. Ketika kau menyadari bahwa orang-orang
menyebalkan seperti mereka hampir selalu menang meski dengan cara yang curang,
kau merasa amat kecewa dan berpikir bahwa mungkin dunia semacam ini tidak cocok
untukmu karena membuatmu merasa terasing.
Sebesar apapun kau merasa terasing, sekeras
apapun kau berpikir untuk lari, kau tahu bahwa kau tak akan berlari terlalu
jauh dari perasaanmu sendiri. Kau mungkin berusaha melakukan banyak hal yang
menurutmu bermanfaat agar setidaknya kau lupa untuk sementara, untuk sedetik,
seminggu, sebulan. Tapi kau tahu, perasaan terasing itu akan kembali padamu. Pada
akhirnya kau mencoba memaklumi orang-orang yang membuatmu kecewa, menghela
napas sering-sering, sambil tetap berusaha keras menjadi dirimu sendiri,
berusaha tidak ikut melakukan hal yang mengecewakan.
Dunia ini indah, meski manusia seperti sedang berusaha merusaknya. Tapi setidaknya dunia yang indah itu tetap ada saat kau membutuhkannya, kau masih bisa menikmatinya. Kau masih bisa melihat langit, awan-awan yang berarakan, hujan rintik-rintik, merasakan embusan angin bersama pohon-pohon. Semoga dunia indah ini tetap ada, agar orang-orang bisa menyembuhkan diri dari segala persoalannya tanpa perlu menyakiti orang lain.
Dunia ini indah, meski manusia seperti sedang berusaha merusaknya. Tapi setidaknya dunia yang indah itu tetap ada saat kau membutuhkannya, kau masih bisa menikmatinya. Kau masih bisa melihat langit, awan-awan yang berarakan, hujan rintik-rintik, merasakan embusan angin bersama pohon-pohon. Semoga dunia indah ini tetap ada, agar orang-orang bisa menyembuhkan diri dari segala persoalannya tanpa perlu menyakiti orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar